logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on . Dilihat: 8243

"SIADPA Bukan Hanya Tanggung Jawab Panmud Hukum dan Operator"

Semarang l pta-semarang.go.id

Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag H. Tukiran, S.H., M.M., mengingatkan kembali bahwa operasionalisasi SIADPA sangat memerlukan keterlibatan semua lini dalam manajemen administrasi perkara, mulai petugas Meja I, Kasir, Meja II, Meja III, Ketua, Hakim, Panitera, Panitera Pengganti, Petugas Register, Juru Sita, Petugas Akta Cerai, hingga Petugas Pembuat Laporan Perkara.

“Jadi agar lebih dipahamkan kepada para pimpinan bahwa SIADPA bukan hanya tanggungjawab Panitera Muda Hukum dan pperator, tetapi seluruhnya. Sejak dari Ketua hingga Petugas Pembuat Laporan adalah user. Operator hanya melakukan validasi,” ujarnya, pada kegiatan Workshop Implementasi SIADPA Pengadilan Agama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang dalam rangka pelaksanaan Reformasi Birokrasi Peradilan Agama, di Semarang, 26 Juni 2013.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa terdapat tiga syarat berjalannya SIADPA, yaitu:

  1. Hardware, yaitu pemenuhan kebutuhan perangkat keras sebagai alat untuk menjalankan aplikasi SIADPA, misalnya PC, server, ruangan khusus, meja, kabel jaringan dan lain-lain. Diharapkan para Pimpinan baik di Tingkat Banding maupun Tingkat Pertama memprioritaskan pengadaan alat-alat ini.
  2. Software, yaitu pemenuhan perangkat lunaknya. Dijelaskan bahwa untuk software ini merupakan kewajiban Badilag untuk merencanakan, mengadakan dan menyempurnakan aplikasi-aplikasi yang sampai saat ini belum sempurna 100%. Masih membuka ruang untuk membuat pengembangan-pengembangan instrumen yang lebih mudah, efektif dan efisien sehingga muncul aplikasi-aplikasi unggulan setiap PA. ”...meski kita mampu membuat pengembangan, sepanjang tidak keluar dari menu utama SIADPA diperbolehkan, akan tetapi bila sampai merubahnya, tolong dipertimbangkan kembali untuk tidak diteruskan,” demikian dipesankan Bapak Direktur Pembinaan sambil menunjuk salah satu PA yang sudah melakukan “up-grading” terhadap aplkasi SIADPA.
  3. Brainware, yaitu kemampuan sumber daya manusia untuk menjalankan aplikasi SIADPA dengan mengikuti pelatihan-pelatihan bagi operator / admin yang selanjutnya ditularkan kepada yang lainnya melalui DDTK di satker masing-masing. “...perlu kebersamaan, perlu komitmen bersama untuk membangun Peradilan Agama menjadi Badan Peradilan yang Modern sebagaimana hasil Rakernas Palembang,” demikian diingatkan kembali oleh Bapak Direktur Pembinaan.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan di hotel Puri Garden Semarang tanggal 26 Juni sampai dengan 28 Juni 2013 dan diikuti oleh Panitera Muda Hukum dan Operator SIADPA Pengadilan Agama se Jawa Tengah tersebut juga diinformasikan bahwa ke depannya SIADPA akan diintegrasikan dengan SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) sebagai salah satu sarana pendukung dalam pemberlakuan Peraturan Sekretaris MA Nomor: 036/SK/PER/VI/2012 tentang Sasaran Kinerja Individu. Dengan integrasi ini dapat dievaluasi kinerja aparat peradilan sehingga dapat ditentukan kualitas prestasi kerja yang bisa menentukan kariernya.

Dalam akhir silaturahminya, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung R.I., Tukiran, S.H., M.M. berpesan agar para peserta betul-betul memanfaatkan kegiatan workshop ini untuk meningkatkan kualitasnya, juga agar diberikan masukan-masukan untuk pengembangan aplikasi SIADPA agar lebih mudah, efektif dan efisien sebagai sarana pembantu dalam menunjang pelayanan yang prima terhadap para pencari keadilan. (f&n)

.
Comments  
# Rusliansyah - PA Nunukan 2013-07-17 13:26
Semoga program unggulan badilag ini semakin luas implementasinya di PA-PA dan PTA, hingga semua lini dan unit ikut bertanggung jawab atas keberhasilan dan keberlangsungannya!
Selamat atas terlaksananya workshop ini, semoga berkah!
Reply | Reply with quote | Quote
# Masrinedi-PA Painan 2013-07-18 11:29
Semoga SIADPA/SIADPTA Plus yang merupakan salah satu dari 7 program prioritas pembaruan badilag ini semakin mantap implementasinya di PA-PA dan PTA, sehingga Reformasi Birokrasi peradilan, khususnya di bidang transparansi peradilan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya Justice seekers.
Aamiin !
Selamat dan sukses acara workshopnya.
:)
Reply | Reply with quote | Quote
# Tarsi PA.Pelaihari 2013-07-18 07:49
Betul bapak, penggunaan SIADPA Plus merupakan kerja sebuah TIM bagaikan kesebelasan dalam sepak bola, semua lini harus bergerak dan bekerja untuk mencapai gol. Mulai dari meja 1, kasir, meja II, juru sita/JSP, hakim, PP, termasuk Ketua PA-nya,dan meja III/Panmud hukum. Selamat workshop Implementasi SIADPA PTA Semarang dan semoga sukses
Reply | Reply with quote | Quote
# h. masruri, ptk 2013-07-18 08:34
Ya kita semua memang harus komitmen bahwa SIADPA bukan hanya tanggungjawab Panitera Muda Hukum dan Operator, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh personil yang terlibat dalam pengadilan, sejak dari Ketua, Hakim, panitera, sekretaris, dan lainnya hingga Petugas Pembuat Laporan adalah user, Operator hanya berfungsi validasi”, Semoga PTA Semarang semakin sukses dan unggulan dalam siadpa, semoga
Reply | Reply with quote | Quote
# Zulkifli Sgr/KMS Lsk 2013-07-18 09:45
Semoga kita semua mau mengikuti pesan-pesan pak Direktur untuk kemajuan kita, baik lembaga maupun pribadi kita masing-masing, mudah-mudahan.
Reply | Reply with quote | Quote
# Al Fitri - PA Manna 2013-07-18 10:07
kenyataannya belum banyak insan peradilan yang bisa mengoprasionalk an Siadpa...
Reply | Reply with quote | Quote
# Faizal Kamil.KPA Bengkalis 2013-07-18 10:32
Semua jajaran dari level staf sampai Ketua adalah operator, jika Siadpa-plus akan dijadikan "Ikon" pada suatu satker. Karena komitmen pimpinan adalah merupakan pengambil keputusan yang dapat mengayomi para admin ataupun panmud. Hukum.
Reply | Reply with quote | Quote
# Rosdiana PA. Mamuju 2013-07-18 11:09
Dalam era peradilan berbasis kinerja sudah saatnya penilaian prestasi kerja ( DP 3 ) tidak dibuat asal-asalan oleh karena itu saya salut dengan rencana SIADPA dapat diintegrasikan dengan SIMPEG semoga hal itu dapat cepat direalisasikan agar transparansi penilain kinerja dapat terwujud. Sukses buat pak Ditjen
Reply | Reply with quote | Quote
# mwiaty@pta pdg 2013-07-18 12:44
Selamat dan sukses buat PTA Semarang dalam workshop implementasi SIADPA. Semoga menjadi unggulan SIADPA dimasa datang dan menjadi rahmat buat kita semua Amin :-)
Reply | Reply with quote | Quote
# Yis Andispa-PA Nunukan 2013-07-18 16:01
SIADPA tanggungjawab kita bersama, tanggung jawab pegawai kepaniteraan. Sukses buat kawan2 yang mengikuti workshop implementasi SIADPA. Semoga sukses selalu. Amin
Reply | Reply with quote | Quote
# Muhammad Thamrin PA Ars 2013-07-19 06:23
Benar kata Pak DITJEN, oprator tidak hanya satu, akan tetapi semua menjadi opratir sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, Ketua, Wakil Pansek, Mejas I, MEja II, juru sita/JSP, hakim, PP, termasuk Ketua PA-nya,dan meja III/Panmud hukum adalah oprator, kalau satu oprator saja remuk dia.
Reply | Reply with quote | Quote
# Mahzumi, PA Fakfak 2013-07-19 07:06
Mudah2an SIDPA Plus dan SIMPEG di Lingkungan Peradilan Agama dapat diintegrasikan dan dapat menunjang kinerja Peradilan Agama dalam rangka mendukung Reformasi Birokrasi di Mahkamah Agung RI
Reply | Reply with quote | Quote
# Nursal- PA. Sawahlunto 2013-07-19 07:33
kita memahami bahwa SIADPA tanggung jawab kita bersama serta berbagi ilmunya untuk kita semua..
Reply | Reply with quote | Quote
# Jalaludin PA MSy 2013-07-19 07:34
Mungkin...ini mungkin lho!
yg dimaksud berita di atas, SIADPA bukan hanya tanggung jawab panmud hukum dan administrator/a dmin. bukan operator.
Kalo operator adalah orang yg mengoperasikan komputer. semua yg ada di kantor dari honorer sampai ketua adalah operator, krn semua mengoperasikan komputer.
Kalo admin yg gue tau lebih spesifik, antara lain menjaga aplikasi biar selalu ready to use (siap digunakan)oleh para user.
Piss...selamat menanti berbuka puasa
Reply | Reply with quote | Quote
# Dany PA Bjn 2013-07-24 08:02
Saya setuju dengan komen ini :D

Jadi agar penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan KBBI juga ditekankan. Karena bagaimanapun juga kita orang Indonesia. :-*
Reply | Reply with quote | Quote
# Jamaludin, PA, Msy 2013-07-21 11:17
Heheheh, emang bener sih kalau SIADPA atau SIADPTA bukan hanya tanggung jawab PM Hukum dan Oparator....tet api yang berkaitan dengan itu semua harus bertanggung jawab termasuk YM, tapi dalam prakteknya ada SIADPA diberikan kepada "operator" yg notabene tidak ada urusan dengan SIADPA yang lebih parah lagi dikasih sama anak honorer...bagai mana pak?? apakah perlu diadakan test bagi para YM , PP, Petugas Meja, dsb??? bagaimana mau dikatakan profesional kalau begini. Sekedar share aja moga2 didengar..ini loh pak keadaan sebenarnya dilapangan..
Reply | Reply with quote | Quote
# ifadjama-pakotamobagu 2013-07-23 10:24
setuju pak SIADPA adaah tanggung jawab bersama utamanya Kepaniteraan dan tergantung para pimpinan , dan saat penilaian jangan hanya menilai tampilan layarnya karena bisa jadi seperti semangka (diluar hijau tapi dalamnya merah) dan kenyataan banyak sepeti itu......Semoga Siadpa kedepan bukan hanya untuk sekedar ajang merebut juara tapi bisa menibulkan kesadaran bagi user bahwa SIADPA sangat bermanfaat dan sangat membantu pekerjaan kita...OK.....s emoga tambah sukses n TQ...
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage