MUHASABAH DIRI DALAM MENYAMBUT TAHUN BATU 1445 HIJRIYAH

(Bimbingan Mental Oleh Wakil Ketua YM. Dr. Hasan Nul Hakim, S.H.I., M.A.)

 

WhatsApp Image 2023 07 17 at 13.02.21 1

Bangkinang | www.pa-bangkinang.go.id

Bangkinang, Senin, 17 Juli 2023, Ba’da Zuhur, bertempat di Mushala Al-Hikmah Pengadilan Agama Bangkinang, dilaksanakan kegiatan tausyiah dalam rangka Pembinaan Mental (Bimtal) bagi seluruh aparatur Pengadilan Agama Bangkinang. Pada bimtal kali ini disampaikan oleh Bapak Dr. Hasan Nul Hakim, S.H.I., M.A. selaku YM. Wakil Ketua Pengadilan Agama Bangkinang, bertindak sebagai protokol H. Faisal Zein, ST selaku PPNPN Pengadilan Agama Bangkinang. Kegiatan dihadiri oleh para Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Struktural, Fungsional, Pegawai serta PPNPN Pengadilan Agama Bangkinang.

WhatsApp Image 2023 07 17 at 13.02.22

Dalam materi yang disampaikan dalam bimtal ini hendaknya kita melakukan muhasabah diri yaitu:

Pertama, MUHASABAH SEBELUM KITA BERBUAT. Muhasabah ini diilakukan dengan memikirkan terlebih dahulu: apakah yang hendak kita lakukan sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya atau tidak. Orang yang beriman akan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang Allah kehendaki, sebagaimana firman-Nya dalam QS at-Takwir, 81: 29, artinya: "Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam."

Ayat tersebut mengingatkan kita bahwa Allah SWT yang menentukan segalanya. Adapun manusia hanya dapat berusaha. Karena itu kita harus memantapkan keyakinan kepada Allah, sembari bertawakal: menyerahkan dan menyandarkan diri  hanya kepada-Nya.

Kedua, MUHASABAH SAAT KITA MELAKUKAN SESUATU. Muhasabah ini penting, agar kita selalu dapat mengontrol diri. Dengannya, kita akan menjauhi segala penyimpangan yang tidak sejalan dengan petunjuk dan tuntunan syariat Islam.

Seorang muslim harus merasakan bahwa dirinya berada dalam pengawasan Allah. Allah melihat seluruh apa yang dilakukan, kapan dan dimanapun ia berada. Firman Allah dalam QS al-Buruj, 85: 9, artinya: "(Allah) yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu." Dan Allah juga berfirman QS An-Nahl, 16: 128, artinya: "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan."

Ketiga, MUHASABAH SETELAH KITA MELAKUKAN SESUATU. Muhasabah ini dilakukan dengan maksud, agar kita dapat menemukan kesalahan dan dosa yang pernah diperbuat. Lalu kita berusaha untuk memperbaiki diri, menyesalinya dengan taubat: kembali ke jalan Allah, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

WhatsApp Image 2023 07 17 at 13.02.20

Perintah Allah dalam QS al-Hasyr, 59: 18, artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Kita harus meyakini dan menyadari sepenuhnya bahwa kehidupan dunia pasti berakhir. Dengan keyakinan dan kesadaran inilah, maka kita akan menyiapkan diri menyongsong kehidupan masa depan, yaitu kehidupan di akhirat kelak.

Dengan bimbingan mental ini diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggungjawab sehingga dalam menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. (AD/TimITPABkn)