Bintal Hari Kedua (04 Ramadan 1446 H) : Puasa Membentuk Pribadi Yang Bertakwa
Bangkinang | www.pa-bangkinang.go.id
Selasa (04/03/2025) Bertempat di ruang Sidang Utama Abu Bakar Ash Shiddiq, Pengadilan Agama Bangkinang kembali melaksanakan kegiatan rutin bimbingan mental. Pada hari ini, Selasa tanggal 04 Maret 2025, BINTAL hari kedua, yang bertepatan dengan 04 Ramadan 1446 H dilaksanakan dengan penceramah Bapak Muhammad Azmi, S.Ag. (Panitera Pengganti Perbantuan dari PTA Pekanbaru) dan dihadiri seluruh pegawai Pengadilan Agama Bangkinang. Kegiatan Bintal ini dilaksanakan setelah sholat Zuhur berjamaah.

Pada hari ini, Bapak Azmi mengambil tema tentang Puasa Membentuk Pribadi Yang Bertakwa. Dalam penggambarannya, Bapak Azmi menyampaikan sebuah analogi yang menggambarkan perbedaan antara puasa ulat dan puasa ular.
Beliau memulai ceramahnya dengan menggambarkan proses puasa ular. Ular, ungkapnya, berpuasa dengan cara mengganti kulitnya secara berkala. Proses ini melibatkan periode puasa tanpa makan, di mana ular mempertahankan identitasnya yang tidak berubah, baik dari segi wajah, nama, makanan, cara bergerak, maupun sifat dan tabiatnya.

Selanjutnya, Pak Azmi membawa perhatian jamaah pada puasa ulat. Ulat, sebagai hewan yang rakus dan terbiasa makan sepanjang waktu, melakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasanya tidak hanya sekadar menahan lapar, melainkan dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya secara keseluruhan. Ulat menutup diri dalam kokon, memasuki fase perubahan yang menyeluruh. Setelah berminggu-minggu berpuasa, ulat pun keluar dari kokon sebagai kupu-kupu yang indah, yang membawa perubahan dalam bentuk, nama, makanan, cara bergerak, serta sifat dan tabiatnya.

Pak Azmi kemudian menguraikan hikmah dari puasa ulat, yang menyiratkan perubahan total dalam diri manusia. Sama seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu yang membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan, manusia yang merubah akhlak dan amalnya menjadi lebih baik di bulan Ramadan, membawa manfaat yang besar bagi dirinya dan masyarakat sekitar.

Dengan penuh kebijaksanaan, Pak Azmi menyimpulkan ceramahnya dengan pesan yang mendalam. Orang yang hanya menjalankan puasa secara lahiriah tanpa melakukan perubahan dalam batiniahnya, serupa dengan puasanya ular. Namun, orang yang menjalankan puasa Ramadan dan kemudian merubah akhlak dan amalnya menjadi lebih baik, ibarat puasanya ulat, yang membawa perubahan positif dalam dirinya dan bagi orang lain.
Dengan ceramah yang inspiratif dan penuh makna tersebut, jamaah ditinggalkan dengan pemikiran yang mendalam tentang pentingnya menjalankan puasa Ramadan dengan penuh kesadaran dan komitmen untuk perubahan yang lebih baik dan dapat membentuk pribadi yang bertakwa.
Kegiatan bimbingan mental berjalan lancar. Kegiatan BINTAL selesai dan ditutup dengan membacakan Alhamdulillah. Semoga ramadan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya. (ES/TimITPaBkn))