aret 2025 – Pengadilan Agama Tangerang kembali menggelar kegiatan Kuliah Ramadhan (Kurma) pada hari ini, yang berlangsung dengan penuh khidmat di lobi lantai atas gedung Pengadilan Agama Tangerang. Acara ini dihadiri oleh hakim dan aparatur peradilan selepas melaksanakan shalat zuhur berjamaah.

 

 

Pada kesempatan kali ini, H. Badruddin, Hakim C1 Pengadilan Agama Tangerang, menyampaikan pesan-pesan berharga yang tidak hanya relevan bagi kehidupan spiritual, tetapi juga sangat penting dalam menjalankan tugas sehari-hari di Pengadilan Agama Tangerang, khususnya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Tema yang diangkat dalam Kuliah Ramadan kali ini adalah "Puasa Membentuk Pelayanan Prima", sangat relevan dengan tugas aparatur peradilan, khususnya dalam memberikan pelayanan publik selama bulan suci Ramadan.

 

 

H. Badruddin mengajak seluruh hadirin untuk menetapkan pola pikir bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan di kantor merupakan bagian dari ibadah. “Di Ramadan ini, ingatkan diri kita bahwa yg kita lakukan disini, itu ibadah. Jadi lakukan pekerjaan itu secara sempurna, secara prima,“ ucapnya. “Kalau kita memberikan pelayanan kepada orang yang datang, berikan kemampuan kita sesuai dengan keilmuan kita, yang paripurna dan dengan hati.”

 

 

Di akhir ceramahnya, H. Badruddin mengutip salah satu ayat dari Surah Al-Isra (ayat 7), yang berbunyi: " In ahsantum ahsantum li`anfusikum, wa in asa`tum fa lahaa, fa iżaa jaa'a wa'dul-aakhirati liyasuu'u wujuhakum wa liyadkhulul-masjida kamaa dakhaluhu awwala marratiw wa liyatabbiru maa 'alau tatbiiraa. Dengan terjemahan "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri"". Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari, pada akhirnya akan kembali kepada diri kita sendiri, begitupun sebaliknya..“Yakin yg kita lakukan, akan kembali kepada kita,” ujarnya.

 

Semoga melalui Kuliah Ramadhan kali ini, kita dapat lebih memahami makna puasa sebagai sarana untuk membentuk karakter dan memberikan pelayanan prima dalam setiap aspek kehidupan.