Ketua MS Aceh H. Abd. Hamid Pulungan yang ikut serta menghadiri perkampungan hukum MA tersebut menyebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di seputaran Senayan Jakarta itu dibuka secara resmi oleh Ketua MA dan Wakil Ketua Yudusial serta Wakil Ketua Non Yudisial.
Wakil Ketua MA Non Yudisial Sunarto dalam sambutannya menyampaikan bahwa maksud dan tujuan perkampungan hukum MA adalah untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang upaya MA dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat. Dijelaskannya lebih lanjut, bahwa MA dan badan peradilan di bawahnya berusaha dengan sungguh-sungguh menjadikan pengadilan yang modern yang berbasis teknologi informasi. Sehingga dengan demikian, urainya lagi, proses persidangan di pengadilan akan cepat, sederhana dan biaya ringan.
“MA dan badan peradilan di bawahnya sedang giat-giatnya menjadikan pengadilan modern yang berbasis teknologi informasi untuk mewujudkan pengadilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan,” ujar Wakil Ketua MA Non Yudisial Sunarto.
“Pengadilan sekarang ini telah berubah menjadi pengadilan yang transparan dan melayani,” tandas Sunarto yang mantan Kepala Badan Pengawasan MA ini.

Sunarto pun menginformasikan, bahwa dengan terbitnya Perma Nomor 1 tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik, masyarakat telah dilayani dalam proses persidangan secara e-litigasi. Dengan e-litigasi ini, sambungnya lagi, masyarakat pencari keadilan tidak perlu lagi menghadiri persidangan karena persidangan dilakukan secara elektronik.
“”Dengan e-litigasi, masyarakat tidak perlu lagi menghadiri persidangan karena persidangan dilakukan secara elektronik,” tandas Sunarto.
Setelah selesai acara pembukaan perkampungan hukum MA, Ketua MA Hatta Ali yang didampingi pimpinan MA lainnya meninjau stand perkampungan hukum. Ketika Hatta Ali mengunjungi stand Badilag, beliau menerima penjelasan dari Dirjen Badilag Aco Nur tentang kemajuan yang dicapai Badilag dan peradilan agama. Nampak Hatta Ali serius mendengarkan penjelasan dari Aco Nur. Selain itu, Hatta Ali sempat duduk lama dan minum kopi yang disediakan penjaga stand.
“Nampaknya pak Hatta Ali senang berada di stand Badilag ini,” papar seorang pengunjung yang berasal dari Jawa Timur.
Ketua MA Hatta Ali dan rombongan mengunjungi semua stand yang berada di arena perkampungan hukum tersebut.