Menyambut bulan suci Ramadhan 1445 H, keluarga besar Pengadilan Agama Pematangsiantar melaksanakan kegiatan punggahan. Acara ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 01 Maret 2024 setelah Shalat Jumat pada pukul 14.00 WIB di Lobby Pengadilan Agama Pematangsiantar. 

Acara ini dilaksanakan dalam suasana santai sehingga menimbulkan suasana akrab di antara pegawai. Pada kesempatan ini, Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar Sri Hartati, S.H.I., M.H. menyampaikan permohonan maaf atas nama pimpinan kepada seluruh jajaran aparatur Pengadilan Agama Pematangsiantar atas segala sikap dan ucap yang mungkin tidak berkenan di hati. 

"Dalam hitungan hari kita in sya Allah akan bertemu dengan Ramadhan. ‎Ramadhan adalah bulan agung, bulan yang penuh berkah. Ramadhan adalah ‎momentum yang sangat strategis bagi orang-orang beriman untuk meningkatkan ‎kualitas ketaatannya kepada Allah demi menggapai derajat takwa. Tentu ‎yang tidak mungkin dilupakan adalah firman Allah di dalam surat Al-Baqarah ‎ayat 183 yang menjelaskan betapa puasa merupakan wasilah bagi orang-orang ‎beriman untuk menggapai cita-cita tertinggi seorang hamba yaitu derajat takwa ‎yang akan mengantarkannya sampai pada posisi orang paling mulia di sisi Allah ‎SWT.‎

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ‎

‎"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa ‎sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

 

Ibu Ketua juga menjelaskan hal-hal apa saja yang harus disiapkan untuk menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadhan., yaitu:

‎1. Niat. Ini merupakan faktor paling menentukan tercapai atau tidaknya apa yang ‎kita inginkan dari Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda,‎

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى‎

‎“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.‎
‎(HR Bukhari – Muslim)‎

Hadits ini, sebagaimana sangat banyak ayat dan hadits yang berbicara tentang ‎urgensi niat dan tekad dalam ibadah menunjukkan betapa niat menjadi variabel ‎kuncil kualitas Ramadhan kita. ‎

Itulah yang sedini mungkin harus dipersiapkan. Dalam bentuk yang teknis, niat ‎ini diterjemahkan menjadi planning Ramadhan, rencana-rencana kongkret ‎amaliah Ramadhan, apa yang akan kita lakukan selama Ramadhan dan seperti ‎apa targetnya. Seperti, berapa kali target khatam Al-Qur’an, berapa hari dan di ‎mana mau melaksanakan i’tikaf, berapa kali akan memberikan takjil untuk ‎tetangga, berapa banyak kita alokasikan dana untuk zakat, infak, shadaqah, ‎wakaf, dan seterusnya. ‎

‎2. Ilmu. Tidak ada amal tanpa ilmu. Amal tanpa ilmu boleh jadi hanya akan ‎mendatangkan kesia-siaan bahkan bisa berujung kesesatan. Islam menegaskan ‎bahwa iman harus berdampingan dengan ilmu. Allah SWT berfirman, ‎

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ‎ ‎

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-‎orang yang diberi ilmu pengetahuan banyak derajat. (QS Al-Mujadilah: 11)‎

Secara ‎personal kebutuhan untuk menyegarkan kembali pengetahuan dan wawasan ‎seputar fiqih puasa serta segala seluk belum agenda Ramadhan bisa dilakukan ‎dengan membaca buku atau mendengarkan kajian online melalui YouTube, FB ‎atau Instagram

‎3. Fisik. Ibadah puasa merupakan salah satu ibadah dengan dimensi fisik yang ‎sangat dominan. Bukan hanya ibadah puasa itu sendiri, termasuk qiyamu ‎Ramadhan (Shalat Tarawih), tilawah Al-Qur’an dan i'tikaf yang menjadi ibadah ‎unggulan di bulan Ramadhan juga sangat membutuhkan kesehatan dan ‎kebugaran fisik. Karena itu sangat penting untuk mempersiapkan fisik agar ‎sepanjang Ramadhan kita betul-betul bisa menikmati ibadah secara khusus ‎yang momennya tidak akan ditemukan di luar Ramadhan.‎

‎4. Harta. Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita bahwa Ramadhan ‎merupakan bulan paling strategis untuk memaksimalkan ibadah harta. Di dalam ‎hadits dari Ibnu Abbas diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih ‎dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril AS bertemu dengan beliau. ‎Jibril menemui beliau setiap malam Ramadhân untuk menyimak bacaan al-‎Qur’an beliau. Sungguh, Rasûlullâh SAW lebih dermawan daripada angin yang ‎berhembus.” (HR Bukhari – Muslim)‎

‎5. Keluarga. Betapa indahnya bila Ramadhan menjadi madrasah iman keluarga ‎di mana seluruh anggota keluarga saling bahu-membahu, saling mendorong ‎dan berlomba-lomba untuk melakukan ibadah terbaik. Itu hanya mungkin ‎terwujud bila kita mempersiapkannya sejak sebelum Ramadhan. Dibutuhkan ‎komitmen bersama, yang dipahami dan sepakati bersama oleh seluruh anggota ‎keluarga tentang Ramadhan model apa yang ingin diwujudkan. ‎

 

"Inilah beberapa hal yang mudah-mudahan bisa kita persiapkan bersama-sama ‎untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga Ramadhan tahun ini jauh ‎lebih baik dari Ramadhan sebelumnya", tutup Ibu Ketua.

 

Tim IT PA Pematangsiantar