Bintal Hari Ketiga (05 Ramadan 1446 H) : Hikmah Puasa
Bangkinang | www.pa-bangkinang.go.id
Rabu (05/03/2025) Bertempat di ruang Sidang Utama Abu Bakar Ash Shiddiq, Pengadilan Agama Bangkinang kembali melaksanakan kegiatan rutin bimbingan mental. Pada hari ini, Rabu tanggal 05 Maret 2025, BINTAL hari ketiga, yang bertepatan dengan 05 Ramadan 1446 H dilaksanakan dengan penceramah Ibu Elidasniwati, S.Ag., M.H (Hakim Perbantuan PA Pekanbaru) dan dihadiri seluruh pegawai Pengadilan Agama Bangkinang. Kegiatan Bintal ini dilaksanakan setelah sholat Zuhur berjamaah.
Pada hari ini, Ibu Eli mengambil tema tentang Hikmah Puasa terkait sabar. Beliau menyampaikan:
Salah satu nama Ramadhan adalah syahrush shabr, yaitu bulan kesabaran. Mengapa Ramadhan disebut bulan kesabaran? Sebab, ibadah utama di bulan ini adalah puasa dan puasa adalah separuh kesabaran. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa itu separuh kesabaran”, (HR Tirmidzi).
Dengan puasa, umat muslim dididik untuk bersabar, menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Ada makanan tidak dimakan, ada minuman tidak diminum, padahal makanan itu milik sendiri minuman itu milik sendiri. Dengan puasa, umat muslim dididik untuk bersabar, menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Ada makanan tidak dimakan, ada minuman tidak diminum, padahal makanan itu milik sendiri minuman itu milik sendiri.
Ia menahan diri untuk tidak mengkonsumsinya. Demikian pula, dengan istri cantik, pasangan yang halal. Namun ia menahan diri untuk tidak mencampurinya karena sedang puasa. Demikian pula menahan diri dari mengumpat, dari marah, meskipun ia dipancing-pancing orang. Tapi dijawabnya “innii shoimun”, sesungguhnya aku sedang berpuasa.
Menahan diri inilah yang merupakan bagian dari pendidikan kesabaran yang Allah SWT canangkan melalui puasa. Dan Allah SWT telah menyediakan banyak sekali keutamaan untuk orang-orang yang sabar. Menahan diri inilah yang merupakan bagian dari pendidikan kesabaran yang Allah SWT canangkan melalui puasa. Dan Allah SWT telah menyediakan banyak sekali keutamaan untuk orang-orang yang sabar.
Keutamaan Sabar
Dalam Al Quran, Allah SWT menyebutkan keutamaan-keutamaan orang yang sabar. Sedikitnya ada tiga, kemudian dalam hadits, Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan sabar yang luar biasa. Berikut ini ada empat keutamaan sabar dalam Al Quran dan Sunnah:
1. Pahala tanpa batas
Keutamaan sabar yang pertama adalah pahala tanpa batas dari Allah SWT.
2. Mendapatkan maiyatullah
Keutamaan sabar yang kedua adalah orang yang sabar akan mendapatkan kebersamaan Allah SWT (maiyatullah). Artinya, seseorang yang telah sabar, maka akan diliputi dan dinaungi Allah SWT dengan rahmat-Nya, perlindungan-Nya, pertolongan-Nya, dan ridho-Nya. Adapun dzat Allah SWT tidak sama dan tidak bersama dengan makhluk-Nya.
3. Kunci kebaikan
Bersama syukur, sabar merupakan kunci kebaikan. Seseorang selalu baik di sisi Allah SWT tatkala mampu mengkombinasikan sabar dan syukur dalam kehidupannya. Inilah keutamaan sabar yang ketiga.
4. Dicintai Allah SWT
Keutamaan sabar berikutnya adalah orang yang sabar akan dicintai Allah SWT.
Seorang muslim harus sabar menjalankan perintah Allah SWT meskipun perintah itu berat dan dibenci oleh nafsunya. Kesabaran juga harus diimplementasikan dalam meninggalkan kemaksiatan dan larangan-larangan Allah SWT.
Perlu dipahami bahwa sabar dalam Islam bersifat proaktif dan progresif, yang tidak statis tetapi telah didahului atau bersamaan dengan ikhtiar maksimal dan upaya untuk senantiasa mencari solusi atas problematika yang dihadapinya. Saat semua upaya telah dilakukan, ikhtiar mencapai batas maksimal, maka saat itulah sabar bertemu dengan tawakal, berserah kepada Allah SWT.
Semoga di bulan suci Ramadhan tahun ini kita mampu melatih kesabaran kita dan Allah SWT menganugerahkan keutamaan sabar dan pahala-Nya.

Kegiatan bimbingan mental berjalan lancar. Kegiatan BINTAL selesai dan ditutup dengan membacakan Alhamdulillah. Semoga ramadan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya. (ES/TimITPaBkn)