Empat Lingkungan Peradilan di Aceh Laksanakan Peringatan HUT MA ke-68

Aceh | ms-aceh.go.id
Sesuai dengan surat Kepala BUA MA RI No. 221/BUA/HM.01.2/08/2013 tanggal 2 Agustus 2013, MA menginstruksikan bagi Pengadilan Tingkat Banding untuk memperingati Hari Jadi MA ke 68 yang dipusatkan di Pengadilan Tinggi setempat dengan melibatkan empat lingkungan peradilan.
Untuk Provinsi Aceh, peringatan HUT MA dipusatkan di Mahkamah Syar’iyah Aceh, hal ini sesuai dengan rapat yang dilaksanaan tanggal 14 Agustus 2013 di Pengadilan Tinggi/Tipikor Banda Aceh.
Upacara ini diikuti oleh empat lingkungan peradilan yang ada di Banda Aceh, baik tingkat banding maupun tingkat pertama, yaitu MS Aceh sebagai tuan rumah, PT, PN, MS, PTUN dan Dilmil I-01 Banda Aceh. Peserta seluruhnya lebih kurang 200 orang. Halaman MS Aceh yang baru saja selesai dipasang lanskip dan dihiasi dengan taman yang tertata dengan rapi serta halaman yang luas, menjadikan upacara terlihat anggun dan mengesankan.
Yang bertindak sebagai komandan upacara adalah Mayor Chk Asril Siagian dan penggerek bendera merah putih prajurit dari Dilmil I-01 Banda Aceh, sedangkan Pembina upacara adalah Ketua MS Aceh Dr. H. Idris Mahmudy, SH. MH.
Hadir pada upaca tersebut Wakil Ketua PT Banda Aceh H. Chaidir, SH., MH, Wakil Ketua MS Aceh Drs. H. M. Jamil Ibrahim, SH., MH, Kepala Dilmil Letnan Kolonel Budi Purnomo, SH., MH, pimpinan, hakim dan pejabat struktural dan fungsional serta staf dari PN, MS dan TUN Banda Aceh.
Ketua MA dalam pidatonya yang dibacakan Ketua MS Aceh H. Idris Mahmudy meminta kepada warga peradilan untuk merenungkan sejauh mana kiprah institusi yang telah dilaksanakan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.
“Tidaklah berlebihan apabila pada hari ini saya minta agar kita semua luangkan waktu sejenak mengheningkan cipta, merenung, sejauh mana kiprah institusi tempat kita bernanung selama ini dari sisi perannya dalam konsep negara demokrasi dan sejauh mana kontribusi kita semua sebagai insan peradilan untuk mewujudkan peradilan yang kita idam-idamkan,” kata Ketua MA Dr. H. Hatta Ali dalam pidatonya sebanyak 4 (empat) halaman tersebut.
Lebih jauh Ketua MA menegaskan bahwa MA telah mengambil langkah strategis untuk menjadikan lembaga peradilan yang mandiri, transparan, akuntabel yang ditopang dengan teknologi informasi.
Ketua MA menyambut gembira atas prestasi yang diraih dengan menyandang penilaian Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan MA tahun 2012. “Tahun 2013 ini Badan Pemeriksa Keuangan memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan MA setelah dua tahun dianggap disclaimer,” ujar Hatta Ali yang pernah Ketua Pengadilan Negeri Sabang ini.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib dan peserta mengikutinya dengan tekun serta antusias. Maklum, baru pertama kali ini upacara seperti itu dilaksanakan dengan melibatkan empat lingkungan peradilan. Acara diakhiri dengan pembacaan do’a yang dibawakan oleh Hakim Ad Hoc Tipikor PT Banda Aceh Drs. H. Ruysdi, SH.
Setelah upacara selesai lalu dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung di loby MS Aceh. Nampak peserta membaur menjadi satu yang menggambarkan tidak ada perbedaan diantara sesama pengadilan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan peserta untuk saling memaafkan karena masih suasana Idul Fitri 1434 H.
(AHP)