logo web

Dipublikasikan oleh Hermansyah pada on . Dilihat: 12723

Dirjen Badilag menjelaskan, penghargaan tersebut tidak berupa uang atau materi. Penghargaan dapat diberikan dalam wujud penempatan. “Nanti kita jadikan salah satu pertimbangan untuk promosi-mutasi,” tuturnya.

Untuk mengetahui siapa saja hakim yang sukses melakukan mediasi, diperlukan data yang akurat dari satker-satker di daerah dan data tersebut selanjutnya diolah oleh Badilag.

Selama ini, menurut Purwosusilo, data mengenai mediasi sangat minim. Kalaupun ada, data tersebut tidak diolah dan belum dimanfaatkan secara optimal untuk pengambilan kebijakan.

Ia mencontohkan data pelaksanaan mediasi sepanjang tahun 2012. Sepanjang tahun 2012, 359 pengadilan tingkat pertama di lingkungan peradilan agama menangani lebih dari 476 ribu perkara, di mana lebih dari 80 persen merupakan perkara perceraian.

Dari jumlah perkara tersebut, berdasarkan Laporan Tahunan Badilag 2012, perkara yang dimediasi hanya berjumlah sekitar 61 ribu. Hanya sekitar 3000 mediasi yang dinyatakan berhasil, sedangkan lebih dari 58 ribu mediasi tidak berhasil.

“Data itu kan perlu dirinci lagi. Mengapa jumlah mediasi hanya 60 ribuan? Apa karena kebanyakan perkara itu diputus secara verstek?” ujar Dirjen Badilag.

Data keberhasilan dan ketidakberhasilan mediasi, imbuh Dirjen Badilag, juga perlu diperjelas. “Perkara mana saja yang berhasil dimediasi? Apa saja faktor penyebab mediasi berhasil atau tidak berhasil? Siapa saja hakim yang berhasil melakukan mediasi?  Dan seterusnya,” tuturnya.

Mediation Center

Dalam waktu dekat, Badilag akan membuat Mediation Center. Dirjen Badilag mengungkapkan, gagasan mendirikan Mediation Center ini mendapat dukungan positif dari Ketua Pokja Mediasi MA sekaligus hakim agung Prof. Takdir Rachmadi.

Menurut Dirjen Badilag, Mediation Center akan digunakan untuk menghimpun dan mengolah data mediasi, serta menjadi semacam laboratorium untuk praktik mediasi.

Di dalam mediation center itu nanti terdapat berbagai dokumen mediasi, baik dalam bentuk teks, audio maupun video. Di dalamnya juga akan ada fasilitas untuk simulasi mediasi.

Kemungkinan besar, kata Dirjen Badilag, Mediation Center akan didirikan di lantai 6 Gedung Sekretariat MA. Badilag, yang menempati lantai 6,7 dan 8, saat ini telah memiliki Laboratorium SIADPA di lantai 7, Laboratorium SIMPEG di lantai 8 dan Galeri 130 Tahun Peradilan Agama di lantai 6.

“Saat ini kita masih mencari tempat yang pas,” ujar Dirjen Badilag.

Selain tempat, hal lain yang mendapat perhatian Dirjen Badilag ialah Tim Pengelola Mediation Center. Dirjen Badilag menginginkan agar Mediation Center dikelola oleh Subdit Pengembangan Tenaga Teknis bersama unsur-unsur lain di Badilag.

(hermansyah)

Comments  
# Faizal Kamil,KPA Bengkalis 2013-06-17 05:10
Dengan mengakomodir pasal 25 ayat (1) PERMA Nomor 1 tahun 2008, perihal Award maupun reward adalah kondisi mutlak, apabila Mediasi yang diharapkan hasilnya optimal. Semua Hakim Mediator akan berlomba-lomba untuk memaksimalkan fungsi mediasi agar terpenuhi sesuai kriteria, dari Hakim seorang pemutus perkara menjadi pembujuk perdamaian.
Reply | Reply with quote | Quote
# h. masruri, ptk 2013-06-18 07:44
Dalam sebuah organisasi, reward and punishment memang dibutuhkan jika ingin melihat organisasi tersebut maju, jadi
perlu ada reward untuk hakim yang berhasil melakukan mediasi, tapi hakim yang tidak berhasil melakukan mediasi tidak perlu diberi punishment, Semoga gagasan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para hakim dalam meningkatkan mutu pelaksanaan mediasi.
Reply | Reply with quote | Quote
# Lazuarman PA Manna 2013-06-17 05:49
Kami sangat setuju dengan pendapat Bapak Dirjen Badilag yang mau memberikan penghargaan terhadap para hakim yang berhasil memediasi / mendamaikan para pihak. §ehingga program ini akan memicu para hakim agar bersungguh2 dalam upaya damai. Dalam persoalan mediasi ada hal yang pernah kami lakukan yang mungkin bisa diterapkan di pengadilan agama lain. Pertama "perpustakaan mediasi" yang memuat buku buku berkenaan dengan mediasi dan ishlah. Perpustakaan mediasi ini sangat bermanfaat bagi para hakim, bahkan para pihak. Ini pernah penulis terapkan di Pengadilan Agama Sijunjung sumatera barat. Kedua "MIU" (Majelis Ishlah Umat) yang pernah penulis lanjutkan di Pengadilan Agama Ende NTT. Anggotanya terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat, para imam masjid dan purna bakti pengadilan agama. Kenapa demikian ? Karena ada disebagian daerah yang masyarakatnya bisa didekati melalui tokoh masyakarat. Dan ternyata ini efektif dalam memediasi para pihak, apalagi ketika hendak eksekusi.
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusliansyah - PA Nunukan 2013-06-17 06:22
Sekali lagi "terobosan" akan dilakukan Ditjen.Badilag: Memberikan award kepada Mediator Hakim yang berhasil.
Dalam sebuah organisasi, reward and punishment memang dibutuhkan jika ingin melihat organisasi tersebut maju.
Role Model yang berjalan selama ini sejatinya adalah sebuah reward atas prestasi kerja seseorang.
Award kepad mediator hakim hanya salah satu reward di antara prestasi2 yang diraih hakim atau PA dalam berbagai bidang pekerjaan.
Semoga keinginan baik ini dapat terealisasi segera!
Reply | Reply with quote | Quote
# ELGHANI PTA AMBON 2013-06-17 06:29
Gagasan GRES dari Bpk DIRJEN perlu mendapat suprot para pelaku mediasi di tingkat PA PA seluruh Indonesia. namun AWARD bagi MEDITOR yang sukses wajib ada parameter yang pasti dan berlaku untuk semua. tidak ada lagi siapa dia dekat dengan siapa dst. semoga GAGASAN INI SEGERA TEREALISASI. amien.
Reply | Reply with quote | Quote
# AFFAN PA. GRESIK 2013-06-17 06:40
saya sangat setuju dengan gagasan pak Dirjen supaya hakim yang berhasil mediasi bertambah semangat
Reply | Reply with quote | Quote
# AFFAN PA. GRESIK 2013-06-17 06:41
syukron kastir birokyuka ya almudiir
Reply | Reply with quote | Quote
# AFFAN PA. GRESIK 2013-06-17 06:45
perbuatan mendamaikan seseorang adalah merupakan perbuatan mulia oleh karena itu perbuatan mulia ini perlu diperhatikan dan dihargai seperti pemikiran pak dirjen
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusdi PTA Smd 2013-06-17 06:59
selamat bagi Mediator yang berhasil mendamaikan para pihak, Dirjen Badilag akan memberikan Reward atas keberhasilan tsb, semoga akan muncul menjadi kenyataan, sehingga Mediator yang mendapatkan Reward akan merasakan manfaatnya.
Reply | Reply with quote | Quote
# M.arsyad,m pa ptk 2013-06-17 07:01
Gagasan yg segera dimplementasika n,reward sebuah keniscayaan atas sebuah prestasi, kedamaian dan keadilan adalah harapan setiap orang ! sukses buat peradilan agama!
Reply | Reply with quote | Quote
# M.Yusuf PA Kendari 2013-06-17 07:04
Semoga gagasan yang baik tersebut bisa teralisasi, dan mudah-mudahan hal tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi para hakim dalam meningkatkan mutu pelaksanaan mediasi.
Reply | Reply with quote | Quote
# Tamim PA Bajawa 2013-06-17 07:33
Kami doakan semoga rencana baik dari pak Dirjen itu akan segera terujud sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dirasakan manfaatnya, Amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# H. Makka A. PA Polewali 2013-06-17 07:36
Gagasan Badilag untuk membuat Mediation Center dan memberikan penghargaan kepada hakim yang berhasil dalam mediasi, adalah gagasan yang sangat cemerlang.
Hanya mungkin yang perlu diperhatikan oleh Badilag, perlunya pemerataan hakim yang sudah bersertifikat/s udah mengikuti pelatihan madiasi, karena masih ada beberapa PA yang satupun hakimnya belum pernah mengikuti pelatihan mediator.
Reply | Reply with quote | Quote
# daswir tanjung 2013-06-17 07:37
Salah satu unsur menajement adalah reward dan punishmen, maka setiap pihak yang membuat prestasi perlu diberikan penghargaan dan yang melakukan kesalahan dalam tugas diberikan sanksi terutama kesalahan yg dilakukan dengan sengaja, dan dalam hal mediasi, tanpaknya belum dilaksanakan dengan sungguh - sungguh, sebagian besar masih bersifat formalitas, kedepan perlu ada ketegasan dari Pimpinan, bahwa mediasi perlu lebih dilaksanakan dengan sungguh - sungguh, agar lebih banyak rumah tangga yang dapat diselamatkan dari perceraian, tugas Pengadilan Agama bukan menceraikan, tapi mencari solusi yang terbaik dalam rumah tangga yang sedang dilanda komplik.
Reply | Reply with quote | Quote
# jkrPAbone 2013-06-17 07:47
semoga program ini realisasinya dapat dinikamti dalam waktu yang tidak terlalu lama
Reply | Reply with quote | Quote
# MASALAN BAINON 2013-06-17 08:10
ALHAMDULILLAH.. ...Baru sejak Februari 2013 kmren sy bertugas di PA.Manna wil.PTA.bengkul u, 1 perkara CG berhasil sy damaikan dlm waktu sekitar 2 jam perbincangan dgn para pihak yang berakhir dgn sujud dan peluk suami istrinya..meski pun sampai saat ini sy blm pernah mengikuti Bimtek ttg Mediasi..hehe.. namun menurut sy karena disitu ada celahnya dan kedua pihak mmg kebetulan orang2 intelek hingga komunikasi lebih mudah dicerna mereka..dan tak luput pastinya karena hidayah Alloh buat mereka..sy pun sbg Mediator sangat bahagia melihat mereka berdamai dan cabut perkaranya. Demikian pula kmren pengalaman pertama sy dan rekan2 majelis melaksanakan Descente di atas bukit terjal hingga naik Ojek motor Trill memakai rantai di rodanya..dlm perkara Harta Bersama,alhamdu lillah dapat berjalan dgn aman terkendali dan sukses serta pada akhirnya perkaranya telah kami putuskan dan kedua pihak menerima hasil putusan kami dgn wajah senang semua...smg kedepan bnyk lg perkara yang dapat berhasil sy damaikan..ALLOH UMMAHDINA ILA SHOROTHIL MUSTAQIIM...
(Hakim PA.Manna)
Reply | Reply with quote | Quote
# darda..Pts.. 2013-06-17 08:14
ini merupakan hal yang bagus dan baik sehingga menjadi motivasi kita dan dpat mengoptimalkan upaya mediasi tsb...semga lekas terwujud....dan nanti jika mau diwujudkan agar diberitahukan personal yang penempatannya karena berhasil mediasi...ini adalah suatu penghargaan..un tuk yang berhasil...
Reply | Reply with quote | Quote
# syazili pa manna 2013-06-17 08:31
Saya sangat setuju dan senang sekali dengan gagasan pak Dirjen, karena gagasan tsb akan menambah semangat para hakim untuk mendamaikan para pihak yang berperkara, lagi pula mendamaikan dua orang yg sedang berselisih itu adalah perbuatan mulia,semoga wacana pak dirjen ini akan menjadi kenyataan. Amin yarabbal'alamin .
Reply | Reply with quote | Quote
# Nursal- PA.Sawahlunto 2013-06-17 08:34
sebuah gagasan dari Pak Dirjen yang perlu kita dukung, tentu perlu direalisasikan dalam bentuk konkrit, akan menambah hakim mediator termotivasi ...
Reply | Reply with quote | Quote
# Abdan Khubban, Waka PA Sarolangun 2013-06-17 08:35
Memang sudah saatnya direalisasikan bagi Mediator yang berhasil, mendapat Reward. karena itu memang hal yang sudah lama diprogramkan oleh Mahkamah Agung. Saya pribadi sebagai Mediator sejak tahun 2009 sudah cukup banyak berhasil dalam memediasi, baik itu perkara perceraian, harta bersama maupun perkara warisan. yang baru-baru ini saja, 3 (tiga) perkara berhasil di mediasi, yang meliputi perkara gugatan harta bersama dan perkara perceraian. harapan saya sebagai Mediator, dan para mediator yang lain tentunya, semoga Reward bagi Mediator yang berhasil segera direalisasikan, amiin YRA...
Reply | Reply with quote | Quote
# Achmad Kadarisman, S.HI 2013-06-17 08:36
Pak Dirjen, saya pernah jadi mediator dan berhasil mendamaikan. Jadi saya masuk TPM, kan?
Reply | Reply with quote | Quote
# RS.MS.Aceh 2013-06-17 08:36
Diharapkan apa yang telah diprogramkan oleh Bapak Dirjen sebagaimana tersebut diatas dapat segera terlaksana amain.
Reply | Reply with quote | Quote
# din.wheeno 2013-06-17 08:41
sebuah ide bagus, tntu bagi mereka yang brprestasi, sesuai dg kalam Ilahi: barang siapa brbuat kbaikan skecil dzaroh mk ia akan mmperoleh imbalan, dan barang siapa brbuat kburukan skecil dzarohpun mk ia akan mndapat balasan pula, namun bagi para Yg mulia (hakim) tentu memediasi tdk se-mata2 mengharap reward belaka apalagi brbentuk materi, yg prlu dihayati adlh tugas mediasi mrupakan tugas mulia yg msti dilakukan se-mata2 utk mncapai kbaikan, kmaslahatan umat & akhirnya menggapai ridho Ilahi. Amin. :-)
Reply | Reply with quote | Quote
# Khairil Jamal MS.Meureudu. 2013-06-17 09:14
Sangat setuju diberikan reward kepada Hakim Hakim yang berhasil melaksanakan mediasi, namun rewardnya jangan terfokos pada mutasi ketempat yanng lebih bagus tapi diberikan pelatihan pelatihan yang lebih baik dan buku buku bacaan dan kami mendukung ide pak Dirjen untuk mendirikan mediation center, semoga berhasil dengan baik.
Reply | Reply with quote | Quote
# Drs.HAM HSB,MH PA SIDIKALANG 2013-06-17 09:33
Kita tunggu dengan gembira Mediation center semoga dengan didirikannya laboratorium ini maka peroses mediasi di PA_PA akan lebih berhasil guna apalagi diiringi dengan reward dari Badilag. mudah-mudahan terlaksana, Amin
Reply | Reply with quote | Quote
# Hardinal PTA Jypura 2013-06-17 09:49
:lol: Rencana pemberian Reward bagi hakim yang sukses melakukan mediasi sangat wajar dan pantas. Namun bagi para hakim melakukan mediasi dan upaya damai secara maksimal, memang harus dari dorongan relung hati yang paling dalam dan rasa tanggung jawab yang tinggi karena amat PERMA Nomor 1 Tahun 2008 dan/atau perintah undang-undang, bukan karena ingin mendapat Reward. Rewards tentu akan datang sendiri menghapiri bilama seorang hakim telah dinyatakan sukses. Semoga....!
Reply | Reply with quote | Quote
# Nadimah PA Bkl.. 2013-06-17 09:59
Mediation Center,insyaAll ah cepat terealisasi, Dengan memperhatikan pasal 25 ayat (1) PERMA Nomor 1 tahun 2008 reward hal yang mutlak,sehingga Semua Hakim Mediator akan berlomba-lomba untuk memaksimalkan fungsi mediasi agar mediasi berhasil dengan kesepakatan damai, keputusan damai merupakan suatu keputusan yang paling adil dan sempurna karena dapat diterima oleh semua pihak. :lol: :lol:
Reply | Reply with quote | Quote
# abdullah berahim, pta palu 2013-06-17 10:12
BAGUS MEMANG APA YG MEJADI GAGASAN PAK DIRJEN ITU, TAPI TOLUK UKURNYA BAGAIMANA? MENENTUKAN HAKIM YG BERHASIL MEMEDIASI SEPERTINYA RELATIF, APA DARI BANYAKNYA PERKARA YG BERHASIL DIMEDIASI, ATAU TEHNIKNYA BAGUS ATAU APANYA, SEHINGGA SAMPAI PD KESIMPULAN SI hakim A, BERHASIL MEMEDIASI. NAMUN PD DASARNYA SY MENYAMBUT BAIK GAGASAN TSB.
Reply | Reply with quote | Quote
# Al Fitri - PA Manna 2013-06-17 10:16
Perlu juga dipikirkan masih banyak hakim yang belum mendapatkan pelatihan mediator, dan jika berhasil dalam mediasi ukurannya berapa keberhasilannya itu sehingga diberikan penghargaan...
Reply | Reply with quote | Quote
# Sobirin PA Jepara 2013-06-17 10:24
Ide YM bpk Dirjen pelu kita apresiasi krn mrpkn " Basyiron " khususnya bg para Hakim yg telah lulus mengikuti pelatihan sertifikasi Mediator wabilkhusus yg mendapatkan predikat 10 besar.
Reply | Reply with quote | Quote
# Mawardi Lingga PA Sidikalang 2013-06-17 10:26
Memang untuk mendongkrak yg lebih signifikan memang perlu adanya "Reward" bagi yg berhasil
Reply | Reply with quote | Quote
# NURMADI RASYID,PA.BKL 2013-06-17 10:34
Untuk kedepannya sangat perlu ada ketegasan dari Pimpinan, bahwa mediasi perlu lebih dilaksanakan dengan sungguh - sungguh, agar lebih banyak rumah tangga yang dapat diselamatkan dari perceraian, , untuk mencari solusi yang terbaik dalam rumah tangga yang sedang dilanda komplik.kita tunggu gagasan untuk mendirikan mediasi center.
Reply | Reply with quote | Quote
# Asyrof - PA Manna 2013-06-17 10:57
Mohon kepada Dirjen Badilag untuk lebih memaksimalkan peran Calon Hakim -yang telah mendapat sertifikasi mediator- di satker masing-masing, karena seringkali kemampuan mereka dipandang sebelah mata oleh hakim-hakim senior.
Kemudian, Reward sangat penting,dan lebih penting lagi indikator keberhasilan mediasi harus segera ditentukan, karena indikator yang dipakai di Mahkamah Agung selama ini hanya untuk perkaranya saja, sedangkan perkara assessoir tidak dihitung berhasil.
Inilah yang sering menjadi pertanyaan dari "rekan-rekan" family court di Australia "mengapa prosentase keberhasilan mediasi di PA (khususnya perkara perceraian) sangat rendah...?" ya karena kalau ada perceraian yang dikumulasi dengan perkara lain (misal: hadlanah, harta bersama, dsb.), maka mediasi yang dihitung berhasil hanya apabila TIDAK BERCERAI saja....
terima kasih.
Reply | Reply with quote | Quote
# Alimuddin M.PA.Denpasar 2013-06-17 11:30
Wacana untuk memberikan penghargaan kepada hakim yang berhasil dalam mediasi sejak awal sudah ada, tapi karena parameternya tidak jelas sehingga hanya tinggal wacana. Gagasan untuk mendirikan mediation center, saya kira merupakan upaya yang tepat guna merealisasikan wacana tersebut, semoga!
Reply | Reply with quote | Quote
# atin-bontang 2013-06-17 12:20
Alhamdulillah, mudah2an program ini dpt segera terealisasikan, khusus utk PA Bontang, hampir semua hakim yg menjadi mediator pernah berhasil mendamaikan pihak, meskipun kami belum pernah mengikuti pelatihan mediasi atau sertifikasi mediator data ada di register mediasi,
Reply | Reply with quote | Quote
# Sarnoto, PA Jakpus 2013-06-17 13:57
Perlu adanya persamaan persepsi tentang kriteria mediasi yang berhasil, terutama terhadap perkara perceraian. Adalah tidak fair kalau dikatakan mediasi perkara perceraian harus selalu diakhiri dengan pencabutan perkara. Lalu bagimana halnya dengan usaha mediator yang telah sedemikian rupa berhasil meredam emosi para pihak yang mau bercerai secara baik-baik, tidak ada pilihan dari masing-masing pihak kecuali bercerai dan keduanya juga sependapat untuk bercerai. Untuk itu sejalan dengan gagasan Pak Dirjen untuk memberikan reward kpd mediator yang berhasil, kiranya perlu dirumuskan kriterianya sesuai dengan hakekat mediasi.
Reply | Reply with quote | Quote
# atin-bontang 2013-06-20 06:26
Setuju sekali dengan pendapatnya Pa Sarnoto, sebab kenyataannya di lapangan, banyak sekali perkara perceraian yg setelah dimediasi kedua belah pihak tetap ingin bercerai tetapi mereka mengadakan kesepakatan2 misalnya dalam hal hadanah dan nafkah anak, mut'ah, nafkah idah bahkan harta bersama, padahal sebelumnya bersitegang bahkan ada salah satu pihak yang berkata sampai kasasi pun saya akan hadapi, tetapi setelah dimediasi emosinya mereda, bahkan terjadi kesepakatan dalam hal nafkah idah, mut"ah dan harta bersama, alhamdulillah
Reply | Reply with quote | Quote
# mwiaty@pta pdg 2013-06-17 14:23
Semoga pemberian reward menjadi kenyataan secepatnya bagi hakim yang berhasil memediasi para pihak sebagai aplikasi dari pasal 25 ayat 1 PERMA no 1 th 2008 Semoga :-)
Reply | Reply with quote | Quote
# Faridudin, Admin 2013-06-17 15:18
untuk pemediator dalam melakukan mediasi, berhasil atau tidaknya upaya damai memerlukan langkah dan trik -trik, kembali pada 3 person dan jenis perkara,kami percaya apapun jenis dan bobot perkaranya mediator PA/Msy mampu dan cakap dapat mengatasi polemik,dan pihak -pihak melaksanakan dengan damai salah satu
azas tertinggi dari sendi kehidupan di masyarakat
Reply | Reply with quote | Quote
# Dasril - PA Bukittinggi 2013-06-17 15:24
Betapa pentingnya mediator dalam membantu penyelesaian konflik dalam rumah tangga.Suatu kebahagiaan bagi Hakim Mediator bilamana terciptanya keutuhan kembali rumah tangga yang diambang bencana. Gagasan Bapak Dirjen meberikan Reward sudah saatnya. semoga terealisasi...
Reply | Reply with quote | Quote
# M. Yamin/PA.Gtlo 2013-06-17 18:25
Sebuah ide yg konstruktif dalam kerangka memotivasi dan merangsang skill mediator (hakim), asal tidak kebablasan ke arah yg negatif. Kita sokong motivasi ini. Bravo pak Dirjen
Reply | Reply with quote | Quote
# sulfa pta smrd 2013-06-18 07:16
dalam praktek mediasi di PA PA se IND masih fariatif,bergan tung dari jumlah perkara,jumlah hakim dan sarana.ada satu PA perkara banyak,hakim banyak ,sementara di PA LAIN,perkara benyak ,hakim sedikit.di PA lain perkara sedikit hakim banyak ,ada PA perkara sedikit, hakim sedikit.barangk ali dengan tolok ukur dari badilag,dan disosialisasika n lewat PTA ,akan tarang benderang,siapa yang patut diberi reward.fastabiq ul khaeroti.
Reply | Reply with quote | Quote
# M-Tobri PA Mj.Lengka 2013-06-18 07:41
Dirjen Badilag menginginkan agar Mediation Center dikelola oleh Subdit Pengembangan Tenaga Teknis bersama unsur-unsur lain di Badilag, ide yang cemerlang semoga bisa segera diwujudkan. bagai para mediator tetap semangat, sehingga apapun hasilnya tetap senang dan tenang ........
Reply | Reply with quote | Quote
# Tarsi PA.Pelaihari 2013-06-18 08:19
Gagasan pemeberian Reward terhadap Hakim yang berhasil memedasi sudah saatnya dilaksanakan, hal ini akan membuat hakim mediator sungguh-sungguh melaksanakan mediasi, bukan cuma sekedarnya saja.
Reply | Reply with quote | Quote
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2013-06-18 10:35
gagasan bagus, karena memang perkawinan itu unik
Reply | Reply with quote | Quote
# helmy thohir - pta bandung 2013-06-18 11:18
Pak Dirjen, sdaya sangat mendukung bila ada rencana untuk mendirikan Mediation Center, termasuk rencana akan memberikan reward kepada hakim yang berhasil melakukan mediasi, kalau bisa termasuk punishment kepada yang tidak berhasil tentunya agar ada keseimbangan. Namun kalau memungkinkan, selain data yang akurat perlu juga dikaji ulang hal-hal yang menjadi kendala ketidak berhasilan suaiu mediasi, melalui penelitian dan pendalaman ke PA - PA yang dilakukan oleh PTA dalam wilayah yurisdiksinya masing-masing dibantu oleh tenaga hakim tinggi yang sudah mempunyai sertifikat mediator. Tks.
Reply | Reply with quote | Quote
# IFTAH.PA SOLO 2013-06-18 15:56
SEBAAGAI WARGA MUDA PERADILAN AGAMA KAMI SANGAT MENDUKUNG GAGASAN BESAR DAN STRATEGIS PAK DIJEN.
BAGAIMAN DENGAN CAKIM (TELAH BERSERTIFIKAT MEDIATOR)YANG BERHASIL MELAKUKAN MEDIASI? APAKAH DUA KALI BERHASIL DAMAI DALAM MEDIASI DARI 8 PERKARA YG SAYA MEDIASI (25 %)BISA MEMBANTU PENEMPATAN PAK?
Reply | Reply with quote | Quote
# Zhami Bulian 2013-06-19 08:26
Bagaimana dengan pegawai non-hakim, apakah ada wadah untuk menjadi ajang promosi, sementara reward yang didapat bukan dilingkungan Mahkamah Agung saja bahkan reward bergengsi justru dari Pemerintah diberbagai bidang juga diraih, sementara selama ini hanya sebatas piagam, piagam dan piagam saja, seakan-akan berjalan ditempat tanpa promosi dan mutasi ketempat yang lebih baik, cukupkah...?
Reply | Reply with quote | Quote
# NURDIN PA SUBANG 2013-06-19 10:34
Gagasan pak Dirjen BADILG sangat bagus dan perlu diapresiasi oleh para Hakim mediator, termasuk majelis hakim yang mampu menggagalkan perceraian, sehingga mereka mencabut gugatan atau permohonanya dan kembali rumah tangga, atau mencabut perkara yang disengketakan di Pengadilan baik masalah waris, harta bersama maupun yang lainnya. Gagasan tersebut dapat memacu dan menjadi penyemangat bagi para mediator untk lebih mengefktifkan dan memaksimalkan pelakasanaan mediasi, baik dalam perceraian maupun yang lainnya. Sewmoga dengan berhasilnya mediasi kepercayaan pencari keadilan ke Pengadilan Agama semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, semoga suses terusss..
Reply | Reply with quote | Quote
# Abdurrahman Rahim #PA Sambas-KalBar# 2013-06-19 10:43
Sepakat pak Dirjen, tinggal bagaimana pola kerja untuk menyaring para hakim yang berhasil memediasi tersebut. pertama PA tempat hakim tersebut berkerja harus komitmen untuk memberikan laporan secara periodek, kedua PTA, setelah laporan dari PA disampaikan ke PTA diharapkan diolah lebih lanjut untuk disampaikan ke BAdilag. kekurangannya tentu sangat lama informasi sampai ke badilag, alangkah lebih baik dari PA langsung memberikan informasi akurat mengenai perkara yang berhasil dimediasi lengkap dengan Hakimnya ke tim khusus yang dibentuk oleh badilag. semoga sukses
Reply | Reply with quote | Quote
# rasyid.rizani@PA Bajawa NTT 2013-06-19 12:53
sebuah gagasan yang bagus dari bapak dirjen... Namun,,, yg menjadi kendala di lapangan adalah, ketika perkara yg masuk ke PA itu hanya 4 dalam 1 tahun, dan semuanya T tidak pernah hadir,,,, tentu mediasi tidak dapat dilaksanakan. bagi yang perkaranya banyak itu adalah sebuah angin segar untuk promosi, namun bagi perkaranya yang sangat sedikit.... wallahu a'lam...
Reply | Reply with quote | Quote
# H.Allah di PA Kepulauan 2013-06-19 13:27
Yang benar Pak ! Kami tunggu realisasinya.
Reply | Reply with quote | Quote
# Zainal Abidin, SH.MM 2013-06-20 05:50
Saya salut atas gaagasan Pak Dirjen memang perlu Reward untuk Hakim yang Sukses Memediasi , dan kami harapkan seharusnya perlu juga Reward Panitera , Wapan dan wasek yang berasil dalam pelaksanaa tupoksinya , kami harapkan perhatian Pak dirjen Wasek PTA/PA seluruh Peradilan Agama ( yang posisinya sebagai sporting unit )
Reply | Reply with quote | Quote
# Dodi / Tabanan 2013-06-20 08:37
Alhamdulillah sejak agustus 2009 bertugas pertama menjadi hakim, dari sekian kali menjadi mediator baru satu kali berhasil memediasi perkara cerai talak. Kami merasakan betapa sulitnya memediasi sengketa hati dan sengketa perasaan antara para pihak-pihak dalam perkara perceraian. Untuk itu kami berharap agar semua hakim diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/dikla t khusus mediasi baik itu yang diselenggarakan oleh Bandiklat, Badilag ataupun PTA, dimana hakim-hakim mediator bisa mendapatkan ilmu tentang bagaimana cara memediasi yang efektif dan efisien, serta bagaimana hakim-hakim mediator mampu membaca kondisi psikologis dari para pihak yang berperkara serta memberikan solusi yang tepat bagi mereka.
Reply | Reply with quote | Quote
# Djabir Sasole PA Soasio 2013-06-20 08:47
100 PERSEN DUKUNG......MEM ANG HARUS DIAKUI, MENYATUKAN 2 HATI YANG SUDAH TIDAK BERHASRAT UNTUK BERSATU BUKAN PERKARA MUDAH. JANGAN SAMAKAN DENGAN MEDIASI SOAL HARTA ATAU UTANG PIUTANG....BRAV O PAK dIRJEN...
Reply | Reply with quote | Quote
# as 2013-06-20 09:54
saya mau dong, menjadi salah satu tim mediasi center.
Reply | Reply with quote | Quote
# Korik PA Sengeti 2013-06-20 10:00
Sebetulnya dlm PERMA No. 1 th 2008 sdh jelas adanya pasal yg menyatakan pemberian rewaed bg hakim mediator yg berhasil mendamaikan tinggal implementasinya silahkan berbentuk apa, kalau boleh usul jgn cuma hakim mediator saja yg dapat reward Pak Dirjen, tapi majelis hakim yg berhasil mendamaikan dalam sidang sehingga perkaranya dicabut perlu jg dpt reward, sy sebagai Ketua Majelis sdh 3 kali perkara dicabut karena damai alhmdllah d sy sangat mendukung adanya mediation center dan diklat utk seluruh hakim yg belum ikut pelatihan secara kontinyu, syukron jaazilan pak dirjen.
Reply | Reply with quote | Quote
# Sohel PA Jkt Selatan 2013-06-20 11:54
Hakim sebagai mediator yang berhasil memediasi suatu perkara dengan melahirkan kesepakatan akan mendapat rewaard dari pimpinan, akan tetapi bagaimana kalau hakim tidak pernah ditunjuk sebagai mediator atau perkara tertentu saja ditunjuk sebagai mediator , hakim seperti ini bagaimana nasibnya pak ,. Dan harus dipahami bahwa memediasi perkara perceraian adalah suatu hal yang sangat sulit untuk tercapainya suatu kesepakatan antara para pihak karena pada umumnya seseorang yang mengajukan perceraian hati diantara mereka sudah pecah dan sulit untuk bersatu lagi . Sebagai usul saya kalau dapat yang menjadi penilaiannya bukan dari kwantitas berapa perkara yang berhasil di mediasinya akan tetapi dari segi kualitasnya maksudnya suatu perkara yang sulit untuk dimediasi, akan tetapi hakim tersebut bisa memediaisinya yang berujung kepada tercapainya suatu kesepakatan bgt menurut saya wass...
Reply | Reply with quote | Quote
# Iskandar Raja BADILAG 2013-06-20 13:18
Sebenarnya bukan saja HAKIM yg berhasil menjadi mediator dapat diberikan REWAED atau penghargaan, oleh karena penghargaan merupakan motivasi untuk lebih giat bekerja misalnya pegawai banyak menulis atau punya KARYA TULIS yg bermamfaat juga harus diberikan REWAED, dari belasan ribu karyawan dilingkungan PERADILAN AGAMA hanya segelintir bisa menulis.
Reply | Reply with quote | Quote
# H.TAUFIQURROHMAN BALI 2013-06-20 13:39
Ide dan sekaligus program yang cemerlang yang disampaikan oleh Bapak Dirjen Badilag bahwa para hakim dari lingkungan peradilan agama yang sukses melakukan mediasi perlu mendapatkan reward (penghargaan, semoga program yang khair ini terealisasi, amin ya Robbal'alamin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Azizah Ali, PA Lubuk Sikaping 2013-06-20 14:29
Alhamdulillah.. tugas jihad fi sabilillah dg ikhlas di tambah reward, moga membawa kebaikan. saya menguatkan pendapat teman sejawat di atas, selain mediasi juga majelis yg berupa tim juga layak mendapatkan apresiasi. semoga kami ikut pelatihan mediator agar melengkapi ilmu yang didapatkan.. aaaamiin y mujib.. kami haus diklat sebagai generasi muda walau kami di daerah.. barakallah.
Reply | Reply with quote | Quote
# Rahmat, PA Masohi 2013-06-21 06:59
Pemberian reward kepada hakim mediator yg berhasil mendamaikan pihak2 berperkara merupakan gagasan/ ide yang sangat positif mendorong mediator menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan berhasil sehingga mempercepat penyelesaian perkara, smg Yang Terhormat Bapak Dirjen Badilag, terus menerus mengalirkan ide / gagasannya untuk kemajuan Badilag, amin
Reply | Reply with quote | Quote
# umi 2013-06-21 07:45
Yang terjadi saat ini punishment lebih cepat dari reward, dan jangan hanya hakim saja yang mendapat previllege seperti itu , semua u sur di Pengadilan Agama dari tingkat pertama, banding dan pusat harusnya mendapat kesempatan yang sama, siapa yang berprestasi harus mendapat reward dan kami setuju , reward tdk harus dalam bentuk materi, suatu pujian pun sdh menyenangkan apalagi mendapat pengakuan
Reply | Reply with quote | Quote
# Iskandar Raja BADILAG 2013-06-21 09:22
Bukan saja hakimsebagai Mediator yang berhasil melakukan Mediasi untuk pencari keadilan yang perlu diberi Reward atau penghargaan, oleh karena penghargaan merupakan Motivasi untuk bekerja lebih serius tetapi juga Penulis yang bermanfaat bagi peradilan perlu diberikan Reward, karena tidak banyak orang yang dapat menulis dilingkungan Peradilan Agama khususnya
Reply | Reply with quote | Quote
# thahir guhir 2013-06-21 22:29
reword dan punishmen itu hak dak kewajiban yg hrs di dapat dan dilakukan siapapun jd tdk khusus untuk hakim saja...
Reply | Reply with quote | Quote
# Syamsulbahri PA Mks 2013-06-25 06:58
Pasal 25 PERMA Nomor 01 Tahun 2008 (1)"Mahkamah Agung menyediakan sarana yg dibutuhkan bagi proses mediasi dan insentif bagi hakim yg berhasil menjalankan fungsi mediator".
(2)"Mahkamah Agung menerbitkan peraturan mahkamah agung tentang kriteria keberhasilan hakim dan insentif bagi hakim yg menjalankan fungsi meditor".
Hal ini dapat menjadi dasar adanya reward bagi Hakim yg berhasi memediasi, jadi memang harus maksimal dalam menalankan tugas mediasi, semoga payung hukumnya segera terbit, agar dapat memberi semagat bagi mediator dalam menjalankan fungsinya, semoga sukses... amien...
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage