Pada Selasa, 26 Maret 2024 merupakan giliran Kasubbag Perencanaan, TI dan Pelaporan Pengadilan Agama Pematangsiantar, Idrus, S.H.I. menjadi pemateri dalam kegiatan Tausiyah Ramadhan 1445 H. Di hari kedelapan kegiatan ini beliau membawakan materi mengenai kisah dari sahabat nabi Musa di surga. 

Beliau mengawali kisah tersebut dengan suatu ketika Nabi Musa AS. berdoa kepada Allah: "Ya Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku sahabat karib ku kelak di surga nanti”. Kemudian Allah berfirman kepada Nabi Musa untuk pergi ke suatu pasar untuk mencari dan menemui seorang laki-laki tukang potong daging. Sebab lelaki tersebut kelak akan menjadi sahabat karib Musa kelak di surga.

Lalu pergilah Nabi Musa ke pasar dan sampailah ia di sebuah toko yang dimaksud dan berhenti di situ hingga menunggu sampai terbenamnya matahari. Sebelum pulang si tukang potong tersebut mengambil sepotong daging dan meletakanya di sebuah keranjang untuk dibawa pulang. Ketika lelaki tersebut hendak berlalu, Nabi Musa bertanya apakah ia boleh bertamu ke rumah lelaki tersebut.

Lelaki pemotong daging tersebut pun mengiyakan dan mengajak Nabi Musa untuk kerumahnya. Sesampai di rumah, laki-laki itu pun segera memasak daging yang ia bawa tadi menjadi hidangan berkuah yang sangat sedap. Setelah masakannya matang, ia membawa seorang wanita yang sangat tua keluar dari kamarnya. Wanita tua ini disuapi makanan dengan perlahan sampai ia kenyang. Lalu laki-laki ini mencucikan pakaiannya, memandikanya, memakainkan baju yang bersih, sampai menempatkan kembali ia ke tempat tidurnya.

Nabi Musa melihat wanita tua sudah tua tersebut dan dalam keadaan lemah, namun ia masih bisa menggerakkan bibirnya. Bibir wanita tua tersebut terus berdoa seraya mengucapkan 'Ya Tuhanku, tempatkanlah anakku di samping Nabi Musa kelak di surgamu'. Selanjutnya Nabi Musa menanyakan siapakah wanita tua itu. Lalu si tukang daging menjawab "Wanita itu adalah ibuku, ia sudah begitu sangat lemah sekali sehingga jika ia menginginkan duduk saja tidak mampu."

Selanjutnya Nabi Musa berkata: "Engkau memperoleh berita gembira, saya adalah Musa dan engkau adalah sahabat karibku kelak di surga ". Beliau juga menceritakan maksud kedatangannya ini adalah mengikuti petunjuk dari Allah SWT. Nabi Musa pun akhirnya tahu siapa kelak yang akan menjadi temannya di surga, ia adalah seorang laki-laki yang berbakti kepada ibunya.

Dari kisah ini kita dapat memetik pelajaran bahwa berbakti kepada orangtua kelak akan membawa seorang meraih surga.



Tim IT PA Pematangsiantar