logo web

on . Dilihat: 2234

Peradilan Telanjang Era Digital *)

Oleh: Achmad Fauzi

(Hakim Pengadilan Agama Kotabaru, Penulis buku Pergulatan Hukum di Negeri Wani Piro)

 

"Keterbukaan peradilan membuat hakim diadili saat mengadili." Ungkapan filsuf Inggris Jeremy Bentham itu kian menemukan relevansi di zaman kini. Salah satu dampak terbesar pesatnya arus teknologi informasi bagi lembaga peradilan adalah terciptanya iklim keterbukaan. Publik dengan mudah mengontrol belantika supremasi hukum melalui pemberitaan media cetak, online, dan elektronik. Bahkan, di era digital ini kasus-kasus besar yang menyita perhatian publik demikian gampang disaksikan secara langsung di televisi. Sidang kasus korupsi terdakwa Angelina Sondakh menjadi amsal bagaimana masyarakat luas bisa memantau dari jarak jauh jalannya sidang dan "menelanjangi" materi perkara yang diadili. Masyarakat tentu punya kepentingan untuk mengawal karena Angie memiliki kedudukan strategis dalam mengungkap dugaan korupsi di lingkungan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang notabene menjadi hulu pembiakan korupsi. Angie tampak seperti simpul jaringan yang menjadi penghubung dari partai ke kementerian dan DPR.


selengkapnya KLIK DISINI

*) artikel ini pernah  dimuat di Harian Jawa Pos, 15 Januari 2013


Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA Peradilan Telanjang Era Digital
.
Comments  
# Erfani 2013-01-15 13:56
Padat. Berani. Kritis. Legitimed. and soo pasti Koran Banget.
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusliansyah - PA Nunukan 2013-01-15 16:31
Kepiawaian seorang Achmad Fauzi mengemas dan mengulas suatu peristiwa (hukum) yang terjadi di 'Negeri Wani Piro' ini menjadi berita/tulisan yang kritis dan enak dibaca sudah tidak diragukan lagi.
Hakim baru yang harus menerima 'nasib terdampar' di Kota Baru, Kalsel, ini adalah sosok pemberani dan kritis dalam menelorkan ide-idenya ketika menggugat sistem promosi dan mutasi hakim yang dinilainya sangat tidak adil dalam "Prahara Promosi Hakim" yang akhirnya 'dibrangus' oleh 'kekasihnya.'
Teruslah menulis hingga langit runtuh Saudaraku!!!
Reply | Reply with quote | Quote
# jeje.pa.Tigarks 2013-01-16 11:29
Tulisan anda berbobot, asah terus kemampuan menulisnya,guli rkan terus karya-karya terbarunya yang betul-betul baru.
Reply | Reply with quote | Quote
# daswir tanjung 2013-01-16 14:38
Tulisan seperti ini perlu ada guna mengingatkan para Hakim, bahwa apa yang terjadi dipersidangan, secara cepat tersebar kepada publik, maka kita perlu extra hati- hati, terakhir apa yang dikemukakan Calon Hakim Agung di muka DPR waktu dilakukan Fit and proferd test, tanpa disadari dia mengungkapkan bahwa" Pemerkosa dan yang diperkosa sama- sama merasakan kenikmatan ", tidak pantas dia ungkapkan. hal seperti ini menjadi pelajaran bagi kita dimasa yang akan datang , maka harus meamalkan pilsafat main catur, berfikir dahulu sebelum berbuat, jangan sebaliknya sebab setiap perbuatan mengandung resiko, kalaupun ada resiko, ambil resiko yang terkecil.begitu juga melayani pencari keadilan di Peradilan Agama, ke depan jangan melakukan hal- hal yang aneh, miskipun menurut kita hanya sebagai lelucon tapi bagi orang lain adalah sungguhan.penga laman dijadikan pelajaran agar tidak terjebak pada sesuatu yang tidak diinginkan.
Reply | Reply with quote | Quote
# Faizal kamil.KPA.bengkalis 2013-01-16 20:10
Selamat buat SAUDARAKU achmad Fauzi, artikel di Harian Kompas berjudul Prahara mutasi Hakim sangat menarik pemikiran saya dan, saya klping...lanjut kan karya2 nya sukses selalu 1
Reply | Reply with quote | Quote
# Syamsulbahri PA Mks 2013-01-17 08:00
Ini patut dibaca oleh semua praktisi hukum dan warga negara Indonesia...
Reply | Reply with quote | Quote
# anwaruddin, kupang 2013-01-17 08:14
Makanya para Hakim harus betul2 professional dan tidak boleh sembrono karena putusannya akan menentukan nasib bangsa dan nasib seseorang.
Reply | Reply with quote | Quote
# Al Fitri - PA Manna 2013-01-17 10:25
Angelina Sondakh harus dijadikan sebagai pintu gerbang untuk membuka kasus korupsi di Banggar DPR dalam membahas anggaran..
Reply | Reply with quote | Quote
# Nurdin PA Subang 2013-01-17 11:06
Anda ( Achmad Fauzi ), patut bersyukur kpd Allah, karena anda diberi kelebihan dalam menuangkan pokok2 fikiran dalam bentuk tulisan diberbagai media, karena tidak semua orang mampu menuangkan isi fikirannya dalam bentuk tulisan yang teratur, rapih, ilmiah dan mudah difahami, oleh karena itu anda jangan putus harapn, terutama dlam menyoroti promosi dan mutasi hakim. anda jangn merasa dibuang dengan tempat kerja sekarang ini, karena para senior yang sekarang berada di badilag atau di MA, beliau2 ini, sama seperti anda ditempatkan di PA yang sesuai dengan golongannya. Karena tidak mmungkin gol III ditempatkan di PA kelas I A, sebrilian apapun karya2 nya. Jadi anda terus berkarya dan beraktifitas dalam segala bidang, seperti menuangkan pokok2 fikiran anda dlm tulisan. Insyaallah suatu saat, anda akan ditempatkan sesuai dengan harapan, tentunya sesuai juga dengan kepangkatan dan pengalaman, karya anda dimanapun berada akan selalu dibaca banyak orang dan akan sngat bermanfaat, bagi para pembaca, berkarya teruuus, untuk kemajuan Peradilan Indonesia...
Reply | Reply with quote | Quote
# Achmad Fauzi PA Kotabaru 2013-01-17 14:30
Pak Nurdin, salam hangat dari saya, sehangat nasihatnya. Tulisan saya adalah percikan ide dari Tuhan, saya kumpulkan dalam setiap malamnya. Terlalu murah untuk saya tukarkan dengan mutasi, promosi dan godaan jabatan lainnya. Sebab, urusan itu, manajemen Tuhan tak pernah keliru. Menulis adalah tombak perjuangan. Ada pesan kritik,alarm bagi pemimpin, introspeksi dan solusi yang dalam naluri penulis harus utarakan. Itulah yang saya sebut menulis karena Tuhan. Bukan demi apapun. Di tempat ini, saya merasa tenang bisa banyak berkarya untuk bangsa karena tak merasa dibuang. Kemurnian menulis gampang diukur: jika untuk tujuan duniawi, tak akan lama penulis itu akan tenggelam oleh seleksi alam. Sebaliknya, jika tujuannya benar, tak usah melihat isi tulisannya, membaca judul dan namannya saja, hati seolah digerakkan Tuhan untuk membacanya lebih jauh. Terimakasih. Salam.
Reply | Reply with quote | Quote
# Nurdin PA Subang 2013-01-18 07:41
Wa'alaikumusasa lam...Syukurlah kalo gitu, mudah2an nurani anda yang masih bersih tidak terpengaruh dengan hirukpikuknya kehidupan yang patamorgana, saya bangga dengan prinsip2 anda, betul semua karya, karsa, dan upaya kita tidak terlepas dari Sang Maha kuasa ( ALLAH AWT), tetapi hal2 yang tidak sejalan dengan fitrah kita, kita berkewajiban menyampaikannya , jangan bosan2 nafas kita hiasi dengan amar ma'ruf nahyil munkar, sekalipun terasa pahit oleh mereka yang berbuat munkar, serahkan sepenuhnya kepada ALLAH, manakala kita sudah berbuat, terima kasih,, berjuang teruuss.
Reply | Reply with quote | Quote
# Nursidik, PA Slawi 2013-01-17 15:17
Perkembangan era digital akan terus memantau kerja dan tugas kita. Ini sebagai peringatan bagi kita agar selalu berhati-hati dalam bekerja.....sem oga Allah SWT senantiasa membimbing dan melindungi kita dalam menjalankan tugas kesehariannya.. ..amiiin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Alimuddin M.PA.Denpasar 2013-01-18 06:56
100 % lebih setuju dengan Penulis (Pak Achmad Fauzi) apapun yang kita lakukan harus dengan dasar KEIKHLASAN, sebab kalau tidak, semuanya sia-sia alias tak ada nilainya di mata Allah.
di sinilah pentingnya KE-TAQWA-AN (profesional). jika semua pihak bekerja secara frofesional, semuanya akan tetap pada rel yang benar. semoga!
Reply | Reply with quote | Quote
# Alimuddin M.PA.Denpasar 2013-01-18 07:02
hakim yang profesional tidak masalah dengan ke-TERBUKA-an. yang jadi masalah ketika ada pihak yang 'sengaja' atau tidak 'sembunyi' di balik keterbukaan itu. dan pihak yang seperti inilah yang oleh Alquran disaebut NIFAQ.
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage