logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on . Dilihat: 65

Rapat Koordinasi Di Bulan Mei 2020

Sukamara|PA. Sukamara (13/5/2020). Dalam suasana bulan Ramadhan 1441 H, bertempat di Ruang Sidang Utama, Pengadilan Agama (PA) Sukamara melaksanakan Rapat Koordinasi. Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di minggu kedua bulan Mei 2020 tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PA Sukamara, YM Abdul Rahman, S.Ag.

Wakil Ketua yang sebelumnya bertugas di PA Sampit selama 5 tahun tersebut, dalam memimpin jalannya Rapat Koordinasi didampingi oleh Panitera, Rahsiannor Syam’ani, S.H.I. dan Sekretaris, Ahmad Mubarrak, S.H.I.

Sebagaimana undangan Rapat Koordinasi yang telah sampaikan, bahwasannya ada 3 agenda dalam Rapat Koordinasi kali ini, yakni pertama terkait Rapat Pembinaan dan Evaluasi; kedua terkait Rapat Tinjauan Managemen dan; ketiga terkait Rapat Pembentukan Tim APM dan ZI.

DALAM PEMBINAANNYA, Abdul Rahman yang telah menduduki jabatan Wakil Ketua sekira 11 bulan terakhir, mengawalinya dengan mengisahkan cerita masyhur tentang seorang Raja yang gemar berburu binatang di hutan dengan kebiasaan mengajak Panglima dan Prajurit-prajuritnya.

“Suatu hari, di saat Sang Panglima telah siap melepaskan anak panahnya untuk memburu binatang buruannya, Sang Raja tetap berdiri di posisi yang relatif dekat dengan binatang buruannya tersebut, hingga akhirnya anak panah yang dilepaskan Sang Panglima ternyata tidak tepat mengenai sasarannya yakni binatang buruan, namun justru mengenai jari telunjuk Sang Raja hingga telunjuk Sang Raja putus”, kisah Hakim yang juga pernah bertugas di PA Singaraja tersebut mengawali ceritanya.

Singkat cerita, akhirnya tanpa proses peradilan, Sang Panglima dijebloskan ke penjara oleh Sang Raja.

Lalu…, di hari perburuan berikutnya, di saat Sang Raja dan Parajurit-prajuritnya sedang asyik berburu tiba-tiba mereka diserang oleh para manusia Kanibal hingga hanya tersisa Sang Raja yang tidak menarik nafsu makan para manusia Kanibal tersebut dengan sebab adanya cacat pada jari telunjuk Sang Raja.

Keberuntungan nasib tersebut, ternyata menyadarkan Sang Raja untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Panglimanya yang dahulu menjadi perantara sebab bagi Sang Raja kehilangan jari telunjuknya, yang saat ini sedang dalam penjara.

Akhirnya sesampainya di Istana, tempat pertama kali yang dituju oleh Sang Raja tidak lain dan tidak bukan adalah penjara di mana Sang Panglimanya dijebloskan. Di sana dengan tanpa segan dan sungkan Sang Raja menyampaikan terima kasihnya kepada Panglima. Namun tanpa disangka-sangka pula, ternyata Sang Panglima pun menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Sang Raja karena telah dipenjarakan oleh Raja. “Bila ia tidak dipenjarakan maka tidak menutup kemungkinan pun dirinya akan menjadi korban para manusia Kanibal tersebut”, jelas Sang Panglima.

“Apa korelasinya kisah di atas dengan kita ?”, Tanya Wakil Ketua asli anak Betawi tersebut.

“‘I’tibarnya adalah “mungkin” banyak di antara program-program, instruksi-intruksi, kegiatan-kegiatan atau aturan-aturan di instansi kita yang kita anggap memberatkan kita, yang justru kemudian membuat terkesan menenggelamkan tugas pokok dan fungsi inti kita dan seterusnya. Namun bisa jadi sesungguhnya semuanya itu baik bagi kita, kalaupun tidak untuk sekarang mungkin untuk kedepannya”, jelas Wakil Ketua.

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”, lanjut YM Abdul Rahman, S.Ag. mengingatkan tentang adanya firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah :216.

ADAPUN DALAM EVALUASINYA, Wakil Ketua PA Sukamara lebih mengingatkan solusi-solusi yang disepakati untuk menindaklanjuti Hasil Hawasbid dan/atau hal-hal yang menjadi temuan dalam Rapat Koordinasi bulan sebelumnya.

“Kalau memang penambahan daya untuk listrik kantor, mengalami hambatan birokrasi-–mengingat status kantor yang pinjam pakai-, (jika memungkinkan) untuk ruangan-ruangan yang telah ada terpasang AC namun tidak bisa menghidupkannya semata keterbatasan daya listrik, maka pengadaan kipas angin adalah salah satu solusinya”, terang Wakil Ketua menyampaikan di antara materi-materi Evaluasinya.

Sementara dalam kesempatan Pembinaan dan Evaluasi tersebut, PANITERA PA Sukamara, Rahsiannor Syam’ani, S.H.I lebih menekankan untuk makin meningkatkan budaya saling mengingatkan akan tupoksi.

“Mari kita saling mengingatkan, tidak ada istilah atasan dan bawahan. Kalau terkait tupoksi, terkait tanggungjawab kerja, terkait kewajiban aparatur peradilan, mari kita saling mengingatkan tugas masing-masing, mari saling menbatu satu sama lain, mari kita tingkatkan kerjasama kita”, pinta Panitera yang sebelumnya bertugas sebagai Panmud Hukum di PA Pangkalan Bun Klas IB tersebut.

Tidak ketinggalan SEKRETARIS PA Sukamara, Ahmad Mubarrak, S.H.I. dalam Rapat Koordinasi tersebut pun menyampaikan pembinaannya. “Tidak banyak yang saya sampaikan, hanya saya minta Hasil Temuan-temuan dari Hakim Pengawas Bidang terkait Kesekretarian untuk segera ditindaklanjuti”, terang Aparatur asli Palangka Raya tersebut dengan singkat dan tegas.

SETELAH AGENDA PERTAMA, yakni pembinaan dan evaluasi usai, rapat dilanjutkan dengan agenda kedua dan ketiga.

Pada agenda Tinjauan Manajemen dan agenda Pembetukan Tim APM dan ZI kal ini, Wakil Ketua menyampaikan terkait harus tetap adanya progresifitas kinerja mengenai APM dan ZI. “Untuk APM harus kita usahakan agar tidak mengalami degradasi, syukur-syukur mengalami naik peringkat/nilai, dari yang semula B menjadi A Exscellent misalnya. Sementara untuk ZI kita harus terus berjibaku untuk mempersiapkannya”, terang Wakil Ketua PA Sukamara

“Selain itu, mengingat dalam tiga bulan terakhir, PA Sukamara mengalami bongkar pasang Aparatur, dari mulai yang mendapat promosi, ada yang mutasi dan ada pula penambahan Hakim, maka perlu ada pembaharuan SK Tim APM dan ZI berikut susunan Timnya”, lanjutnya.

Akhirnya setelah ada sesi Saran dan Tanggapan dari seluruh Aparatur PA Sukamara, Rapat Koordinasi Bulan Mei 2020 ini ditutup oleh Sekretaris Ahmad Mubarrak dengan ucapan syukur dan harapan/doa. Bersyukur, sebab dalam masa Pandemi Covid 19 ini kita masih bisa bekerja, masih diberi kesehatan, masih bisa melaksanakan kewajiban puasa ramadhan. Berdoa, semoga kita semua dipertemukan Allah SWT dengan bulan suci Ramadhan di tahun-tahun depan. Amin (arw)

Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage