Dalam rangka mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, Pengadilan Agama Pematangsiantar kembali melaksanakan Tausiyah Ramadhan 1446 H. Kegiatan yang berguna untuk peningkatan iman dan taqwa dimulai pada hari pertama bekerja di bulan ramadhan yang jatuh pada Senin, 3 Maret 2025.
Sebelum kegiatan ini dimulai, terlihat seluruh aparatur Pengadilan Agama Pematangsiantar mengisi barisan shalat Zuhur berjamaah di Musholla Al-Mizan. Selepas dilaksanakan sholat zuhur berjamaah, kegiatan tausyiah ramadhan ini dibuka oleh Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar Sri Hartati, S.H.I., M.H. Beliau menyampaikan tausiyah dengan tema “Keajaiban Sedekah Zaman Nabi Musa”.
Dikisahkan hiduplah sepasang suami istri yang taat dan beriman kepada Allah Swt, tetapi hidup dalam kesusahan dan kemiskinan. Lalu, sepasang suami istri itu memutuskan untuk meminta tolong kepada Nabi Musa agar berbicara kepada Tuhan agar mengentaskan kemiskinan dan memberikan kekayaan kepada keduanya.
Setelah itu, Allah Swt., mengabulkan doa tersebut dan berfirman: "Wahai Musa, katakanlah kepada mereka, Aku akan memberikan kepada mereka kekayaan, namun kekayaan itu Aku berikan hanya satu tahun. Dan setelah satu tahun, akan Aku kembalikan mereka menjadi orang miskin kembali.”
Kemudian Nabi Musa menyampaikan kepada suami istri tersebut bahwa keinginan mereka dikabulkan oleh Allah SWT. Mereka sangat bahagia dan datanglah rezeki dari arah yang tak terduga-duga. Sepasang suami istri ini kemudian menjadi orang terkaya. Sang istri lalu menyampaikan gagasan bahwa harta yang mereka miliki sebaiknya dipergunakan untuk membantu orang lain.
Sepasang suami istri tersebut membantu orang yang sedang kesulitan, sampai membangun tempat singgah untuk para musafir. Selama berbulan-bulan, mereka terus disibukkan dengan melayani dan memuliakan para musafir yang berdatangan. Satu tahun berlalu, kehidupan sepasang suami istri itu tetap kaya, seolah mereka lupa dengan tenggat waktu yang telah Allah berikan. Melihat hal itu Nabi Musa juga merasa heran dan bertanya kepada Allah Swt., “Ya Tuhanku, Engkau telah menetapkan syarat kepada mereka hanya satu tahun. Sekarang, sudah lewat satu tahun tetapi mereka tetap hidup kaya?"
Allah Swt berfirman: “Wahai Musa, Aku membuka satu pintu di antara pintu-pintu rezeki kepada keluarga tersebut, lalu mereka membuka tujuh pintu untuk membantu hamba-hamba-Ku. Wahai Musa! Aku merasa malu kepada mereka. Wahai Musa! Apakah mungkin hamba-Ku lebih dermawan dari-Ku.”

Kisah ini memberikan pelajaran bahwa sejatinya apa yang kita tanam, maka itu yang akan kita tuai. Selain itu, keikhlasan dalam bersedekah akan membuat hidup menjadi lebih berkah. Dalam kisah ini, seakan kita juga diberi peringatan bahwa harta yang kita miliki adalah titipan dan ada hak orang lain di dalamnya, maka pergunakanlah dengan sebaik-baiknya.
Sebelum mengakhiri tausiyah ini, Ibu Ketua mengajak seluruh hadirin untuk selalu menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Setelah pemberian tausiyah oleh Ibu Ketua, terlihat seluruh aparatur PA Pematangsiantar melanjutkan kegiatan Tadarus Al-Quran. Pelaksanaan kegiatan Tadarus Al-Quran ini, karena selain untuk menambah nilai ibadah puasa kita sekaligus untuk memperbaiki bacaan Al-Quran.
