Bintal Hari Kelima (10 Ramadan 1446 H) : 3 Ujian Manusia
Bangkinang | www.pa-bangkinang.go.id
Senin (10/03/2025) Bertempat di ruang Sidang Utama Abu Bakar Ash Shiddiq, Pengadilan Agama Bangkinang kembali melaksanakan kegiatan rutin bimbingan mental. Pada hari ini, Senin tanggal 10 Maret 2025, BINTAL hari kelima, yang bertepatan dengan 10 Ramadan 1446 H dilaksanakan dengan penceramah Bapak Drs. H. Nasir S, S.H (Mediator Non Hakim) dan dihadiri seluruh pegawai Pengadilan Agama Bangkinang. Kegiatan Bintal ini dilaksanakan setelah sholat Zuhur berjamaah.
Pada hari ini, Pak Nasir mengambil tema tentang 3 Ujian Kehidupan. Beliau menyampaikan bahwa kehidupan manusia tidak luput dalam ujian. Ujian tersebut baik berupa kebahagiaan, maupun kesengsaraan. Adanya ujian tersebut bukan menguji kehebatan, melainkan menguji keimanan dan kesabaran agar tidak lalai dengan kenyamanan dan kesenangan semata, agar senantiasa mengingat sang pencipta. Selain itu, ujian merupakan bentuk cinta dan rasa kasih sayang Allah terhadap hambanya, kasih sayang mengingatkan hambanya agar senantiasa takwa dan beriman.

Abu Hurairah RA berkata, bahawa Rasulullah bersabda,
“Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka dia akan diberi-Nya cobaan.” (HR. Bukhari).
Rasul bersabda,
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).
“Manusia pasti mendapatkan ujiannya masing-masing, ujian tersebut minimal tiga macam, diantaranya harta atau ekonomi, kondisi jiwa, dan fitnah,” kata Pak Nasir.

“Pertama tentang harta, bagaimana memperolehnya dan bagaimana membelanjakannya, dan harta ini tidak selamanya naik, kadang-kadang turun. Nah itu ujian yang harus kita hadapi. Bagaimana mencukupi kehidupan dengan penghasilan seadanya, dan bagaimana memanfaatkan harta dari penghasilan yang lebih dari cukup,” imbuhnya.
Kedua ujian jiwa, yaitu ujian keresahan atau ketakutan. “Kita mengalami ujian-ujian ini mengusik kenyamanan, keresahan dan kegelisahan atas masalah yang menimpa,” terangnya.
“Ketiga ujian yang datang dari orang lain berupa cemoohan ejekan, fitnah, adu domba dan lain sebagainya,” jelasnya.
Semua ujian tersebut, kata Pak Nasir harus bisa menghadapinya, dan melewatinya. Siapa bisa melewati dengan tenang maka ia berhasil menaklukan ujian yang Allah berikan.
“Menghadapi dengan cara kita menebalkan diri kita dengan kesabaran dan ketabahan. Kalau kita menghadapinya dengan kesabaran dan berlapang dada, cemoohan orang lain kita abaikan saja, insya Allah kita berhasil dengan derajat yang tinggi dari Allah Swt,” pungkasnya.
Kegiatan BINTAL selesai dan ditutup dengan membacakan Alhamdulillah. Semoga ramadan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya. (ES/TimITPaBkn)