logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on . Dilihat: 8384

Dirjen Badilag “Sidak” di PA Wonosari


Wonosari | pa-wonosari.net

Kebahagiaan menyelimuti keluarga besar Pengadilan Agama Wonosari. Setelah delapan bulan lalu Wahyu Widiana, mantan Dirjen, kali ini Dirjen, Purwosusilo, Selasa (18/6/2013),  berkenan silaturahim ke Pengadilan Agama Wonosari. Kunjungan Dirjen yang mendadak ini menjadi kejutan dan memberikan semangat baru di PA Wonosari.

Kedatangan Dirjen Badilag di PA Wonosari secara mendadak tersebut usai Ia menghadiri Pembukaan Bimtek di Yogyakarta sehari sebelumnya. Bersama dan didampingi Ibu Purwosusilo, Pansek PTA Yogyakarta, dan seorang staf, Dirjen tiba di Wonosari pukul 11.15 WIB. Begitu tiba di PA Wonosari Dirjen langsung melihat-lihat setiap sudut ruang, melihat suasana kerja, mengecek SIMPEG dan SIADPA, register perkara, dan administrasi keuangan perkara.

Sekitar pukul 13.00 WIB, seluruh pegawai Pengadilan Agama Wonosari berkumpul di ruang sidang utama Pengadilan Agama Wonosari. Dirjen Badilag memberikan Pembinaan dan  menyampaikan, bahwa salah satu tujuan beliau datang ke Wonosari adalah untuk membuktikan nama besar Wonosari.

“Wonosari sudah mempunyai nama yang besar. Saya ingin membuktikan kebesaran nama itu. Dan setelah saya melihat-lihat, ternyata memang benar, administrasi sudah sesuai dengan prosedur, kantornya bersih, saya juga sempat mengecek SIMPEG, SIADPA, dan info perkara, bagus..tidak seperti buah semangka, yang hijau luarnya, tetapi merah dalamnya…” Ujarnya.

Masih menurut Dirjen, bahwa prestasi yang telah diraih akan lebih sulit untuk mempertahankan. Pengadilan Agama Wonosari harus terus berinovasi dalam segala hal, terutama dalam hal layanan publik. Beliau juga memberikan nasehat, bahwa seluruh pegawai harus meningkatkan dan mempertahankan kedisiplinan.

Ia berpesan bahwa jangan sampai pelayanan publik terganggu karena kurangnya kedisiplinan pegawai, baik hakim maupun nonhakim. Kemudian Dirjen juga menyampaikan untuk tetap menjaga kekompakan, antara unsur pimpinan Ketua, Wakil, dan Pansek.

Dari hasil kunjungan Dirjen menyimpulkan bahwa Pertama, Secara umum Pengadilan Agama Wonosari sudah bagus dan sesuai dengan nama besarnya sehingga laik untuk dijual, Kedua, Mengingat perkara didominasi verstek, maka untuk menambah pengalaman para hakim yang telah memenuhi kriteria harus mutasi ke PA yang perkaranya lebih vaiatif, dan Ketiga, untuk era sekarang, peradilan tidak mungkin tidak menggunakan teknologi informasi. Tetapi tidak boleh membuat saingan aplikasi SIADPA.

Selain memberikan pembinaan, Dirjen juga menyampaikan informasi-informasi terkait rencana Badilag. Rencana Badilag diantaranya akan mensinergikan SIADPA dan SIMPEG, memberi apresiasi kepada admin-admin berupa reward, mendirikan mediasi center, dan mendirikan laboratorium Falak.

Dalam sesi tanya jawab, Dirjen menyinggung tentang rencana kenaikan remunerasi non-Hakim. Ia memberikan informasi bahwa untuk mencapai remunerasi 100%, diperlukan 3 syarat, yaitu 1. Nilai Reformasi Birokrasi minimal 92, 2. Opini Laporan Keuangan Wajar tanpa Pengecualian (WTP), 3. Ada ketersediaan dana pemerintah.

Pada  point 1, dalam PMPRB (Penilaian Mandiri Pelaksanaan RB), MA telah memperoleh score 96, dan menunggu hasil panel dengan Menpan. Untuk point 2, alhamdulillah MA pada tahun 2012 telah mendapat opini Wajar tanpa Pengecualian (WTP). Sedangkan untuk ketersediaan dana pemerintah, hingga saat ini sedang terus diperjuangkan untuk penambahan dana. Semoga saja ketiga syarat tersebut dalam segera terealisir.

Akhirnya, acara pembinaan pun selesai. Guna melepas keberangkatan Pak Dirjen pulang kembali ke Jakarta Keluarga besar PA Wonosari berfoto bersama. Dengan senang hati Keluarga besar PA Wonosari melepas Dirjen dan terselip Do’a agar Ia selalu diberikan kebaikan, keberkahan serta semua cita-cita besar untuk Badilag, dan Mahkamah Agung secara umum dapat segera terwujud. *(Deby)

.
Comments  
# LA HATI- PTA MALUT 2013-07-04 15:31
alhamdu lillah semoga apa yang disampaikan oleh Bapak Dirjen insya allah semuanya terkabul yah..... amin amin ya rabbal alamin
Reply | Reply with quote | Quote
# h. masruri, ptk 2013-07-07 08:42
Selamat PA Wonosari yang selalu siaga, sehingga sidak dari pak Dirjen Badilag pun segenap aparat dan kesiapan stand bye, memamg PA Wonosari sudah mempunyai nama yang besar. Sehingga kalau harus dibuktikan nama besarnya itu, juga ternyata memang benar adanya. Sebagaimana dikatakan Bapak dirjen bahwa setelah beliau melihat-lihat, ternyata memang benar, administrasi sudah sesuai dengan prosedur, kantornya bersih, beliau juga sempat mengecek SIMPEG, SIADPA, dan info perkara, ternyata semuanya bagus.. Oke selamat PA Wonosari dengan segenap pejabat dan warganya.
Reply | Reply with quote | Quote
# Salut-Harus Jadi COntoh 2013-07-08 23:19
Salut untuk pa wonosari, sangat inovatif, super cepat dan perencanaan yang terpeta dengan baik.. saya sekali di pa kami untuk rapat tim it [misalnya untuk membeli kabel LAN 10meter saja] harus menunggu rapat minggu depan, dibuat undangan dulu, disebar dulu, sukur2 jadi, malah 5 kali lebih batal gara-gara kegiatan ekstra ketua yang ikut rapat pimpinan [muspida].. rindu pemimpin yang ga ribet..
Reply | Reply with quote | Quote
# AHP - MS Aceh 2013-07-04 21:53
Selamat buat PA Wonosari yang mendapat kunjungan Dirjen Badilag Bapak Purwosusilo. Nama besar yang disandang PA Wonosari semoga tetap terjaga dengan baik dan tetap kompak dalam melaksanakan tugas. Bravo PA Wonosari !
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusdi PTA Smd 2013-07-05 06:04
untuk memenuhi syarat ketiga itulah yang sulit, karena untuk menyatakan bahwa ketersediaan Dana dari Pemerintah, hanya pemerintah sendiri yg tahu adanya anggaran tsb, semoga saja cepat tersedianya anggaran dari Pemerintah sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh Karyawan di 4 lingkungan Peradilan di Indonsia.
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusliansyah - PA Nunukan 2013-07-05 06:15
Pak Dirjen "blusukan" di PA Wonosari.

Setiap ada kegiatan di ibukota propinsi, selalu dimanfaatkan Pak Dirjen untuk "blusukan" atau "sidak" atau silaturahim ke suatu PA.
Ini tentu sangat bermanfaat bagi Pak Dirjen dalam mengambil suatu keputusan atau kebijakan setelah melihat langsung keadaan dan "isi dalam" suatu PA.

Nama besar PA Wonosari tentu sudah tidak diragukan lagi.
Tapi apakah "isi dalam" sejalan dengan nama besar itu, tentu Pak Dirjen perlu "blusukan" melihat langsung ke PA Wonosari.
Alhamdulillah, tidak seperti buah semaangka, dalam-luar PA Wonosari sama.

3 syarat yang harus terpenuhi untuk remunerasi 100% sudah ada, kecuali ketersediaan dana pemerintah.
Ini hanya masalah "silaturahim" yang perlu diperbanyak.
Lobby dan pendekatan terus harus selalu dilakukan.
Semoga harapan pegawai non-hakim itu segera terealisasi segera!

Sekali lagi selamat buat PA Wonosari!

Pak Dirjen, kapan ke PA Nunukan di perbatasan Indonesia-Malay sia?
Reply | Reply with quote | Quote
# M.Yusuf PA Kendari 2013-07-05 08:36
Pelayanan terhadap masyarakat merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar, oleh karenanya maka menjadi kewajiban bagi semua warga Peradila Agama memperhatikan itu.Semoga pembinaan yang diberikan Pak Dirjen dapat dilaksanakan dengan baik.amin
Reply | Reply with quote | Quote
# # Anas. PA.Trk. 2013-07-05 09:16
Alhamdulillah angin sedikti segar, tapi yang pasti sudah ada belum uangnya??? jangan sampai Peawai Non Hakim MOGOK KERJA MASSAL, jangan pula pelayanan sampai terganggu, saya doakan semoga tunjangan non hakim cepet cari, supaya tidaka ada kesenjangan soaial
Reply | Reply with quote | Quote
# Alimuddin M.PA.Denpasar 2013-07-05 10:23
Predikat "hijau semangka" memang perlu dihindari. Karena jika kelihatan hijau, padahal sebenarnya merah, itu berarti "bermuka dua". Yah, bermuka dua itu kan.... tahu sendiri!!!
Reply | Reply with quote | Quote
# mwiaty@pta pdg 2013-07-05 15:54
Selamat buat PA wonosari yg mendapat kunjungan dari Dirjen Badilag MARI bpk Purwosusilo Semoga nama besar yg disandang PA Wonosari dapat dipertahan dgn baik JAYA SELAMANYA. AMIN :zzz
Reply | Reply with quote | Quote
# andi Muliany Hasyim 2013-07-07 08:33
bahwa untuk mencapai remunerasi 100%, diperlukan 3 syarat, yaitu 1. Nilai Reformasi Birokrasi minimal 92, telah terlewati dengan nilai 96; 2. Opini Laporan Keuangan Wajar tanpa Pengecualian (WTP) oke, 3. Ada ketersediaan dana pemerintah ya ini yang penting, perjuangan orang atas, agar segera terealisir
Reply | Reply with quote | Quote
# AFFAN PA. GRESIK 2013-07-08 07:09
selamat PA Wonosari mendapat kehormatan dikunjungi bpk DIrjen semoga PA. Wonosari semakin baik dan modern walaupun berada di daerah jogja selatan yang nota bene sulit air
Reply | Reply with quote | Quote
# AFFAN PA. GRESIK 2013-07-08 07:14
Alhamdulillah Remunerasi 100% bagi Non Hakim sudah diambamg pintu sudah muntub-muntub tinggal brolnya saja semoga dana pemerintah tersedia sehingga Remunerasi bisa terbayarkan yang akhirnya bisa mensejahterakan Pegawai di jajaran MA kebawah amien, amien, amien ya robbal Alamien
Reply | Reply with quote | Quote
# Muhammad Azhar - Bengkalis 2013-07-08 08:14
selamat untuk PA.Wonosari yang telah kedtangan tamu agung pak dirjen, khusus untuk KPA.Wonosari sukses selalu dalam berkarir amien...
Reply | Reply with quote | Quote
# Jeje PA.Tigaraksa 2013-07-08 08:27
Salam dan selamat untuk keluarga besar PA.Wonosari,per tahankan nama besar PA.Wonosari yang kata pak Dirjen layak untuk dijual.Mutasi dan promosi ke tempat yang lebih variatif perkaranya sangat penting untuk menambah pengalaman. lampu hijau dari pak Dirjen untuk itu sudah dinyalakan, bersiaplah. Remunerasi tinggal satu syarat, namun justeru yang satu syarat inilah yang diluar jangkauan kita, smg cepat terealisir.amin
Reply | Reply with quote | Quote
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2013-07-08 08:41
Sidak itu yang bisa meningkatkan kinerja
Reply | Reply with quote | Quote
# umi pajb 2013-07-08 08:50
Mempertahankan lebih sulit dari meraih .Diperlukan kerja sama, kerja keras dan khlas. Salut utk PA Wonosari. Untuk Pak Dirjen tolong perjuangkan peningkatan remunerasi kami. Sehingga kesenjangan kesejateraan hakim dan non hakim tidak terlalu dalam.
Reply | Reply with quote | Quote
# Al Fitri - PA Manna 2013-07-08 10:32
sepatutnya PA2 lain juga meniru PA Wonosari yang memang terkenal dengan berbagai inovasi dan kemegahan gdung kantornya...
Reply | Reply with quote | Quote
# Ikhsanuddin, PA Wates 2013-07-08 10:58
sering-seringla h Bapak Dirjen anjangsana/sida k supaya dapat melihat langsung kondisi riil di peradilan agama tingkat pertama. Bapak Dirjen ini benar-benar meneladani Nabi Sulaiman, seperti yang beliau kisahkan dalam Pojok Pak Dirjen. Nabi Sulaiman juga selalu sidak agar diketahui langsung siapa-siapa yang tidak hadir hingga burung Hud-hud ternyata diketahui absen. Beliau Pak Dirjen kabarnya juga selalu begitu menanyakan kepada Hakim dan Pejabat yang sudah lebih 3 tahun, dan direkomendasika n untuk dimutasi....sem oga di sela-sela kesibukan luar biasa Beliau, setiap kali kegiatan sidak/anjangsan a ini tetap dapat dilaksanakan... .Selamat, Pak Dirjen.
Reply | Reply with quote | Quote
# nakdin.wheeno 2013-07-08 12:43
mnyinggung soal remunerasi, kalo saja itu ada di zaman Rosulullah & para sahabat, bisa jadi lain critanya, karena pimpinan kala itu "Ia baru mrasa knyang kalo umat sudah knyang duluan, dan Ia akan lapar duluan sbelum umatnya mrasa lapar". Bisa jadi Ia akan mmilih 1,2 T dulu utk umatnya yg cilik2 baru kmd yg 1,9 T utk umat yg sdh bsar.
Reply | Reply with quote | Quote
# Faizal Kamil.KPA Bengkalis 2013-07-08 16:25
"SIDAK" adalah tugas berat pimpinan (dhi. Bpk. Dirjen Badilag) yg dengan kesibukannya, masih sempat memberikan pembinaan langsung yang sangat dinanti-nanti pada satker yang siap dikunjungi, ternyata PA Wonosari adalah satker yang paling siap. Namun pesan dan kesan pak Dirjen jangan dilupakan ! (Tentunya bagi seluruh satker ).
Reply | Reply with quote | Quote
# abdullah berahim, pta palu 2013-07-09 06:41
BEGITULAH CERIANYA, KALAU KITA-KITA YG BERADA PD LIVEL BAWAH BAGAI SEORG ANAK, SAAT MENDAPAT KUNJUNGAN KEHORMATAN DARI BAPAKNYA DARI JKT. LEBIH-2 LAGI KEDATANGAN SANG BAPAK MELAKUKAN PEMBINAAN, WEJANGAN DAN MBERI HARAPAN DG ANGIN SORGA. MUDAH-2AN SEGERA TERWUJUD. SANG BAPAK SELALU MENGUPAYAKAN, KITA TENTUNYA MENDOAKAN. SEMOGA, AMIN
Reply | Reply with quote | Quote
# M.Chanif, PTA Banten. 2013-07-09 10:27
Sidak seperti yang bapak Dirjend lakukan adalah perlu setiap saat, ke PA seluruh indonesia, dengan berbekal informasi awal sudah cukup beralasan, untuk dijadikan landasan Bapak Dirjend mengadakan sidak.Salah satu keuntungannya adalah dapat mengecek data yang terakses melalui website dengan kondisi yang sebenarnya di PA tersebut. kerena penhgalaman pak Dirjend sendiri telah pernah menjumpai buah semangka di PA tertentu, dimana data di website telah hijau dalam masalah minutasiperkara , ternyata setelah di cek tidak benar, pengalaman inilah yang menggugah hati Pak Dirjend untuk mengadakan sidak. Tancab terus pak Dirjend, pantang mundur. :D
Reply | Reply with quote | Quote
# Taharuddin, M.H PA.Pangkalan Kerinci Riau. 2013-07-09 17:05
Selamat buat PA.Wonosari, moga lebih termotivasi buat para hakim dan pegawai, kinerja lebih di tingkatkan lagi, mari bekerja dengan Do,a dan ikhlas, dgn remunirasi 70% akan mendapat berkah, Amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Nursal- PA. Sawahlunto 2013-07-10 07:28
sidak diperlukan dalam rangka memperoleh temuan apa adanya , sehingga bernilai positif..
Reply | Reply with quote | Quote
# rohimahpagrt 2013-07-10 07:41
selamat buat PA Wonosari mg bisa mempertahankan nama besarnya dan bisa ditiru yg lainnya`
Reply | Reply with quote | Quote
# H.Ambo Asse/HATI PTA Banjarmasin 2013-07-10 08:35
Perlu penelitian kenapa PA. Wonosari perkaranya kebanyakan versetek, sehingga hakim-hakimnya menjadi tidak kteatif, boleh jadi disebebakan beberapa hal antara lain :
- Ada sistem yang berjalan diluar peradilan yang secara sitematis berjalan untuk menyederhanakan jalannya perkara, dengan tujuan tertentu, misalnya mewakilkan kepada seseorang dengan sejumlah biaya termasuk biaya perkara, dengan keuntungan tertentu, lalu menghambat pihak tergugat untuk ke Pengadilan dengan alasan perkara lama putus.
- Bisa pula terjad, amkibat ulah internal yang bekerja diluar pengadilan, seperti Jurusita, sambil melakukan panggilan, juga menerima biaya tanda terima kasih dan memohon bantuannya agar perkaranya cepat-cepat diputus hakim, lalu Jurusita tersebut memberi perjelasan agat tidak usah jhadir meskipun saya telah panggil nanti putus dengan cepat.
- Meskipun kecil kemungkinan sulit dilakukan scara sistematis, akan tetapi boleh jadi ada keinginan internal aparat pengadilan itu sendiri terutama pada pengadilan yang perkaranya banyak,agar perkara Putus cepat (verstek) untuk membantu penyelesaian perkara secara cepat.
- Boleh pula terjadi dengan cara pembuatan Putusan VERSTEK melalui SIADPA dapat tanpa disentuh lebih banyak oleh hakim terutama kalau Panitera Penggantinya rajin, terbentuknya budaya Verstyek;
Ayo kawan-kawan di Monogori terutama hakim AGAR mengikuti kemauan pak DIRJEN yang itu MUTASI jangan dijangan jadi hakim vertsk terus.-
Reply | Reply with quote | Quote
# Drs. Cece Rukmana Ibrahim, SH. PA. Cibadak 2013-07-15 13:06
Selamat kepada PA. Wonosari yang mendapat kunjungan pak Dirjen, dan kami salut atas prestasi yang telah dikembangkan di PA. Wonosari, selamat deh
Reply | Reply with quote | Quote
# Nahdiyatul, PA-Mgl 2013-07-16 11:05
:roll: Selamat buat PA Woonosari smoga tauladan baik dpt dicontoh oleh PA yang lain, sukses selalu..
Reply | Reply with quote | Quote
# djazril darwis.pta babel 2013-07-18 09:23
Selamat untuk Pengadilan Agama Wonosari yang dinilai Pak Dirjend Badilag layak dijual.Mengenai syarat ketiga untuk peningkatan remunerasi , kita tinggal berdoa, sedangkan syarat pertana dan kedua adalah hasil perjuangan bersama.Semoga. ...
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage