Wujud Empati dan Kekeluargaan, PA Bangkinang Hadiri Takziah untuk Keluarga Ibu Nurzauti

Bangkinang | www.pa-bangkinang.go.id
Senin (21 Oktober 2025) – Sebagai wujud kepedulian dan rasa kekeluargaan, perwakilan keluarga besar Pengadilan Agama Bangkinang menghadiri takziah ke rumah duka almarhum Bapak Harmi, yang merupakan abang kandung dari Ibu Dra. Hj. Nurzauti, S.H., M.H., Hakim Pengadilan Agama Pekanbaru yang saat ini bertugas sebagai Hakim Detasering di Pengadilan Agama Bangkinang.
Kegiatan takziah dilaksanakan di Simpang Ubi, Desa Simpang Kubu, Kecamatan Kampar, pada Senin, 21 Oktober 2025 pukul 09.57 WIB. Kehadiran perwakilan dari PA Bangkinang menjadi bentuk nyata rasa empati dan kebersamaan terhadap sesama aparatur peradilan yang tengah berduka.

Almarhum Bapak Harmi berpulang ke rahmatullah pada Senin, 20 Oktober 2025. Dalam suasana yang penuh haru dan kekhusyukan, tampak keluarga, kerabat, serta masyarakat sekitar memadati halaman rumah duka. Di bawah tenda sederhana, jenazah almarhum disemayamkan di atas usungan, sementara pelayat duduk dengan khidmat mendengarkan doa dan sambutan keluarga yang dipenuhi rasa duka mendalam.
Wakil Ketua PA Bangkinang, Ibu Padmilah, S.H.I., M.H., menyampaikan ucapan belasungkawa dan turut mendoakan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT dengan segala amal ibadahnya serta diampuni dosa-dosanya. Tak lupa, doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan, khususnya Ibu Nurzauti, senantiasa diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan ini.
“Keluarga besar Pengadilan Agama Bangkinang turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan,” ungkap Ibu Padmilah dalam kesempatan tersebut.
Suasana duka yang menyelimuti rumah almarhum mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan di antara aparatur peradilan. Takziah ini menjadi pengingat penting bahwa di balik tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara, nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan empati tetap menjadi dasar dalam menjalin hubungan antar sesama. (ES/TimITPaBkn)