Senin, 18 Maret 2024, “KURMA” Kuliah Ramadhan PA Tangerang diisi dengan ceramah singkat dengan pesan bahwa shalat dapat menghilangkan kebiasaan berkeluh kesah manusia.
Pada KURMA kali ini, Drs. H. Badruddin, M.H. yang juga Hakim di Pengadilan Agama Tangerang, memimpin shalat zuhur berjamaah sekaligus mengisi ceramah selepas shalat zuhur dengan judul “Kebiasaan Berkeluh Kesah”.


Badruddin mengawali ceramahnya dengan menyampaikan bahwa sesungguhnya seluruh manusia diciptakan dengan membawa karakter halu’ah, seperti yang disampaikan Allah SWT. dalam QS (Quran Surat) Al Ma’arij [70] ayat 19:
اِنَّ الۡاِنۡسَانَ خُلِقَ هَلُوۡعًا ۙ
Artinya: “Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir.”
Dengan sifat yang diberikan Allah SWT. tersebut, manusia akan mengeluh apabila tidak mendapatkan apa yang diinginkan, dan pelit di saat menerima rezeki. Kedua hal ini diterangkan Allah SWT. di dalam QS Al Ma’arij [70] ayat 20-21:
اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوۡعًاوَاِذَا مَسَّهُ الۡخَيۡرُ مَنُوۡعًا
Artinya: “Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah. Apabila mendapat kebaikan (harta), ia amat kikir.”
Namun demikian, kedua sifat ini dapat dikurangi bahkan dihilangkan dengan melaksanakan shalat secara konsisten.
اِلَّا الۡمُصَلِّيۡنَۙالَّذِيۡنَ هُمۡ عَلٰى صَلَاتِهِمۡ دَآٮِٕمُوۡنَ
Artinya: “kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, yang selalu setia mengerjakan salatnya” (QS Al Ma’arij [70] ayat 22-23)


Badruddin menambahkan bahwa shalat dapat memberikan ketenangan batin. Terlebih lagi, ada bagian di dalam shalat yang menjadi momen seorang hamba langsung bertatapan dengan Allah SWT, yaitu ketika membaca alfatihah dan ketika membaca tasyahud.
“Kalau ada orang shalat, tapi tidak tenteram hatinya, berarti shalatnya harus dikoreksi, “ ucap Badruddin.


Lanjut dalam ceramahnya, Badruddin menjelaskan bahwa hilangnya kebiasaan mengeluh terjadi jika shalat dilaksanakan secara terus-menerus, dan shalat merupakan cara pertama mengurangi kebiasaan mengeluh. Setelah shalat, masih ada cara lainnya yang akan dibahas pada kesempatan lain.
“Mudah-mudahan kita diberikan kesehatan, keselamatan, kesabaran, dan dihindari dari watak dan karakter yang selalu berkeluh kesah terhadap persoalan-persoalan. Semangat kita hadapi, semuanya ada solusinya, semua ada kuncinya,” pesan Badruddin mengakhiri tausiyahnya.