Memperingati Hari Raya Isra Mi'raj 27 Rajab 1443 H

Sibolga, Sabtu (18/2/2023), Dalam rangka memperingati Hari Raya Isra Miraj, marilah kita semua sejenak kembali melihat sejarah tentang Isra Miraj ini. Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam karena peristiwa ini merupakan perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan shalat lima waktu. Selain itu, peristiwa Isra Miraj merupakan dua perjalanan Nabi Muhammad SAW yang terjadi dalam satu malam yang oleh Umat Islam diperingati setiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriah atau yang kali ini jatuh pada tanggal 18 Februari 2023 Masehi.
Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Kemudian Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit ketujuh (Sidratul Muntaha). Isra Miraj juga seringkali dimaknai sebagai perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW dalam satu peristiwa. Akan tetapi, Isra dan Miraj sebenarnya merupakan dua bagian perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra dan Miraj.
1. Peristiwa Isra
Peristiwa Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Kabah di Mekkah ke Masjid Al Aqsa yang berada di Yerusalem. Saat itu, perjalanan dari Kabah ke Masjid Al Aqsa dapat ditempuh dengan kuda atau unta selama satu bulan. Namun, Nabi Muhammad SAW dapat menempuh perjalanan tersebut hanya dalam satu bulan. Di perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW mengendarai hewan bernama Buraq. Buraq digambarkan memiliki tubuh seperti kuda putih dengan sayap dan ekor burung merak. Sesampainya di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW dikisahkan memimpin para nabi terdahulu untuk melaksanakan ibadah salat dua rakaat.
2. Peristiwa Miraj
Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjid Al Aqsa menujut ke langit ketujuh (Sidratul Muthana). Di tiap tingkatan langit tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu. Nabi-nabi tersebut di antaranya: Nabi Adam di langit pertama. Nabi Isa dan Yahya di langit kedua. Nabi Yusuf di langit ketiga. Nabi Idris di langit keempat. Nabi Harun di langit kelima. Nabi Musa di langit keenam. Nabi Ibrahim di langit ketujuh. Sejak kedua peristiwa tersebut, umat Islam diwajibkan menjalankan salat lima waktu dalam sehari. Namun pada mulanya, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah salat sebanyak 50 kali dalam sehari.
Kendati demikian, Nabi Muhammad SAW pernah diingatkan oleh Nabi Musa as bahwa jumlah tersebut terlalu besar. Nabi Muhammad SAW kemudian meminta keringanan kepada Allah SWT. Hingga kini, Isra Miraj diperingati sebagai hari besar oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Mereka melakukan beragam cara untuk memperingati hari besar ini. Misalnya dengan beribadah, melaksanakan syukuran, hingga mengadakan pengajian.
Semoga dalam memperingati Hari Raya Isra Miraj ini kita sebagai umat muslim dapat menjadikannya momentum untuk melakukan refleksi terhadap diri dan memperbaiki ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah. (FAG)