logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 833

Hukum Hak Asasi Manusia

Oleh: M. Khusnul Khuluq, S.Sy., M.H.

(Hakim Pengadilan Agama Sungai Penuh, PTA Jambi)

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Paling tidak, setengah abad terakhir, diskursus Hak Asasi Manusia (HAM) mendapat momentum. Mencuatnya diskursus HAM lebih merupakan trauma atas perang dua kedua. Di mana martabat kemanusiaan terinjak-injak. Dengan demikian, konsensus HAM, yang dideklarasikan pada tahun 1948, adalah upaya. Agar martabat manusia dihargai.

Benar. Perang itu menyedihkan. Para orang tua yang mati di medan perang anak-anak yang merindukan orang tuanya. Dan sang ibu yang tidak tau bagaimana memberikan jawaban. Ketika si anak bertanya tenang bapaknya yang tidak kembali.

Langit yang terus mendung. Karena asap tebal kebakaran rumah penduduk sipil. Dan jangan harap ada suasana makan pagi yang tenang. Atau makan malam yang disertai obrolan keluarga.

Begitu pula senyum anak umur tujuh tahun yang sudah lupa bagaimana tersenyum. Karena suasana selalu tegang oleh suara ledakan-ledakan. Kondisi itu, melampaui problem kemiskinan yang melanda negara-negara miskin. Juga melampaui berita politik dalam negeri yang lebih sering menggecewakan.


Selengkapnya KLIK DISINI


 

 

Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage