
METRO – Guna memastikan kualitas pelayanan publik dan kelayakan sarana-prasarana pendukung peradilan, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI melakukan kunjungan kerja sekaligus inspeksi mendadak (sidak) ke Pengadilan Agama (PA) Metro, Lampung, Rabu, 28 Januari 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pimpinan untuk terjun langsung melihat kondisi di garis depan pelayanan peradilan.
Didampingi oleh Drs. H. Jamaludin, S.H., Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung, rombongan Direktur Jenderal disambut oleh Ketua dan seluruh jajaran PA Metro. Sidak dipusatkan pada sejumlah unit pelayanan langsung kepada masyarakat (justice sector services) dan fasilitas operasional persidangan.
Peninjauan Menyeluruh ke Setiap Titik Layanan

Kunjungan diawali dengan meninjau Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Di sini, Dirjen menyapa petugas dan sejumlah pencari keadilan yang sedang mengurus administrasi perkara. Beliau menekankan pentingnya kecepatan, kemudahan, dan keramahan dalam setiap layanan administrasi perkara sebagai pintu pertama citra peradilan.
Selanjutnya, perhatian dialihkan ke layanan Gugatan Mandiri (e-Court). Dirjen mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme bantuan bagi masyarakat yang ingin mengajukan gugatan secara mandiri.
Di Pos Bantuan Hukum (Posbakum), Dirjen berinteraksi dengan Petugas Pelayanan. Beliau menanyakan volume masyarakat yang memanfaatkan layanan serta jenis masalah hukum yang paling sering ditangani. "Posbakum adalah manifestasi dari hak konstitusional warga negara untuk memperoleh bantuan hukum. Pastikan layanannya efektif dan benar-benar membantu masyarakat," pesannya.
Ruang Mediasi menjadi titik tinjauan berikutnya. Dirjen menilai kelengkapan dan kenyamanan ruang sebagai faktor pendukung tercapainya kesepakatan damai antara para pihak. "Mediasi adalah jalan terbaik untuk penyelesaian sengketa, khususnya di peradilan agama. Suasana ruang yang kondusif sangat penting," ujarnya.
Tinjauan kemudian berlanjut ke beberapa Ruang Sidang. Dirjen memeriksa kesiapan perangkat sidang, serta kebersihan dan kerapian ruang. Beliau juga menyempatkan berdialog singkat dengan para hakim dan panitera mengenai tantangan teknis yang dihadapi selama persidangan.
Tidak hanya itu, fasilitas pendukung lainnya seperti ruang kerja, Front Office, Ruang Tamu Terbuka, dan area publik juga tak luput dari perhatian. Dirjen memberikan sejumlah catatan perbaikan untuk optimasi fungsi setiap ruang.
Apresiasi dan Arahan Strategis

Usai melakukan peninjauan, Dirjen memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh jajaran PA Metro dalam menjaga pelayanan. "Secara umum, pelayanan dan fasilitas di PA Metro sudah berjalan dengan baik. Namun, selalu harus ditingkatkan lagi," ungkapnya.
Dalam arahan singkatnya, beliau menekankan beberapa hal: pertama, konsistensi dalam memberikan pelayanan prima berbasis teknologi informasi. Kedua, pentingnya menjaga etika dan perilaku seluruh aparatur peradilan agar kepercayaan masyarakat terus meningkat. Ketiga, optimalisasi seluruh fasilitas untuk mendukung proses peradilan yang cepat, sederhana, dan biaya ringan.
Drs. H. Jamaludin, S.H., selaku pendamping, menambahkan bahwa tinjauan langsung dari pimpinan tertinggi ini menjadi motivasi dan bahan evaluasi bagi seluruh jajaran peradilan agama di wilayah Lampung. "Arahan Bapak Dirjen akan kita tindaklanjuti secara serius, tidak hanya di PA Metro, tetapi juga di pengadilan agama se-wilayah PTA Bandar Lampung," tegasnya.
Ketua PA Metro menyatakan terima kasih atas kunjungan dan input yang diberikan. "Sidak ini sangat berharga bagi kami. Segala masukan akan kami implementasikan segera untuk perbaikan berkelanjutan," janjinya.
Kunjungan kerja ini ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menegaskan semangat kebersamaan dalam upaya meningkatkan kredibilitas dan kinerja peradilan agama Indonesia.
