
PALEMBANG – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI,(Drs. H. Muchlis, S.H., M.H.,) secara resmi membuka Rapat Koordinasi Pengadilan Tinggi Agama Palembang dan Pengadilan Agama sewilayah PTA Palembang tahun 2026. Acara yang berlangsung ini, menjadi ajang konsolidasi penting dalam memperkuat sinergi dan komitmen aparatur peradilan di wilayah Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Dirjen Badilag memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua PTA Palembang, (Drs. H. Abdullah, S.H., M.H.,) beserta jajarannya. Beliau menekankan bahwa transformasi di lingkungan Peradilan Agama bukan sekadar pembaruan sistem, melainkan perubahan pola pikir dalam melayani masyarakat.
"Perubahan tidak akan pernah datang jika kita menunggu orang lain atau menunggu waktu yang lain. Kita adalah orang yang kita tunggu-tunggu. Kita adalah perubahan yang kita cari," ujar Dirjen Badilag mengutip pesan penutup yang kuat. Beliau mengajak seluruh aparatur untuk bertransformasi bukan karena paksaan sistem, melainkan panggilan hati untuk memberikan yang terbaik bagi umat dan bangsa. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah peradilan: "Integritas jangan hanya di meja, dalam perilaku haruslah tampak nyata."

Pada sesi inti, Dirjen Badilag menyampaikan materi sosialisasi mengenai Program Prioritas Ditjen Badilag Tahun 2026. Program ini dirancang untuk menetapkan arah kebijakan tahunan dan akselerasi pelaksanaan program kerja di lingkungan Peradilan Agama yang mencakup 5 pilar utama:
- Penguatan Integritas: Fokus pada pembangunan Zona Integritas (ZI) dan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
- Penguatan Kualitas Layanan Pengadilan: Melalui optimasi e-Court, peningkatan keberhasilan mediasi, dan penyelesaian eksekusi.
- Penguatan Kelembagaan: Peningkatan kelas pengadilan dan penguatan kerjasama internasional.
- Penguatan Kualitas SDM: Penerapan manajemen talenta melalui aplikasi "SIMATA" dan pemenuhan standar kompetensi pegawai.
- Penguatan Teknologi Informasi: Menuju "Satu Data Badilag" dan penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen juga memaparkan hasil evaluasi kinerja satuan kerja sewilayah PTA Palembang periode Januari hingga Maret 2026. Beberapa poin yang menjadi sorotan antara lain ketepatan waktu unggah salinan putusan e-Court dan progres Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada Akta Cerai elektronik (e-AC).

Sebagai bentuk motivasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada Pengadilan Agama yang menunjukkan kinerja dan inovasi luar biasa. Adapun satuan kerja yang berhasil meraih penghargaan adalah:
- PA Lubuk Linggau: Meraih apresiasi atas Capaian Nasional Keberhasilan Mediasi Terbanyak.
- PA Prabumulih: Meraih apresiasi atas Capaian Nasional Pengelolaan Website Terbaik.
- PA Martapura: Dinobatkan sebagai Kinerja Terbaik Satuan Kerja Sewilayah PTA Palembang Tahun 2025.
Menutup rangkaian pembinaan, Dirjen Badilag berpesan agar seluruh prestasi yang diraih menjadi pemacu bagi satuan kerja lainnya. "Melangkah di tahun 2026 bukan sekadar berganti kalender, tapi memperbarui komitmen. Dengan Program Prioritas sebagai kompas, kita arahkan kemudi peradilan agama menuju layanan yang lebih cepat, tepat, dan bermartabat," pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Peradilan Agama sebagai institusi yang modern, berintegritas, dan berkelas dunia. (RW)