Bintal Hari Keenam (11 Ramadan 1446 H) : Keberkahan 10 Hari Pertama Ramadan

Bangkinang | www.pa-bangkinang.go.id
Selasa (11/03/2025) Bertempat di ruang Sidang Utama Abu Bakar Ash Shiddiq, Pengadilan Agama Bangkinang kembali melaksanakan kegiatan rutin bimbingan mental. Pada hari ini, Selasa tanggal 11 Maret 2025, BINTAL hari keenam, yang bertepatan dengan 11 Ramadan 1446 H dilaksanakan dengan penceramah Bapak Dr. Darsono, S.Pd.I., M.H (Sekretaris) dan dihadiri seluruh pegawai Pengadilan Agama Bangkinang. Kegiatan Bintal ini dilaksanakan setelah sholat Zuhur berjamaah.
Pada hari ini, Pak Darsono mengambil tema tentang Keberkahan 10 Hari Pertama Ramadan. Beliau menyampaikan bahwa pada bulan Ramadan merupakan salah satu bulan paling istimewa dalam Islam karena memiliki berbagai keutamaan.
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa 10 hari pertama bulan Ramadan adalah rahmat, “Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka.”
Hadis di atas diriwayatkan Imam Baihaqi dan Ibn Khuzaimah. Menurut Imam Suyuthi hadis tersebut bersumber kepada Ali ibn Zaid ibn Jad’an yang divonis orang daif para ulama. Sementara riwayat dari Ali ibn Azin adalah Yusuf bin Ziyad, orang yang divonis daif parah (daif jiddan).

Walaupun hadis di atas daif, namun masih dapat digunakan sebagai dalil dengan menekankan fadailul a’mal (keutamaan amal). Di sisi lain, bulan Ramadan memang waktu yang penuh dengan keberkahan, tidak mengkhususkan 10 hari pertama saja.
Rasulullah Saw. pernah bersabda mengenai bulan Ramadan penuh dengan keberkahan berikut, “Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian,” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi).
Bulan Ramadhan sebagai waktu penuh berkah dapat diisi umat Islam dengan mengerjakan berbagai amalan selain puasa. Salah satu amal yang cukup ditekanlan yaitu membaca ayat-ayat Al-Qur’an di 10 hari pertama, terlebih sepanjang bulan Ramadan.

Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an (syahrulquran) karena di waktu tersebut ayat pertama Al-Qur’an dalam sejarahnya diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Firman Allah subhanahu wa ta'ala. dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 mengenai syahrulquran adalah sebagai berikut:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaṣum-h, wa mang kāna marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar, yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullāha 'alā mā hadākum wa la'allakum tasykurụn.
Artinya: “Bulan Ramadan adalah [bulan] yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda [antara yang benar dan yang batil]. Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan [dia tidak berpuasa], maka [wajib menggantinya], sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur,” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).
Oleh sebab itu, mari kita perbanyak membaca Al-Qur'an pada bulan suci ini. Semoga dengan keistikamahan kita membawa Al-Qur'an, dapat memberikan kebaikan bagi kehidupan di dunia dan akhirat.
Kegiatan BINTAL selesai dan ditutup dengan membacakan Alhamdulillah. Semoga ramadan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya. (ES/TimITPaBkn)