logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 1685

Meninjau Ulang Penggunaan Istilah “Empat Pilar” di Lingkungan Peradilan

Oleh : Syamsul Bahri, S.HI[1]

A. Latar Belakang

Berawal dari sering mendengar slogan “empat pilar” yang disandarkan pada Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris Pengadilan, baik dalam pemberitaan seputar pengadilan maupun dalam pertemuan ataupun rapat. Penulis sedikit merenung dan coba menelaah slogan empat pilar yang dimaksud. Selama ini yang sering didengar terhadap penyebutan empat pilar yang dilambangkan dengan empat tiang berdiri kokoh pada sisi depan di tiap gedung Pengadilan yang telah memenuhi standar prototipe adalah melambangkan Empat Lingkungan Peradilan yakni, Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Militer. Namun ternyata ada penggunaan makna lain terhadap slogan tersebut yang sebenarnya tidak mengganti makna slogan yang sebenarnya terhadap simbol tiang pada setiap bangunan Gedung Pengadilan.

Kemudian Penulis kembali menelaah terhadap sebutan empat pilar yang lain yang juga sering didengar yakni empat Pilar Kebangsaan yang dicetus oleh almarhum Taufiq Kiemas (mantan ketua MPR RI), menyebutkan bahwa empat pilar kebangsaan adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika. Boleh jadi pengqiasan istilah slogan tersebut ada saling keterkaitan atau setidaknya memiliki kesamaan semangat dan tujuan yang ingin dicapai Lembaga Peradilan.


[1]Hakim Pengadilan Agama Soe


Selengkapnya KLIK DISINI


 

 

Comments  
# Rokiah PA Kotamobag 2020-05-13 09:14
Bagus sekali tulisannya ym. Sangat mencerahkan.
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusli Pontianak 2020-05-13 09:30
Istilah Empat Pilar ini yang menggunakanya adalah Pimpinan Mahkamah Agung, sebelum Perma 7/2015 sebutannya tiga pilar untuk Ketua, Wakil Ketua dan Pansek latar belakangnya lebih pada faktor psychiatric, tujuannya untuk sinergitas tanggung jawab yang sama dan berdamai dalam menjalankan organisasi, cukuplah dimasa lalu ada cerita Ketua VS Pansek, Ketua VS Wakil Ketua, Pansek VS Wakil Ketua, ini terjadi karena empat pilar itu masing2 punya otoritas dan SK empat pilar itu yang menerbitkan adalah Mahkamah Agung. Istilah itu tidak mengaburkan struktur. (Hidup Zona Integritas Pangadilan)
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage