logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 1493

SAATNYA PEREMPUAN KEMBALI KE RUMAH

(Refleksi Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2018)

Penulis: Hermin Sriwulan[1]

Ketika status seorang perempuan berganti menjadi seorang ibu, maka ia adalah sekolah”. Setidaknya ungkapan tersebut cukup representatif untuk mendiskripsikan betapa urgennya peran seorang ibu. Maka, langkah selanjutnya adalah bagaimana agar sekolah tersebut menjadi sekolah unggulan sekaligus menjadi kawah candradimuka bagi anak-anaknya. Peran ibu adalah peran yang sangat mulia, seperti sabda rasul bahwa surga terletak di bawah telapak kaki ibu.

Hadist tersebut mengisyaratkan betapa mulia tugas seorang ibu. Layaknya sebuah sekolah unggulan, untuk menjadi ibu diperlukan persiapan yang cukup. Bila sebuah sekolah mempunyai kurikulum yang komprehensif, sistem pengajaran yang bagus, pengajar yang berkualitas dan mempunyai bagian litbang, begitu pula untuk menjadi seorang ibu perlu mempersiapkan hal itu sejak dini. Ia harus berlatih dan meningkatkan kualitas dirinya lewat pembelajaran dan mengasah kesabaran secara terus-menerus. Disamping itu, ia harus bisa meningkatkan kualitas anak-anaknya, rumah tangganya, serta dapat memberikan kotribusi yang berarti bagi masyarakat.


[1] Penulis adalah Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang.


Selengkapnya KLIK DISINI

 

Comments  

 
# Septianah,HPA M.Enim 2018-03-21 14:52
Tulisan yang bagus dan enak dibaca. Semoga sukses dalam karir dan menjadi seorang ibu mbak wulan, Aamiin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hermin sriwulan 2018-03-27 14:59
Amin...Trmksh Bu Ayuk Septianah. Smg Bu Ayuk juga sukses dalam karir dan keluarga...amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Sahril, SHI, MH. 2018-03-22 09:12
Tulisan ini sangat bagus dan inspiratif, semoga fitrah manusia antara laki-laki dan perempuan kembali ke fitrahnya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hermin sriwulan 2018-03-27 15:00
Trmksh banyak YM Sahril
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibu Siti 2018-03-26 08:01
sepertinya judulnya kurang tepat....
"Saatnya perempuan kembali ke rumah"???
Saya fikir tidak ada perempuan yang meskipun berkarir di luar rumah terus tidak mau mengurusi rumah dan anak-anaknya, kalaupun ada itupun pasti sangat sedikit....
Seharusnya judulnya "saatnya perempuan berkarir disupport penuh oleh keluarganya, karena betapa peran gandanya menuntut fisik dan psikisnya yang luar biasa agar sukses di rumah maupun di luar rumah.....he he....sekedar komen saja
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hermin sriwulan 2018-03-27 15:02
Terimakasih banyak atas masukannya YM Ibu Siti. Itu karena keterbatasan pengetahuan dan ilmu sy yg selama ini sy ketahui bahwa judul artikel itu cenderung bombastis untuk menarik pembaca, sedangkan judul karya ilmiah spt essay dll tidak perlu bombastis. Terimakasih banyak Ibu...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ahmad Sholihin 2018-03-26 13:54
menurut saya judulx sdh sgt bagus..krn seorg ibu mmg hrs di rmh...krn ia adalah pengajar atw widyaiswara bg anak2x maupun bagi semua penghuni rumahx..jika mau brperan di kantor atau di tmpt kerja itu hny sebatas kerja...makax sdh seharusx seorg ibu kembali ke rumh mempersiapkan masa depan bangsa..siiip.. mantap bu Hermin..sy temanx Abdul Halim
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ahmad sholihin 2018-03-26 13:58
Tulisan yg sangat inspiratif..saa tx para ibu kembali ke rumah untuk mempersiapkan masa depan bangsa melalui putra-putri terbaik para ibu...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rosdiana PA watampon 2018-03-27 08:39
Memang benar pada saat seorang wanita yang memlih peran ganda sebagai ibu dan wanita karer tidaklah muda, amanah sebagai seorang abdi negara yg hars dijalankan secara sempurnah sebagai wujud dari pertanggung jawaban dari sebuah keputusan memilih menjadi PNS sering kali terbentur dengan peran sebagai seorang ibu yg juga hrs dijalankan secara sempurnah sebagai tugas utama yg bahkan telah diamanahkan langsung oleh Allah SWT .agar kedua tugas mulia ini bisa berjalan secara sempurnah maka kiranya pengambil kebijakan dalam instansi dan lembaga dapat mempertimbangka n penempatan kerja seorang wanita yg berperan ganda sebagai ibu ditempat dan posisi yg memungkinkan untuk dikerjakan secara bersamaan dengan baik dan sempurnah sehingga diharapkan wanita / ibu bisa sukses dalam karier dan sukses dalam membina rumah tangganya terutama dalam melahirkan generasi penerus bangsa dan agama. Amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ague bey 2018-04-02 17:25
menurut saya judul sdh sgt bagus tapi yg paling pas kekinian "Saatnya perempuan sekolah ibu"
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Wildana PA.Bulukumba 2018-04-04 15:41
Ass..Wr. Wb...Tulisan yang sangat-sangat inspiratif..ben ar sekali tulisan bu Hermin bahwa dibalik kesuksesan orang-orang besar, pejabat dan lain-lain ada tetesan keringan dan sentuhan tangan dari seorang ibu, tanpa ibu mereka bukan siapa-siapa,, olehnya itu sesukses-sukses nya seorang perempuan dalam karier, maka saya pribadi mengatakan lebih sukses seorang ibu yang dapat mendidik anaknya menjadi manusia yang bisa dihargai dan dibanggakan oleh Agama dan Negara,,sehingg a tepatlah jika bu Hermin menulis "Saatnya Perempuan kembali ke Rumah"..Wassala m
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Eeng 2018-04-09 12:44
Tulisan bagus dan mudah dipahami untuk mengingatkan peran ibu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hamba Allah 2018-04-18 20:27
Saya sangat setuju judul tersebut, sebab memang perempuan diciptakan Allah bukan untuk mencari nafkah akan tetapi menjadi ibu rumah tangga dan istri yang solihah " Almaratu roiyatun fi bati zaujiha ...." Gender yang tampaknya membela wanita padahal sebenarnya bisa jadi akan menjerumuskan mereka ...
Perempaun adalah mahluk yang dimuliakan oleh Allah tetapi justru yang merusak kemuliaan mereka adalah diri mereka sendiri ... syurga mereka adsa di rumah bukan diluar rumah ...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Nurhayati 2018-04-23 20:44
Artikel yang enak dibaca dan perlu, kesimpulannya dari ibu yang hebat, maka lahirlah anak yang hebat pula. Semoga...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# eros 2018-04-25 15:38
dalam al qur'an disebutkan bahwa laki-laki diberikan kelebihan dr wanita, wanita yang oleh Allah SWT tidak memberikan kelebihan sebagaimana layaknya laki-laki knp oleh kita semua diberikan peran ganda yang begitu berat. lebih tepatnya para wanita telah memilih diperbudak oleh zaman/gengsi pdhal Allah telah memberikan keterbatasan bagi mereka. thanks
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# erawati PA Krw 2018-04-30 10:30
Buah Analisa yang bagus mudah2an para ibu Muslimah dapat melaksanakan pran gandanya dengan arif dan bijaksana. Disinilah urgennya peran sebagai ibu dan Isteri, walaupun sudah berpendidikan tinggi tapi memilih menjadi ibu rumah tangga. Perempuan sebagai dosen dalam rumah tangga perempuan harus bisa menggali dan memanfaatkan ilmu dan kecerdasannya meningkatkan kwalitas rumah tangganya hslnya melahirkan anak yang cerdas berkwalitas dan bertaqwa kepada Allah swt.
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Lokasi Kantor