
Bertempat di Aula Lantai III Pengadilan Tinggi Agama Medan pada hari Senin tanggal 27 Februari 2023 dimulai Pukul 09.00 Wib, dilaksanakan Peringatan Isra’ Mi’raj 1444 Hijriyah Sebagai Penceramah pada kegiatan Isra’ Mi’raj 1444 adalah Dr. H. M. Syukri Al Bani Nasution, M.A. (Kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UIN SU dan Sekretaris Umum MUI Kota Medan). Acara Memperingati Hari Isra’ Mi’raj ini dilaksanakan berdasarkan Surat Undangan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan Nomor : W2.A/571/HM.01/II/2023 tanggal 24 Februari 2023. Acara dihadiri oleh Seluruh Aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan dan Intern Darmayukti Karini Pengadilan Tinggi Agama Medan. Memperingati hari Isra’ Mi’raj 1444 Hijriyah ini bertemakan “Dengan Peringatan Isra’ Mi’raj 1444 H Kita Tingkatkan Kualitas Sholat Dalam Membangun Integritas Dan Kinerja”.
Acara di buka olehSri Fitriati, S.Kom. Pranata Komputer Ahli Muda Pengadilan Tinggi Agama Medan dan dilanjutkan dengan Pembacaan Al Qur’an oleh Jamaludin, S.Ag., M.H. Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan. Acara dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan oleh Ketua BKM Al Mizan Drs. H. Ahmad Musa Hasibuan, M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan).

Dalam ceramah Al Ustad Dr. H. M. Syukri Al Bani Nasution, MA. Menyampaikan bahwa relevansi pembentukan peradaban Islam dilihat bagaimana orang beribadah ketika shalatnya akan membuat dia menjadi lebih melakukan aktivisme sosial.
Itu artinya hubungannya baik dengan Tuhan dengan mencerminkan perilaku sosial yang baik pula,” ucapnya. Yang harus dilihat dari ibadah shalat itu adalah bagaimana dampaknya dalam kehidupan sosial. Jadi kalau orang masih Shalat tapi masih jahat dan tidak peduli dengan lingkungan sosial, maka menunjukkan apakah sudah benar ibadahnya. Seseorang itu bisa baik jika hubungan utamanya dengan Tuhan juga baik.
Perbaiki dulu secara personal dan selanjutnya akan muncul aspek sosialnya. Kita ingin peradaban Islam ini dipandang secara universal untuk membangun peradaban dunia agar menjadi lebih baik lagi. Peristiwa penting Isra Mi’raj yaitu perintah shalat. Allah SWT meminta umatnya menegakkan shalat lima waktu kepada setiap muslim. Di dalam shalat, segala simbol kesombongan diri benar-benar ditiadakan. Melalui gerakan sujud misalnya, umat diminta mensejajarkan kepala, telapak tangan, dan kaki dengan sama-sama rendah. Kita diajarkan tentang kesetaraan dan kesederhanaan, serta kesadaran akan kebesaran Allah SWT. Peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai perwujudan mengajarkan komitmen dan kepercayaan yang total. Tanpa komitmen dan kepercayaan yang penuh, maka sulit sekali meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW. telah melakukan perjalanan sejauh itu dengan waktu sedemikian singkat.

Shalat itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa shalat maka hati kita akan gersang melebihi gersangnya gurun sahara. Shalat lima waktu juga mempunyai beberapa keistimewaan dibandingkan semua ibadah wajib lainnya, di antaranya: Shalat 5 waktu merupakan ibadah yang Allah Ta’ala syariatkan kepada Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam secara langsung tanpa perantara malaikat. Berbeda halnya dengan kewajiban lainnya yang diwajibkan melalui perantara malaikat. Shalat 5 waktu diwajibkan di langit sementara kewajiban lainnya diwajibkan di bumi. Karenanya sangat pantas kalau shalat 5 waktu dikatakan sebagai ibadah yang paling utama. Sholat adalah tiang agama, Sama dengan bekerja, pondasi bekerja yakni integritas. Dan integritas dibangun lewat ibadah. Integritas menjadi faktor kunci suksesnya seseorang dalam bekerja. Tanpa integritas, tingginya kualitas seseorang akan tidak berguna. Ia akan jatuh.
Acara diakhiri dengan pembacaan Do’a oleh Al Ustad Dr. H. M. Syukri Al Bani Nasution, MA.
Demikian Acara Peringatan Isra’ Mi’raj 1444 Hijriyah ini dilaksanakan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. (Jas)