logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on . Dilihat: 847

ASPEK KEPROTOKOLAN DAN RELIGIUSITAS PELANTIKAN DAN SUMPAH JABATAN

Oleh: H. A. Zahri, S.H,M.HI

(Ketua Pengadilan Agama Trenggalek Jatim)

 

A. Pendahuluan

Usai hasil rapat TPM hakim dan pimpinan pengadilan dirilis, tak lama berselang data SIKEP berpindah ke tempat yang baru disusul keluarnya SK (Surat Keputusan) mutasi atau promosi. Kesibukan berikutnya bagi Satker yang ditinggal hakim/pimpinan maupun kedatangan hakim/pimpinan baru, menghadapi acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan serta pisah sambut/kenal. Dimana acara seperti ini di Lingkungan Badan Peradilan di bawah Mahkamah Agung RI anggaran yang tersedia di DIPA Saktker sangat terbatas. Lazimnya acara demikian tidak bisa tidak include makan-makan dan pemberian cendra mata/kenang-kenangan.

Bila pada Satker yang bersangkutan tidak punya dana pelantikan atau dana pelantikan telah terserap habis sudah barang tentu pelantikan/pisah sambut harus tetap dilaksanakan dengan memaksimalkan dana lain yang bisa dipertanggungjawabkan atau pelantikan dirangkai dengan rapat dinas, pembinaan dll. Dalam kondisi demikian, dihubungkan dengan penanggulangan wabah Covid 19 yang belum mereda dan penilaian Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM, maka sepatutnya kita perhatikan arahan Ketua Mahkamah Agung RI melalui Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2020 tentang Larangan Pungutan Terkait Pelantikan dan Pembiayaan Kegiatan Dinas Lainnya. Pesan utama Surat Edaran KMA tersebut seyogianya pelantikan dilaksanakan dengan sederhana dan khitmat. Tak perlu di hotel dengan sajian acara dan menu makanan yang berkelas, panitia yang profesional dengan honor standar dsb. yang ujungnya memberatkan pejabat yang dilantik atau pihak lain yang “ditodong” sebagai sponsor.


Selengkapnya KLIK DISINI


 

 

Comments  
# rokiah PA Manado 2020-09-15 10:25
Bagus tulisannya pak Ketua.
Terkesan dengan untaian kalimatnya; busana resmi
saat menghadiri pelantikan suami tercinta adalah Kebaya Lurik, kebaya motif lurik,
kebaya Kartini dengan sedikit kuthubaru, bagian depan meruncing, panjang kebaya
bagian belakang menutupi bokong, dipadu dengan kain sarung batik overslag. Bila
berjalan lenggak lenggok masih terkesan seksi dan anggun meskipun sudah nenek-nenek.
Reply | Reply with quote | Quote
# anies m-pa-kbm 2020-10-20 18:33
Terima kasih atas artikelnya. Semoga bermanfaat. Mencerahkan
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage