
Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar Asri Handayani S.H.I., M.E. mengawali bina mental bulan Agustus yang jatuh pada Kamis, tanggal 05 Agustus 2021. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Pengadilan Agama Pematangsiantar pada pukul 08.30 yang dihadiri oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Pematangsiantar.
Judul bina mental kali ini ialah titipkan surat untuk tuhan. Kisah ini diawali dengan seorang anak dengan keadaan yang miskin dan menginginkan uang sebesar 500.000 agar bisa membantu keuangan ayah dan ibu nya. Lalu ia berinisiatif untuk menuliskan surat kepada tuhan agar diberikan uang sebesar 500.000. Setelah selesai menuliskan surat, sang anak tersebut lalu pergi ke kantor pos untuk mengirimkan suratnya. Pak Pos yang menerima surat anak itu sangatlah kebingungan kemanakah harus ia sampaikan surat tersebut. Akhirnya Pak Pos memberikan surat tersebut ke kantor Polisi. Para polisi yang menerima surat tersebut juga ikut bingung bagaimana menanggapi surat tersebut. Hingga akhirnya mereka berinisiatif untuk mengumpulkan uang dan memberikannya kepada anak itu.

Terkumpullah uang sebesar 300.000 dari para polisi dan mereka akhirnya menyerahkan uang tersebut kepada si anak. Saat si anak menerima surat tersebut ia sangat senang karena suratnya dibalas oleh Tuhan. Setelah anak tersebut membuka amplop surat itu, ia menghitung jumlah uang yang diterima sebesar 300.000. Lalu ia berkata “Kenapa yang saya minta 500.000 dan yang tinggal hanya 300.000”. Si anak pun berprasangka bahwa polisi telah memotong uang yang diberi tuhan kepadanya. Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa jika kita telah berbuat kebaikan tetapi orang lain yang berprasangka buruk kepada kita akan tetap menganggap perbuatan kita tersebut tetap buruk.

Sebelum menutup kegiatan ini, Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar berpesan agar kita saling nasihat menasehati serta tetap tanamkan nilai integritas dalam bekerja.
Tim IT PA Pematangsiantar