Kualasimpang | ms-kualasimpang.go.id
Selasa, 26/07/2022. Sehubungan dengan surat undangan nomor 3338/DJA/HM.00/7/2022 dalam rangka pelaksanaan kegiatan berdasarkan Nota Kesepahaman antara Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) dengan Federal Circuit & Family Court of Australia (FCFCOA) pada 8 Desember 2020, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama bekerjasama dengan FCFCOA yang difasilitasi oleh Australia-Indonesia Partnership of Justice 2 (AIPJ2) menyelenggarakan Webinar Update Gugatan Mandiri dan e-Court untuk Peningkatan Akses Keadilan Bagi Perempuan.

 

Pembukaan webinar tersebut oleh Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. (Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI), Narasumber yang diisi oleh The Hon. Justice Liz Boyle dan The Hon. Justice Suzy Christine (Federal Circuit and Family Court of Australia),  Dr. Dra. Nur Djannah, S.H., M.H. (Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag MARI), Rio Satria, S.H.I., M.H. (Hakim Yustisial Ditjen Badilag MARI), serta Narator oleh M. Natsir Asnawi, S.H.I., M.H. (Hakim Yustisial Ditjen Badilag MARI).

 

Tepat pukul 14.00 WIB, Dangas Siregar, S.H.I., M.H. selaku Ketua Mahkamah Syar'iyah Kualasimpang, Anny Suryani, S.Ag. selaku Panitera Muda Hukum, serta Ahlul Badri, S.H. dan Devi Amanda Sari, A.Md., A.B selaku CPNS Mahkamah Syar'iyah Kualasimpang juga mengikuti webinar tersebut di Media Center Mahkamah Syar’iyah Kualasimpang.

 

Di akhir sesi acara, Ketua Mahkamah Syar'iyah Kualasimpang menyampaikan “Semoga Mahkamah Syar’iyah Kualasimpang dapat mengoptimalkan penggunaan Gugatan Mandiri dan e-Court secara baik dalam kualitas layanan ke masyarakat khususnya peningkatan akses keadilan bagi perempuan”, pungkas Ketua Dangas.

 

(HUMAS/DIN)