logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on . Dilihat: 13860

“Kesejahteraan Pegawai Non-Hakim akan Naik Bila RB Berhasil”

Pangkalpinang | pta.babel.net

Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non-Yudisial Dr. H. Ahmad Kamil, S.H., M.Hum mengatakan bahwa penghasilan atau kesejahteraan pegawai MA dan badan peradilan  di bawahnya  akan  naik bila reformasi birokrasi MA berhasil.

“Untuk itu menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan bidang tugas masing-masing,” ujar Ahmad Kamil ketika memberi pengarahan pada pembukaan Bimbingan Teknis Hakim PA sewilayah PTA Kepulauan Bangka Belitung,  Senin malam (3/6/2013) di Novilla Boutique Resort Sungailiat Bangka.

Ahmad Kamil mengingatkan, terbitnya PP Nomor 94 Tahun 2012 hendaknya tidak membuat kinerja dan disiplin hakim menurun. Justru ia berharap agar dengan penghasilan yang meningkat, para hakim dapat meningkatkan kualitas diri, lebih profesional dan bekerja sebaik-baiknya di bidang yudisial.

“Dan jangan dibalik. Artinya, tugas yudisial dijadikan untuk meningkatkan penghasilan,” tandasnya.

Ahmad Kamil juga menghimbau agar para hakim mematuhi jam kerja. “Setelah tidak adanya pemotongan remunerasi bagi hakim, banyak pimpinan pengadilan mengeluh sulitnya mengatur disiplin Hakim,” tuturnya.

Di samping itu, menurut Ahmad Kamil, para hakim harus menjadi teladan dalam segala hal, baik dalam dinas maupun di luar dinas.

Dalam kesempatan ini Ahmad Kamil juga menyampaikan bahwa seleksi hakim tinggi akan dilaksanakan melalui eksaminasi dan fit and proper test.

Mengenai promosi dan mutasi, Ahmad Kamil berharap agar tidak ada anggapan bila ketua pengadilan kelas II dimutasi menjadi hakim pengadilan kelas IA sebagai hukuman. “Itu adalah promosi, bukan hukuman,” tandasnya.

Ahmad Kamil juga menyampaikan kebijakan MA menetapkan pengadilan tingkat banding sebagai kawal depan MA. Karena itu, di samping menangani perkara, pengadilan tingkat banding juga harus melakukan pembinaan dan pengawasan di wilayahnya.

“Saya berharap agar Bimtek ini dilaksanakan dan diikuti dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan ilmu, kemampuan dan profesionalisme hakim,” tuturnya.

Acara ini dihadiri Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Sekretaris  Imam Mardi Nugroho, Ketua PTA Kepulauan Bangka Belitung Drs. H. Mudjtahidin, S.H., M.H, Wakil Ketua PTA Kepulauan Bangka Belitung Drs.H. Maradaman Harahap, S.H., M.H.  dan sejumlah hakim tinggi PTA Kepulauan Bangka Belitung.

Acara ini berlangsung selama tiga hari, 3-5 Juni 2013, dan diikuti oleh 40 orang hakim.

Selain Dr. H. Ahmad Kamil, S.H. M.Hum, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut adalah hakim agung Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.IP, M.Hum serta Ketua PTA Kepulauan Bangka Belitung Drs. H. Mudjtahidin, S.H., M.H.

(Humas l pta.babel.net).

 

.
Comments  
# Rusliansyah - PA Nunukan 2013-06-18 16:02
Para pegawai non hakim agar bersabar!
Kalau kemarin ada berita bahwa kenaikan remunerasi tinggal tanda tangan Presiden, sekarang kabar terbaru kalau RB berhasil.
Harapan2 selama ini hanya jadi mimpi yang entah kapan terwujud.
Semoga para Hakim yang sudah menikmati kenaikan tunjangan semakin bersyukur dengan meningkatkan disiplin.
"Laksanakan dulu kewajiban (RB) baru menuntut hak (remunerasi)" kiranya ungkapan yang tepat menggambarkan "ketidakpastian " selama ini.
Reply | Reply with quote | Quote
# IJAL - PA Batam 2013-06-20 08:10
"laksanakan dulu kewajiban baru menuntut hak" kira2 yang tunjangan hakim bagaimana ya? apa haknya udah dlaksanakan? mestinya serentak ya pak...
Reply | Reply with quote | Quote
# Bayu 2013-06-20 16:34
berita terbaru remunerasi utk non hakim tinggal harapan, dan selamat utk hakim rapelan tunj. kemahalan tinggal menghitung hari........... ..
Reply | Reply with quote | Quote
# Bayu 2013-06-21 04:31
Berita terbaru remunerasi utk non hakim kehilangan jejak dan tinggal harapan serta selamat utk hakim utk rapelan tunj. kemahalan tinggal menghitung hari :sad: :cry:
Reply | Reply with quote | Quote
# # Anas 2013-06-26 07:29
hutang udah terlanjur banyak Pak, maksud hati ingin menanti kenaikan remun, tapi apalah daya ternyata tunjangan tidak jadi naik :oops:
Reply | Reply with quote | Quote
# Lazuarman PA Manna 2013-06-18 17:03
Semoga bimbingan teknis Hakim PA sewilayah PTA Kepulauan Bangka Belitung berjalan dengan baik dalam rangka meningkatkan kwalitas hakim.
Reply | Reply with quote | Quote
# Masrinedi-PA Painan 2013-06-18 17:22
Semoga reformasi birokrasi MA berhasil dan membawa manfaat besar buat masyarakat. Aamiin !
Reply | Reply with quote | Quote
# AHP - MS Aceh 2013-06-18 20:24
Semoga kenaikan penghasilan teman-teman non Hakim akan segera terealisasi, karena sudah lama menunggu dan menunggu. Oleh karena itu, mari kita sukseskan RB pada lembaga peradilan sebagai tanggung jawab melaksanakan tugas. Harap bersabar, semoga membuah hasil, amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Faizal Kamil.KPA Bengkalis 2013-06-19 05:17
Semoga kesejahteraan bagi pegawai non-Hakim segera terwujud, hal ini sangat urgent apalagi mendengar hiruk pikuk issue BBM naik, dipastikan seluruh kebutuhan rumah tangga, pendidikan dls. juga naik. Amin yaa mujibassailiin.
Reply | Reply with quote | Quote
# M.Yusuf PA Kendari 2013-06-19 06:39
Ketika kesejahteraan meningkat maka sejatinya juga kwalitas kinerja kita meningkat termasuk dalam hal kedisiplinan seharusnya juga semakin baik.Semoga keadaan yang akan datang semakin baik.amin
Reply | Reply with quote | Quote
# RS.MS.Aceh 2013-06-19 07:11
kita sambut baik seruan dari Yang Mulia Bapak Wakil Ketua Mahkamah agung Bidang Non-Yudisial sebagaimana amanatnya dalam acara Bimtek di PTA.Bangkan Belitung tersebut semoga semua aparat Peradilan agama/Maahkamah Syar'iyah dapat mengemban tugas dengan sebai-baiknya sesuai dengan tupoksi.
Reply | Reply with quote | Quote
# daswir tanjung 2013-06-19 07:12
Memang semua aparat terutama aparat Non Hakim sangat mendambakan perbaikan kesejahteraan, dan apa yang diharapkan oleh bapak Wakil Ketua MA merupakan satu persyaratan, keberhasilan RB tidak hanya dilakukan oleh non Hakim, tapi Hakim juga termasuk, untuk itu semua aparat Peradilan wajib mensukseskannya . dalam hal ini diperlukan penegakan disiplin, siapapun yang tidak disiplin wajib diberikan sanksi tanpa kecuali.
Reply | Reply with quote | Quote
# Al Fitri - PA Manna 2013-06-19 07:40
Semoga tidak angin syurga saja dan mudah2an harapan kita semua remunerasi non hakim segera naik...
Reply | Reply with quote | Quote
# Zhami Bulian 2013-06-19 07:42
Berhasil atau tidaknya RB itu semua tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab non-hakim saja yang selalu berusaha untuk baik guna mencapai target RB yang dikatagorikan berhasil yang dijadikan alasan untuk ditingkatkan kesejahteraanny a, tetapi Hakim justru salah satu pendongkrak RB, jangan mentang-mentang gaji udah besar, masa bodoh dengan yang non-hakim. Inilah salah satu faktor yang bisa menurunnya sinergi kwalitas kerja, sehingga adanya ketidak harmonisan didalamnya. Semoga apa yang diharapkan oleh pegawai non-hakim tidak terlalu lama menunggu realisasinya, amin......
Reply | Reply with quote | Quote
# Azuardi Rizal 2013-06-20 07:13
Sebagai Ketua Pengadilan Hakim punya tanggung jawab yang lebih besar atas keberhasilan RB..
Reply | Reply with quote | Quote
# Zana Sulasteri PA Manna 2013-06-19 07:54
Saya sangat setuju dengan gagasan Bapak Dirjen, semoga saja RB dapat segera terwujud, karena kami yang bukan hakim sangat mengharapkan kenaikan kesejahteraan tersebut.
Reply | Reply with quote | Quote
# warga 2013-06-19 07:56
penghasilan atau kesejahteraan pegawai MA dan badan peradilan di bawahnya (pegawai non hakim), akan naik bila reformasi birokrasi MA berhasil...jadi jika RB tidak berhasil jangan harap pegawai non hakim menikmati kesejahteraan seperti yang dirasakan para yang mulia itu ya ? Dan hal ini tanggung jawab siapa? Mereka sendiri? ..duh kasihan amat, mnunggu melulu... kapan hal itu dapat mereka nikmati...
Reply | Reply with quote | Quote
# abdullah berahim, pta palu 2013-06-19 08:15
semua yang disampaikan oleh YM WKMA, pak ahmad kamil itu, patut menjadi bahan renungan dan perhatian kita semua. masalah ketua PA kelas II yg dimutasi menjadi hakim kelas I sy setuju dengan harapan pada PA kelas I di wilayah PTA lain. seleksi utk promosi menjadi hakim tinggi selain melalui eksaminasi dan fit and profit test. mungkin lebih diprioretaskan bagi mereka yg berpengalaman pernah menjabat sbg pimpinan di PA. semua itu adalah utk kemajuan PA ke depan.
Reply | Reply with quote | Quote
# Amrin-MS.KSG 2013-06-19 09:58
Apabila berbicara tentang RB berarti konteksnya bukan hanya peradilan agama tp jg seluruh badan peradilan lainnya...disam ping itu Reformasi Birokrasi bukan hanya tanggung jawab Hakim atau non-Hakim di tingkat daerah atau pengadilan tingkat pertama dan banding...tp sebagaimana penekanan Bpk Wakil Ketua "tanggung jawab semua pihak" termasuk birokrasi di tingkat pusat....untuk itu Mahkamah Agung perlu melakukan reformasi secara menyeluruh baik di seluruh badan peradilan maupun di struktur organisasi MA....walaupun salah satu badan peradilan sdh merasa pantas dan layak meraih 100% remenurasi namun apabila badan peradilan lainnya tdk melakukan hal yg sama maka ini akan menjadi proses dan perjalanan yg cukup panjang untuk melakukan reformasi birokrasi yg diidamkan... Semuga badilag menjadi salah pilot project untuk reformasi birokrasi...
Reply | Reply with quote | Quote
# din.wheeno 2013-06-19 10:07
oaaaaahhhh... menunggu & menunggu, sampai kapan broe ? keburu BBM naik, harga2 naik, juga tak ketinggalan tensi ikut-ikutan naik, gula darah naik, kolestrol naik, asam urat naik, yg belum tinggal remunerasi to ? Ana hanya bisa sabar & pasrah pada Gusti Allah Yg maha kaya, pengasih & penyayang pada hamba yg sabar & tawakal. Ana berdoa smoga para2 pembuat kebijakan ttg remunerasi tetap berjuang dg gigih, diberi kelapangan & kelancaran demi anak bangsa :lol: :lol: . Amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# is hm 2013-06-19 11:50
semoga kesejahteraan pegawai m.a.npn hakim segera terujud sehingga sehingga disparitas hakim dan non hakim tidak terlalu jauh dan kinerja pegawai semakin lebih baik dan peradilan yang agung akan benar2 terujud dimasa masa yang akan datang. amien.
Reply | Reply with quote | Quote
# Tenaga Kontrak 2013-06-19 12:49
Jangan hanya pegawai saja yang diperhatikan kesejahteraanny a......kami mohon untuk lebih memperhatikan tenaga kontrak yang kinejanya bisa jadi lebih dari pegawai.
:-)
Reply | Reply with quote | Quote
# herman 2013-06-20 07:59
Sabar saja..Insya Allah, pimpinan kita sudah berusaha, mari kita sukseskan RB, amin
Reply | Reply with quote | Quote
# cherris 2013-06-19 12:54
kalau non hakim harus berdasarkan keberhasilan RB dulu baru naik tunjangan ... kalau YM harus demo dulu baru naik Tunjangan ... :sad:
Reply | Reply with quote | Quote
# herman 2013-06-20 08:09
betul :lol:
Reply | Reply with quote | Quote
# AFFAN PA. GRESIK 2013-06-19 13:35
kenaikan penghasilan Hakim adalah merupakan rizqun minalloh min khaitsu la yahtasib oleh karena itu hakim harus mensyukuri dengan berdisplin masuk, disiplin pulang dan disiplin dalam sidang
Reply | Reply with quote | Quote
# jaultop 2013-06-19 13:39
dulu remon tinggal tangan presiden, sekarang kalo RB berhasil, yah... semakin jauh bro.
Reply | Reply with quote | Quote
# bonarti 2013-06-21 08:28
kalau skrang bro tinggal diangan saja
Reply | Reply with quote | Quote
# AFFAN PA. GRESIK 2013-06-19 13:39
adapun non hakim yang sudah meningkat penghasilannya melalui kenaikan gaji pokok sebesar 7persen juga harus bersyukur sebab orang yang pandai bersyukur akan ditambah tuhan Alloh rizqinya dan insyaaloh remunerasinya sebentar lagi menjadi 100 persen amin, maka dari itu syukuri saja yang ada sekarang amien amien amien
Reply | Reply with quote | Quote
# AFFAN PA. GRESIK 2013-06-19 13:42
wahai pegawai peradilan Agama bersyukurlah kepada ALLOh dan jangan mengeluh insyaalloh tuhan Alloh akan menambah kesukuran anda dengan rizqi min khaistu layakhtasib
Reply | Reply with quote | Quote
# Alimuddin M.PA.Denpasar 2013-06-19 13:44
Seharusnya pimpinan pengadilan tidak pelu mengeluh atas ulah hakim yang tidak disiplin, terapkan saja PP 30/1980 lalu laporkan ke BAWAS MA, selesailah kewajiban pak ketua sebagai pembina dan pengawas.
Reply | Reply with quote | Quote
# NURMADI RASYID,PA.BKL 2013-06-19 14:35
Benar itu merupakan tanggung jawab kita semua aparat peradilan dimana saja dan siapa saja apapun jabatan dan pangkatnya harus berjuang keras semoga berhasil RB tersebut, maka kesejahteraan akan meningkat Amin.....
Reply | Reply with quote | Quote
# Muntazar 2013-06-19 17:46
banyaknya janji yg pernah diungkapkan oleh pimpinan terkait kenaikan tunjangan namun jika tidak terbukti, akan membawa konsekuensi tidak dipercaya lagi pimpinan tersebut di masa mendatang jika mengeluarkan statement, jangan lupakan itu !
Reply | Reply with quote | Quote
# LA HATI- PTA MALUT 2013-06-20 06:03
Sejatinya Kedisiplinan semakin meningkat apa yang di sampaikan Bapak Waka MA... akan tetapi dimana-mana sebaliknya dimana karena sdh tdk ada pemotongan se sen pun dan semua bagian2 yang dalam PP 94/ 2012 katanya wajib dibayarkan kepada mereka setiap saat di tanya dan diminta agar dipenuhi itu.
Reply | Reply with quote | Quote
# Pa. Yadi. PTA. Ambon 2013-06-20 06:37
Statemen Pa. Wkl Ketua Bid. non Yudisial tentang perbaikan kesejahteraan bagi Peg non Hakim di lingkungan peradilan di bawah MA akan naik bila reformasi MA berhasil.
Sy pikir apa yg disampaikan Pa. Kamil itu wajar dlm konteks mempertahankan wibawa MA akan ttp perbaikan kesejahteraan itu hendaknya dilihat dari semua aspek terutama penghasilan peg non hakim yg selama ini blm terwujud yaitu remonerasi. PP 94/2012 telah mengakomodir kepentingan hakim tkt pertama maupun banding sedangkan non hakim trs menjadi wacana akan naik dgn syarat dan lain-lain. Kalau demikian adanya maka terjadi diskriminasi penghasilan dimana hakim sdh naik sedangkan non hakim belum. Oleh krn itu sikap MA hrs jls memperjuangkan perbaikan kesejahteraan non hakim tanpa alasan yg rasional ttp lbh kpd semua kepentingan tdk hanya hakim ttp juga non hakim. Kalaun hakim bisa kenapa non hakim tdk bisa. Bisa, tdk bisa, hrs bisa.
Reply | Reply with quote | Quote
# Yazid 2013-06-20 07:13
kalau kemarin Remunerasi naik setelah laporan keuangan WTP, akan tetapi setelah kita dapat WTP beda lagi syaratnya menjadi setelah RB berasil....hade eeeeeh, ntar setelah RB berhasil beda lagi syaratnya..
Reply | Reply with quote | Quote
# Rio Satria 2013-06-20 07:35
Mari kita tingkatkan kualitas kinerja segenap aparat Peradilan Agama, demi terwujudnya Badan Peradilan Indonesia yang agung.
Reply | Reply with quote | Quote
# ELGHANI PTA AMBON 2013-06-20 08:20
FASOBRUN JAMIIL. TEMAN TEMAN SEMUA. YAKINLAH KEPADA KATA ORANG BIJAK. * KALAU UDAH RIZKINYA, TAK HENDAK KEMANA KOK * .....
Reply | Reply with quote | Quote
# dewi 2013-06-20 10:15
mdh2 y apa yang kt tnggu2 slma ni terkabul amin....amin... .
Reply | Reply with quote | Quote
# ahapsmi 2013-06-20 10:28
semoga segera berhasil....... ..... mudah-mudahan Allah memberi rizki yang lebih baik dan lebih besar.......ami n...
Reply | Reply with quote | Quote
# mwiaty@pta pdg 2013-06-20 10:33
Mari kita sukseskan RB pada lembaga peradilan sebagai pendorong untuk peningkatan kinerja yang harus dilakukan, semoga kenaikan pendapatan / penghasilan saudara saudara kita non hakim segera terwujud mari kita berapologi positif INNALLAHA MA'ASHSHABIRIIN :zzz
Reply | Reply with quote | Quote
# mwiaty@pta pdg 2013-06-20 10:33
Mari kita sukseskan RB pada lembaga peradilan sebagai pendorong untuk peningkatan kinerja yang harus dilakukan, semoga kenaikan pendapatan / penghasilan saudara saudara kita non hakim segera terwujud mari kita berapologi positif INNALLAHA MA'ASHSHABIRIIN :zzz
Reply | Reply with quote | Quote
# syahruk khan 2013-06-20 12:20
semoga secepatnya RB berhasil,biar ga nunggu lama...
Reply | Reply with quote | Quote
# LA HATI- PTA MALUT 2013-06-20 13:18
sabar dan sabarlah untuk teman2 non hakim besar kemungkinan untuk tahun 2013 ini setalah pengesahan APBN-P tidak termasuk dalam peningkatan kesejahteraan PNS... olehnya itu mari kita bekerja sambil berdoa demi kemaslahatan kita bersama sukseskan RB.... harapan jangan prustrasi akibat belum masuknya dlm APBN-P.
Reply | Reply with quote | Quote
# H.TAUFIQURROHMAN BALI 2013-06-20 14:14
Kedisiplinan harus tetap di pertahankan oleh setiap abdi negara termasuk oleh para hakim walaupun tidak ada pemotongan gaji ataupun tunjangan jika izin tidak masuk kantor karena kedisiplinan syarat mutlak keberhasilan reformasi birokrasi dan terwujudnya lembaga peradilan yang agung dan semoga apa yang disampaikan oleh Yang Mulian WAKA MA RI Bidang non yudicial Bapak Dr.H.Ahmad Kamil, SH.M.Hum betul-betul ada manfaatnya untuk kita seluruh warga peradilan dan kita bisa mengamalkannya amin ya Robbal 'Alamin
Reply | Reply with quote | Quote
# A. Rachman - PTA JBI 2013-06-20 14:40
melihat situasi negara saat ini agaknya tdk begitu berharap banyak... buat saya yg penting kerja perform saja....

keadaan seperti sekarang sudah Syukur Alhamdulillah...

jangan sampai seperti yunani... kebanyakan utang akhirnya collaps... pegawai pun banyak yg dirumahkan...
Reply | Reply with quote | Quote
# sulfa pta smrd 2013-06-21 03:04
perjuangan yang terus menerus dari pimpinan MARI terhadap kesejahteraan non hakim,patut kita respon positip.belum terealisir adalah keterkaitan dengan penilaian RB.oleh instansi yangberwenang.k ita doakan perjuangan beliau beliau semoga berhasil .kita berharap bisa melaksanakan tugas tugas pokok dengan semangat kinerja yang baik,khususnya para hakim.agar menjadi teladan ,profesional dan berintegritas sesuai dengan kode etik yang ada.
Reply | Reply with quote | Quote
# A.M.Salampessy PTA Ambon 2013-06-21 06:59
Mari kita bekerja dengan baik,disiplin sambil berdo,a InsyaAllah pasti ada perbaikan
Reply | Reply with quote | Quote
# # Mahmudin A - PA Fakfak 2013-06-21 07:12
Bekerja yang dikawal dengan Hati Nurani akan menimbulkan kesadaran untuk mendahulukan kewajiban dari pada hak, yang selanjutnya akan tercipta kedisiplinan diri.
Reply | Reply with quote | Quote
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2013-06-21 07:22
Selamat para pegawai Pengadilan
Reply | Reply with quote | Quote
# umi 2013-06-21 07:49
Terlalu berharap lebih banyak kecewa, lebih baik bekerja sebaik mungkin ada alhamdulillah tidak ada pasti ada yang lebih baik yang Allah akan tentukan untuk kita, bukankah dunia ini adalah panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah
Reply | Reply with quote | Quote
# IdrisLatif PTA Jambi 2013-06-21 10:04
Reformasi Birokrasi adalah tekad bersama untuk berlanjut, walau bagaimana kondisi dan keadaan, RB akan berjalan, biarlah cerita remonerasi menjadi sebuah perjuangan, karena semua itu akan terwujud juga dalam waktu yang akan datang.
Reply | Reply with quote | Quote
# azriaddin PA. Labuan Bajo, NTT 2013-06-21 13:32
Sabar,sabarr,,, ,,,,,,,,,,,,,,, ,: Innallaha Ma'assabirinnnn (sesungguhnya Orang orang sabar itu disayaqng oleh Allah Swt....mudah2ha n kesejahteraan Non hakim segera meningkat mengikuti tunjangan Hakim, Amiiiiiinnnnnn. .......
Reply | Reply with quote | Quote
# rf 2013-06-21 13:32
tambah gak jelas, sudah terlanjur hutang...
Reply | Reply with quote | Quote
# Nanu- KOtamobagu 2013-06-21 15:56
Sesudah RB apalagi yaaaa......
Reply | Reply with quote | Quote
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2013-06-21 20:38
Kerja itu harus barokah, ya al ujroh biqodril masaqah itu pegangannya, kalau hakim malah malas, itu yakin barokahnya kurang.
Reply | Reply with quote | Quote
# Agafi, PA GM 2013-06-22 17:23
Antara hak dan kewajiban adalah dua mata sisi yang tidak terpisahkan, olehkarenya tepat jika para hakim yang telah memperoleh anugerah hak harus lebih baik dari sebelumnya bukan sebaliknya, sangat ganjil kiranya kalau ada hakim yang berdisiplin hanya kareba takut dipotong remonnya, sehingga jika sudah tidak ada remon rasa takut itu hilang
Reply | Reply with quote | Quote
# # Anas.PA.Trk. 2013-06-24 14:05
Walah-walah kabar semakin KABUR, barang-barang kebutuhan sehari-hari harganya sudah meroket :zzz
Reply | Reply with quote | Quote
# Henricus Soejatmo 2013-06-24 18:17
Laksanakan B dengan penuh tanggung jawab HENRICUS SOEJATMO Wakil Ketua Pengadilan inggi Yogyakarta.
Reply | Reply with quote | Quote
# J.Patipi 2013-06-25 05:41
# J.Patipi PA Fakfak 2013-06-25 08:17
Memang semua aparat terutama aparat Non Hakim sangat mendambakan perbaikan kesejahteraan, dan apa yang diharapkan oleh bapak Wakil Ketua MA merupakan satu persyaratan, keberhasilan RB tidak hanya dilakukan oleh non Hakim, tapi Hakim juga termasuk, untuk itu semua aparat Peradilan wajib mensukseskannya . dalam hal ini diperlukan penegakan disiplin, siapapun yang tidak disiplin wajib diberikan sanksi tanpa kecuali.
Re
Reply | Reply with quote | Quote
# Zhami Bulian 2013-06-25 10:43
Udah malas bahasnya :zzz
Reply | Reply with quote | Quote
# solih PA. Cms 2013-06-25 11:12
Smg ini syarat terakhir ya pa...! tdk ada persyaratan baru sebagai jaminan perbaikan nasib non hakim,amien, amien, amien.
Reply | Reply with quote | Quote
# H.B 2013-06-25 11:20
kayaknya nga akan pernah habis disyarat nih bro.. :lol:
Reply | Reply with quote | Quote
# ed, pa 2013-06-25 13:29
semoga tidak menunggu terlalu lama,
:-)
Reply | Reply with quote | Quote
# staf 2013-06-26 07:48
tunjangan hakim kluar, dan juga ditambah tunjangan kemahalan untuk hakim saja bukan semua pegawai, dengan tunjangan hakim yang sangat besar seharusnya tunjangan kemahalan tidak diberikan tetapi dialihkan pada kenaikan atau penyesuaian remun menjadi 100%, bukankah dengan begitu menjadi lebih baik, adil dan merata.
Reply | Reply with quote | Quote
# LA HATI- PTA MALUT 2013-06-27 11:23
harapan yang terpenting yaitu dalam pepata jarum harus duluan lalu benangnya ikut.... dari belakang.. ok sajalah kalau dari segi finansial tetapi kalau dari segi kinerja saya lihat tidak dapat lagi dijadikan jarum sebab masuk kantornya aja aja sdh senin kamis... banyak molornya.. itulah sebab akibatnya pp94/2012 dengan tanpa aturan penekanan seperti apa... masa ada yang izin tidak masuk ktr sampai berhari hari
Reply | Reply with quote | Quote
# din.wongcilik 2013-06-28 10:00
remunerasi jadi naik, tidak, naik, tidak, naik tidak ??????? bukankah qta sangat paham menunggu adalah kerja yg menjemukan ! :lol:
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage