
Bina mental pada Jum’at, 27 Mei 2022 dibawakan oleh Hakim Pengadilan Agama Pematangsiantar M. Rizfan Wahyudi, S.H. yang dimulai pada pukul 08.30 WIB di Ruang Sidang Pengadilan Agama Pematangsiantar.
Tema bintal pada hari ini ialah kekuatan kata-kata. Beliau menjelaskan bahwa kekuatan kata kata positif akan menimbulkan perisai. Seperti contoh dalam melakukan sesuatu lalu mengucapakan “aku bisa”, maka akan mendorong diri untuk bisa melakukan hal tersebut. Sedangkan kata-kata negatif bisa membuat seseorang menjadi insecure maupun stress.
“Sebuah kata bisa mengubah cara berpikir kita serta dapat mengubah segalanya”, ungkap beliau yang merekomendasikan buku Words Can Change Your Brain agar lebih memahami efek sebuah kata dalam merubah pola pikir. Dalam ilmu parenting, orangtua juga diajarkan untuk menghindari kata “jangan” dan lebih baik digantikan dengan kata lain. Contohnya ialah “jangan berlari” dan diganti dengan kata “lebih baik jalan pelan saja”.

Selanjutnya, beliau menjelaskan mengenai penelitian Masaru Emoto mengenai penelitian air yang diberikan kata-kata yang bagus dan kata-kata yang buruk. Kristal air yang timbul dari pembekuan air menunjukkan kristal yang terbentuk pada kata-kata dan pesan positif ternyata lebih geometris dan estetis, sedangkan kristal yang dibentuk oleh air dengan kata-kata pesan negatif memiliki bentuk yang kacau dan tidak seragam.
Penggunaan kata “tinggal” dalam lingkungan kerja memiliki mindset menggampangkan atau enteng, contohnya “pekerjaan ini tinggal 30%”. Alangkah lebih baik kata “tinggal” tersebut diganti dengan “masih harus” sehingga ada rasa tanggungjawab.
“Hal yang kita anggap kecil seperti “tinggal itu” bisa memberikan efek domino, karena dianggap sepele. Sebab, dalam pekerjaan tidak ada kerjaan kecil dan kerjaan besar, semuanya sama dan harus diselesaikan”, ungkap beliau.
Sebelum menutup bintal, M.Rizfan Wahyudi, S.H. menyampaikan sebuah quote yang sangat bijak yaitu “Kata-kata mampu menciptakan pola pikir, kata-kata positif untuk pola pikir yang baik sedangkan kata-kata negatif menghambat pola pikir untuk maju”.
Tim IT PA Pematangsiantar