Bintal Hari Keenam (15 Ramadan 1445 H) : 6 Perkara Yang Merusak Amal
Bangkinang | www.pa-bangkinang.go.id
Selasa (26/03/2024) Bertempat di ruang Sidang Utama Abu Bakar Ash Shiddiq, Pengadilan Agama Bangkinang kembali melaksanakan kegiatan rutin bimbingan mental. Pada hari ini, Selasa tanggal 26 Maret 2024, BINTAL hari keenam, yang bertepatan dengan 15 Ramadan 1445 H dilaksanakan dengan penceramah Syukrillah (PPNPN) yang menggantikan YM Hakim Mardhiyyatul Husnah Hsb, S.H.I., M.H. dan dihadiri seluruh pegawai Pengadilan Agama Bangkinang. Kegiatan Bintal ini dilaksanakan setelah sholat Zuhur berjamaah.
Pada hari ini, Bapak Syukrillah mengambil tema tentang 6 Perkara Yang Merusak Amal, Beliau menyampaikan:
Dalam kehidupan, tidak jarang kita melakukan kesalahan dan kekhilafan. Namun sadarkah bahwa dosa-dosa yang dilakukan ada beberapa yang dapat menghapus amal-amal kebaikan yang telah kita perbuat. Lalu, apa saja 6 perkara yang merusak amal?
6 Perkara yang Merusak Amal tersebut adalah:
Al istghlal bi’uyubil kholqi (sibuk dengan aib orang lain)
Sehingga lupa pada aib sendiri. Semut di seberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan. Allah Ta’ala berfirman :
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (QS. Al-Hujurat : 12)
Qaswatul qulub (hati yang keras)
Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat. Allah subhânahu wa ta’âlâ berfirman :
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻢْ ﻣَﺮَﺽٌ ﻏَﺮَّ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺩِﻳﻨُﻬُﻢْ
Artinya : “…Dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, ‘Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya.” (QS. Al-Anfâl : 49)

Hubbun dunya (cinta terhadap dunia)
Merasa hidupnya hanya di dunia aja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.
Allah Ta’ala berfirman :
ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺣَﺮْﺙَ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻧﺰﺩْ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺣَﺮْﺛِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺣَﺮْﺙَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻧُﺆْﺗِﻪِ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦْ ﻧَﺼِﻴﺐ
Artinya : ”Barang siapa menghendaki pahala akhirat niscaya Kami tambah pahala itu baginya, dan barang siapa menghendaki pahala dunianya niscaya Kami beri pahala baginya, dan tidak ada bagian yang dia peroleh di akhirat”. (Asy-Syura: 20)
Qillatul haya’ (sedikit rasa malunya)
Jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :
ﺇﻥَّ ﻟِﻜُﻞِّ ﺩِﻳﻦٍ ﺧُﻠُﻘًﺎ ، ﻭَﺇﻥَّ ﺧُﻠُﻖَ ﺍﻹﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟﺤَﻴَﺎﺀ
Artinya : “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”
(HR. Ibnu Majah no. 4181)
Thulul amal (panjang angan- angan)
Merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda:
ﻳَﻬْﺮَﻡُ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﻭَﻳَﺒْﻘَﻰ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﺛْﻨَﺘَﺎﻥِ : ﺍﻟْﺤِﺮْﺹُ ﻭَﺍﻟْﺄَﻣَﻞُ
Artinya : “Anak Adam menjadi tua dan dua perkara masih tetap ada padanya: rakus dan angan-angan.”(QR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas)
Dhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti)
Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya, jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut.
Allah Ta’ala berfirman :
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻋَﻠِﻢَ ﻣِﻦْ ﺁَﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺍﺗَّﺨَﺬَﻫَﺎ ﻫُﺰُﻭًﺍ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﻣُﻬِﻴﻦ
Artinya : “Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Al-Jaatsiyah 9)

"Mari sama - sama kita menghindari 6 perkara tersebut agar amal kita tidak rusak", ujar Pak Syukrillah menutup tausiah pada hari ini.
Kegiatan bimbingan mental berjalan lancar. Kegiatan BINTAL selesai dan ditutup dengan membacakan Alhamdulillah. Semoga ramadan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya. (ES/TimITPaBkn)