Bintal Pengadilan Agama Pematangsiantar pertama di tahun 2025 telah dilaksanakan pada Kamis, 9 Januari 2025. Bina mental pada hari ini dibawakan oleh Hakim Pengadilan Agama Pematangsiantar Ade Syafitri, S.Sy.  di Ruang Sidang Pengadilan Agama Pematangsiantar yang dimulai pada pukul 08.30 WIB.

Adapun tema bintal pada hari ini ialah motivasi angsa. “Hari ini, saya ingin berbagi sebuah cerita yang sederhana, namun penuh makna. Cerita ini tentang sekelompok angsa yang terbang berombongan pergi ke daerah hangat untuk menghindari musim dingin”, ungkap beliau. 

Ketika angsa terbang bersama, mereka tidak hanya melakukannya secara acak. Mereka mengikuti pola yang sangat terorganisir, yaitu formasi huruf "V". Dengan formasi tersebut, maka efisiensi seluruh grup akan naik sebesar 71% dibandingkan dengan terbang sendiri. “Dari hal tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa bekerja secara tim dengan bergerak ke arah tujuan yang sama akan membuat kita mencapai tujuan lebih cepat dan ringan”, jelas beliau.

Lalu beliau menanyakan kepada seluruh hadirin bagaimana jika salah satu angsa meninggalkan formasi. “Jika angsa terbang sendiri maka ia akan mengalami daya tahan udara yang besar dan kesulitan. Oleh karena itu ia akan dengan cepat kembali ke formasi untuk berbagi efek terbang dalam formasi”, jelasnya. Dari kejadian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menjaga kekompakan tim yang bergerak ke satu tujuan maka akan membutuhkan lebih sedikit energi. Serta lebih mudah dan menyenangkan mencapai tujuan sehingga setiap anggota akan merasa berkewajiban untuk menolong sesama. 

Kumpulan angsa dalam fomasi tersebut terbang sambil ber”kotek” yang bermakna untuk memberi semangat terbang. Dengan ber”kotek”, maka mereka terbang dengan kecepatan yang sama. Keberadaan semangat akan selalu memotivasi, menolong dan menguatkan kecepatan penyelesaian pekerjaan lebih besar sehingga menghasilkan kualitas yang terbaik. 

“Ketika salah satu angsa sakit atau kelelahan maka ia akan tertinggal dan keluar formasi. Maka beberapa angsa juga turut keluar dari formasi dan membentuk  formasi baru  untuk menolong dan mengawal angsa sakit tersebut sampai ia sehat dan dapat kembali masuk ke formasi awal”, tambahnya. Hikmah yang didapatkan ialah agar tetap berdampingan dengan yang lain apapun perbedaannya. “Jika kita kompak dan saling mendukung maka kita akan menjiwai kerja sama yang baik dengan melupakan perbedaan masing-masing sehingga dapat mengatasi setiap tantangan”, tutupnya.

 

Tim IT PA Pematangsiantar