Bintal Rutin Pengadilan Agama Bangkinang 06 November 2023

bint0611231.jpg

Bangkinang | www.pa-bangkinang.go.id

Senin (06/11/2023), bertempat di Musholla Al Muhajirin Lantai II, Pengadilan Agama Bangkinang kembali melaksanakan kegiatan rutin bimbingan mental pertama di bulan November 2023. Pada hari ini Senin, 06 November 2023 bertepatan dengan 22 Rabiul Akhir 1445 H telah dilaksanakan ceramah yang diisi oleh Wakil Ketua, Dr. Hasan Nul Hakim, S.H.I., M.A., dan dihadiri seluruh pegawai Pengadilan Agama Bangkinang. Kegiatan Bintal ini dilaksanakan setelah sholat Zuhur berjamaah.

 

 

 

Pada hari ini, Bapak Hasan mengambil tema Tiga Macam Sabar dalam Islam. Bapak Hasan menyampaikan bahwa dalam Islam terdapat 3 macam bentuk kesabaran, yaitu: 1) Sabar dalam Ketaatan kepada Allah; 2) Sabar dalam Menjauhi Maksiat; dan 3) Sabar Menghadapi Takdir yang Pahit.

bint0611232.jpg

Sabar dalam ketaatan kepada Allah yaitu seseorang bersabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah. Dan perlu diketahui bahwa ketaatan itu adalah berat dan menyulitkan bagi jiwa seseorang. Terkadang pula melakukan ketaatan itu berat bagi badan, merasa malas dan lelah (capek). Juga dalam melakukan ketaatan akan terasa berat bagi harta seperti dalam masalah zakat dan haji. Intinya, namanya ketaatan itu terdapat rasa berat dalam jiwa dan badan sehingga butuh adanya kesabaran dan dipaksakan.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron [3] : 200).

Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang mukmin sesuai dengan konsekuensi dan besarnya keimanannya dengan 4 hal yaitu: shobiru, shoobiru, robithu, dan bertakwalah pada Allah. Shobiru berarti menahan diri dari maksiat. Shoobiruu berarti menahan diri dalam melakukan ketaatan. Roobithu adalah banyak melakukan kebaikan dan mengikutkannya lagi dengan kebaikan. Sedangkan takwa mencakup semua hal tadi.

Kita butuh kesabaran dalam ketaatan kepada Allah karena ketaatan itu akan membebani seseorang dan mewajibkan sesuatu pada jiwanya dan ketaatan itu terasa berat bagi jiwa, karena ketaatan itu hampir sama dengan meninggalkan maksiat yaitu terasa berat bagi jiwa yang selalu memerintahkan pada keburukan.

Sabar dalam Menjauhi Maksiat. Ingatlah bahwa jiwa seseorang biasa memerintahkan dan mengajak kepada kejelekan, maka hendaklah seseorang menahan diri dari perbuatan-perbuatan haram seperti berdusta, menipu dalam muamalah, makan harta dengan cara bathil dengan riba dan semacamnya, berzina, minum minuman keras, mencuri dan berbagai macam bentuk maksiat lainnya. Seseorang harus menahan diri dari hal-hal semacam ini sampai dia tidak lagi mengerjakannya dan ini tentu saja membutuhkan pemaksaan diri dan menahan diri dari hawa nafsu yang mencekam.

bintal0611231.jpg

Sedangkan Sabar dalam menghadapi Takdir yang pahit yaitu kita harus ingat bahwa takdir Allah itu ada dua macam, ada yang menyenangkan dan ada yang terasa pahit. Untuk takdir Allah yang menyenangkan, maka seseorang hendaknya bersyukur. Dan syukur termasuk dalam melakukan ketaatan sehingga butuh juga pada kesabaran dan hal ini termasuk dalam sabar bentuk pertama di atas. Sedangkan takdir Allah yang dirasa pahit misalnya seseorang mendapat musibah pada badannya atau kehilangan harta atau kehilangan salah seorang kerabat, maka ini semua butuh pada kesabaran dan pemaksaan diri. Dalam menghadapi hal semacam ini, hendaklah seseorang sabar dengan menahan dirinya jangan sampai menampakkan kegelisahan pada lisannya, hatinya, atau anggota badan.

Kegiatan bimbingan mental berjalan dengan lancar dan khidmah. Kegiatan BINTAL selesai dan ditutup dengan membacakan Alhamdulillah. (ES/TimITPaBkn)