logo web

Dipublikasikan oleh Abdul Rahman pada on . Dilihat: 766

Komisi Yudisial Jaring Calon Hakim Agung Kamar Agama Melalui Ditjen Badilag

image001

Dirjen Badilag dan Kabiro Rekrutmen, Advokasi dan Peningkatan Kapasitas  Hakim Komisi Yudisial membahas penjaringan dan pemetaan para calon hakim agung di ruang rapat Dirjen Badilag.

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Jum’at tanggal 19 Juni 2020, Kepala Biro Rekrutmen, Advokasi, dan Peningkatan Kapasitas Hakim, Komisi Yudisial, Arie Sudihar, S.H., M.Hum. bersama Kepala Bidang Analisis dan Kepala Bagian Rekrutmen Hakim Agung menyambangi Badilag. Kedatangan KY ke Badilag untuk menindaklanjuti arahan Ketua Mahkamah Agung RI seminggu sebelumnya untuk berkordinasi dengan Dirjen Badan Peradilan dalam penjaringan hakim agung.

Rombongan KY disambut Dirjen Badilag, Dr. Drs. Aco Nur, S.H., M.H. yang ditemani Drs. Arief Hidayat, M.M., Direktur Pembinaan Tenaga Teknis, Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag., dan Direktur Pembinaan Administrasi Dr. Nurjannah Syaf, S.H., M.H. di ruang rapat Dirjen Badilag, Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI, lantai 6.

“Kedatangan kami kesini merupakan tindak lanjut dari arahan Yang Mulia Ketua MA minggu lalu agar melakukan kordinasi dengan Dirjen Badan Peradilan untuk menjaring dan memetakan calon-calon hakim agung yang potensial, dan selain itu kami juga meminta pandangan Dirjen Badilag mengenai proses rekrutmen hakim agung yang ideal di masa yang akan datang”. Demikian ungkap Arie Sudihar mengutarakan maksud kedatangannya. Arie Kemudian memperkenalkan dua orang yang mendampinginya.

Dirjen Badilag kemudian memberikan tanggapan terhadap apa yang disampaikan tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam hal pemetaan dan penjaringan calon hakim agung.

 image002

Melihat Galeri Peradilan Agama

Pertama, sebagai hakim, kemampuan teknis penyelesaian perkara merupakan hal utama yang harus diperhatikan, namun untuk menilai kualitas hakim berdasarkan putusannya tidak cukup hanya memeriksa beberapa putusan saja seperti yang dilakukan KY saat ini, penelaahan harus dilakukan secara konperhensif, supaya dapat memahami pemikiran hakim secara utuh, karena hakim bisa saja memutus dua jenis perkara yang sama dengan amar putusan yang berbeda, hal ini perlu dilihat dulu legal reasoningnya, agar tidak langsung dicap tidak konsisten. “ KY harus mempelajari putusan-putusan hakim yang dicalonkan, berapa putusan yang pernah dibuat, jenis perkara apa saja yang pernah disidangkan, berapa perkara yang dilakukan upaya hukum, berapa perkara yang dikuatkan atau dibatalkan oleh pengadilan banding dan kasasi, kemudian dianalisa kenapa jadi dikuatkan atau kenapa jadi dibatalkan, putusan hakim-hakim peradilan agama sudah bisa diakses publik di portal Direktori Putusan MA, untuk dipelajari” pungkasnya.

Kedua, pemantauan terhadap hakim-hakim yang potensial sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari, jangan hanya menjelang perekrutan dilakukan, bahkan seharusnya sudah dilakukan sejak hakim bertugas di pengadilan tingkat pertama. Menurutnya “Dalam menentukan calon hakim agung, KY sebaiknya memantau jauh-jauh hari sebelum perekrutan, bahkan saat para hakim bertugas di pengadilan tingkat pertama. Mulai dari sekarang KY harus memantau ketua-ketua di pengadilan Kelas IA, ketua-ketua pengadilan kelas 1A merupakan hakim-hakim yang memiliki kemampuan teknis yustisial dan manajerial yang sudah teruji, kompleksitas perkara di pengadilan kelas 1A sangat tinggi”.

Ketiga, perlunya mempertimbangkan kemampuan manajemen perkara yang dimiliki hakim, agar penyelesaian perkara dapat memenuhi standar yang sudah ditentukan, persoalan penumpukan perkara di masa lalu disebabkan buruknya manajemen perkara, sehingga masyarakat pencari keadilan dirugikan dengan kondisi itu dan berdampak pada rendahnya kepercayaan masyarakat, jangan sampai persoalan seperti ini terulang lagi. “Tantangan Mahkamah Agung saat ini sangat besar, khususnya dari sisi jumlah dan kompleksitas perkara, jumlah perkara yang masuk sangat banyak, faktor kemampuan manajerial seorang hakim dalam penanganan perkara sangat penting”

Keempat, faktor wawasan dan pengetahuan mengenai perkembangan tekhnologi informasi yang sudah menjadi kebijakan Mahkamah Agung. “Blueprint Pembaruan Mahkamah Agung itu menempatkan Tekhnologi Informasi sebagai pilar pembaruan sistem peradilan di masa depan, banyak sekali kebijakan atau aturan dalam penanganan perkara yang dibuat Mahkamah Agung yang sudah berubah dan menyesuaikan dengan perkembangan tekhnologi, seperti sistem pengadilan elektronik, pembuktian elektronik, dan register perkara elektronik, yang harus betul-betul dipahami”pungkasnya.

Merespon tanggapan Dirjen Badilag, Arie Sudihar menyampaikan rasa terima kasih atas masukan berharga yang sudah diberikan, dan menyakatakan akan menyampaikannya dalam rapat pimpinan KY. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perkembangan penyelesaian perkara di peradilan agama, khususnya terkait minutasi dan publikasi putusan, ia kemudian menyampaikan permohonan permintaan data terkait hasil evaluasi rutin Ditjen Badilag terkait penyelesaian perkara berdasarkan SIPP, Penilaian Kinerja Satker dan hasil Eksaminasi Putusan secara elektronik untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pemetaan dan penjaringan calon-calon hakim agung di masa yang akan datang.

image003

Dirjen Badilag menyerahkan nama-nama hakim tinggi yang memenuhi syarat untuk dicalonkan sebagai hakim agung.

Mengakhiri pertemuan, Dirjen Badilag menyerahkan nama-nama hakim tinggi yang sudah memenuhi syarat menurut undang-undang untuk dicalonkan sebagai hakim agung sesuai permintaan KY. Ia menekankan pentingnya kerjasama yang solid antara Ditjen Badilag dan KY dalam meningkatkan kapasitas hakim di lingkungan peradilan agama, dan menyatakaan kesediaannya untuk memberikan data-data yang dibutuhkan KY dalam proses penjaringan ini. (ahb)

 

Comments  
# Syamsulhadiwkpatebo 2020-06-22 13:02
untuk menjadi seorang Hakim memang tidak gampang, apalagi menjadi Hakim Agung, tidak cukup dinilai dari Putusannya saja akan tetapi segala sisi baik kehidupan pribadi maupun keluarganya juga dinilai, langkah2 tyangh dilakukan KY bekerja sama Dirjen Badilag sangat tepat dan semoga Badilag selalu jaya
Reply | Reply with quote | Quote
# baihnaKPA tebo 2020-06-23 08:52
Mantap badilag, semoga mendapatkan hakim Agung dari PA yg berkualitas dan berdedikasi tinggi
Reply | Reply with quote | Quote
# Mursyid Syah 2020-06-23 09:37
Semoga masukan Badilag dapat memberikan kontstribusi berharga bagi KY dalam melakukan rekrutmen Hakim Agung yang sejak Hakim Tingkat pertama Kelas IA sdh dilkakukan pemantauan.
Reply | Reply with quote | Quote
# anang permana 2020-06-23 11:26
Mantahaf pak Dirjen...sebaga i upaya untuk melahirkan hakim agung yang berkuaitas profesional dan proporsional... .semoga ini menjadi tonggak awal menuju arah yang lebih baik
Reply | Reply with quote | Quote
# Al Fitri 2020-06-23 13:19
Semoga akan diperoleh calon hakim agung kamar agama sesuai dengan 4 kreteria yang diinginkan oleh Bapak Dirjen.
Reply | Reply with quote | Quote
# ZULKIFLI S/SLEMAN 2020-06-29 09:24
Mudah-mudahan yang terjaring benar-benar kualified.
Reply | Reply with quote | Quote
# rusli 2020-07-15 08:06
mudah2an colonnya yang diusulkan dapat diterima KY dan DPR dengan memuaskan
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage