Bintal Hari Kelima (14 Ramadan 1445 H) : Dahsyatnya Tiga Kata Ajaib

Bangkinang | www.pa-bangkinang.go.id
Senin (25/03/2024) Bertempat di ruang Sidang Utama Abu Bakar Ash Shiddiq, Pengadilan Agama Bangkinang kembali melaksanakan kegiatan rutin bimbingan mental. Pada hari ini, Senin tanggal 25 Maret 2024, BINTAL hari kelima, yang bertepatan dengan 14 Ramadan 1445 H dilaksanakan dengan penceramah YM Hakim Drs. Asril dan dihadiri seluruh pegawai Pengadilan Agama Bangkinang. Kegiatan Bintal ini dilaksanakan setelah sholat Zuhur berjamaah.

Pada hari ini, Bapak Asril mengambil tema tentang Dahsyatnya Tiga Kata Ajaib (“tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”), Beliau menyampaikan:
Dalam kehidupan sehari-hari, seorang individu manusia tidak bisa lepas dari orang lain. Tidak mungkin seorang manusia dapat menunaikan tugas kekhalifahannya secara mandiri. Tentu, dibutuhkan peran dari individu yang lain. Karena itulah, manusia disebut sebagai makhluk sosial. Dari segi perspektif agama Islam, manusia tentu tidak dapat dilepaskan dari campur tangan Allah swt. Dengan kata lain, ada dua jenis hubungan, yakni hubungan manusia dengan Tuhannya (hablum minallah) dan hubungan sesama manusia (hablum minannaas).
Setiap kali berhubungan dengan manusia maupun Tuhan (Allah swt), tentu dibutuhkan etika komunikasi. Komunikasi yang positif tentu akan memiliki dampak yang positif. Sebaliknya seringkali permusuhan terjadi, diakibatkan komunikasi yang negatif. Disinilah kemukjizatan tiga kata dalam praktik komunikasi sehari-hari sangat berperan.

Tiga kata tersebut adalah kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Tiga kata ini memiliki kekuatan yang luar biasa. Jika kata ajaib ini diucapkan dengan cara yang benar dan tepat waktunya, ia mampu mengubah lawan menjadi kawan; mengubah benci menjadi cinta, bahkan menyulap amarah menjadi kasih sayang.
Ketiga kata ajaib tersebut memiliki dasar hukum yang jelas dan diatur oleh ajaran agama. Dengan demikian, jika dalam etika berkomunikasi, kita mengamalkan ketiga kata tersebut, tentu hal ini berarti kita mengamalkan ajaran agama. Dalam ajaran Islam, tolong-menolong, saling memaafkan, dan pandai berterima kasih dinilai sebagai perbuatan baik yang dijanjikan pahala bagi siapa saja yang melakukannya. Semua itu merupakan perintah langsung dari Allah swt kepada hamba-Nya. (hlm. 9). Beberapa firman Allah tentang tiga kata ini termaktub dalam al-Qur’an: 1) Surat Al-Maidah ayat 2 (tolong-menolong); 2) Surat Al-Hijr ayat 85 (memaafkan); dan 3) Surat Saba’ ayat 13 (berterima kasih).
Ketiga ayat tersebut, secara tegas menyiratkan kepada kita bahwa perbuatan tolong-menolong, memaafkan, dan berterima kasih(bersyukur) merupakan perbuatan atau amalan yang telah digariskan Allah swt

"Marilah sama - sama kita mengamalkan ketiga kata ajaib tersebut dikehidupan sehari - hari"', ujar Pak Asril menutup tausiah pada siang ini.
Kegiatan bimbingan mental berjalan lancar. Kegiatan BINTAL selesai dan ditutup dengan membacakan Alhamdulillah. Semoga ramadan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya. (ES/TimITPaBkn)