Program Ditjen Badilag Goes to Campus Merambah Kampus di Tanah Papua

(Dirjen Badilag berfoto bersama dengan undangan dan peserta kuliah umum di IAIN Sorong)
Kota Sorong - Program Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung Republik Indonesia Go to Campus merambah kampus di Tanah Papua. Hal ini terbukti dengan telah digelarnya kuliah umum hasil kerjasama antara Badilag dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Provinsi Papua Barat Daya pada Jumat (22/11/2024).
Acara yang digelar di Aula IAIN Sorong tersebut terselenggara juga atas koordinasi antara IAIN Sorong dengan Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat dan Pengadilan Agama Sorong sebagai pelaksana lokal. Selain menghadirkkan narasumber Dirjen Badilag Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., pada kuliah umum tersebut juga menghadirkan narasumber Wakil Rektor I Dr. Sudirman, S.H., M.H.I.


Kuliah umum dihadiri tamu undangan dari unsur Kementerian Agama, MUI, Tokoh Masyarakat, Ormas Islam, akademisi dan para mahasiswa. Selain itu, kuliah umum tersebut juga menghadirkan tersebut juga menghadirkan para alumni prodi Hukum Keluarga. Karena dalam kuliah umum tersebut Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI Sahlanuddin, S.Ag., S.H., M.H. turut berbagi informasi penting terkait peluang alumni Hukum Keluarga.

(Penandatangan MoU antara PTA Pabar dengan IAIN Sorong disaksikan Dirjen Badilag)
Sebelum kuliah umum dimulai, acara diawali dengan pembukaan dan sambutan serta penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara PTA Papua Barat dengan IAIN Sorong. Selanjutnya Warek I IAIN Sorong selaku narasumber menyampaikan materi dengan tema Problematika Perkawinan di Indonesia.
Dalam sambutannya Rektor IAIN Sorong Dr. Suparto Iribaram, S.Sos., M.A. menyatakan kebahagiaan dan apresiasi karena Dirjen Badilag MA berkenan bersinergi dengan kampusnya. Dirinya menyatakan kesempatan tersebut merupakan kesempatan yang sangat spesial dan bahkan langka.

(Kabiro kepegawaian Sahlanuddin, S.Ag., M.H. membagikan souvenir ke peserta)
Kabiro Kepegawaian MA RI selanjutnya menyampaikan detil kebutuhan aparatur di Mahkamah Agung secara menyeluruh. Termasuk di dalamnya Hakim dan aparatur lainnya (ASN). Di mana pada intinya Kabiro Kepegawaian menekankan kebutuhan MA masih sangat banyak dan tak perlu khawatir karena tidak ada pungutan sekecil apapun untuk menjadi hakim/ASN di MA.
”Mahkamah Agung sangat berharap adik-adik lulusan IAIN Sorong ini bisa siap bersaing untuk mendapatkan tempat sebagai hakim/ASN di lingkungan MA. Jangan khawatir, saya jamin seluruh proses penerimaan aparatur di MA tidak ada pungutan apapun alias gratis,” tegasnya.
Dirjen Badilag yang menutup materi kuliah umum dengan menyampaikan tema Peluang dan Tantangan Sarjana Syariah di Lembaga Peradilan menitikberatkan kondisi minimnya tenaga teknis di lingkungan Peradilan Agama. Dirinya memotivasi para peserta kuliah umum terutama para mahasiswa Tingkat akhir dan para alumni untuk Bersiap menjadi bagian dari Mahkamah Agung khususnya pada lingkungan Peradilan Agama.
“Kita di Peradilan Agama sangat kekurangan aparatur. Sebagai contoh kita saat ini kekurangan tenaga hakim sekitar 3.577 orang. Karena idealnya hakim di 34 Pengadilan Tingkat Banding dan 412 Pengadilan Tingkat Pertama adalah sebanyak 5753 personil. Sementara yang ada saat ini di Peradilan Agama hanya memiliki 2716 orang hakim,” ujarnya.

(Dari kanan ke kiri: Kabiro Kepegawaian, Dirjen Badilag, Rektor IAIN Sorong, KPTA Pabar dan Warek I IAIN Sorong)
Dalam kuliah umum yang berjalan sangat interaktif tersebut, para peserta antusias bertanya dan meminta penjelasan detail mengenai materi. Sebanyak delapan mahasiswa dan alumni diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan saran serta masukan. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama sekaligus pemberian souvenir dari Ditjen Badilag MA RI kepada seluruh peserta yang bertanya. (Spn)