1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Dirbinadmin Badilag Menjawab Kegalauan Mahasiswa Fakultas Syariah

Jakarta l Badilag.mahkamahagung.go.id

Menyandang gelar Sarjana Hukum (SH) setelah lulus kuliah membuat para mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Surakarta galau. Di satu sisi, gelar SH membuka peluang yang lebih lebar bagi mereka untuk bekerja dan berkiprah. Namun di sisi lain, gelar SH yang mereka dapatkan masih terkesan dipandang sebelah mata.

Kegalauan itu mengemuka ketika 250-an mahasiswa semester tujuh Fakultas Syariah IAIN Surakarta melakukan kunjungan ke Ditjen Badilag, Selasa (10/10/2017). Kunjungan itu dalam rangka kuliah kerja lapangan.

“Ibarat bis, fakultas hukum itu seperti bis eksekutif, sedangkan kami di fakultas syariah seperti bis ekonomi,” kata Ipung, salah satu mahasiswa, menyuarakan suara hati rekan-rekannya, yang berasal dari jurusan Hukum Perdata Islam, Hukum Pidana Islam dan Hukum Ekonomi Syariah.

Ia memberi contoh. Beberapa waktu lalu, ketika dibuka perekrutan calon hakim—selain calon hakim peradilan agama—, salah satu syarat yang ditetapkan ialah SH dari fakultas hukum. Artinya, SH dari fakultas syariah tidak dapat mendaftar.

Ia berharap, ke depan kebijakan tersebut diubah, sehingga para SH dari fakultas syariah memiliki peluang yang sama dengan para SH dari fakultas hukum.

Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag Dr. H. Hasbi Hasan, M.H., yang mewakili Dirjen Badilag untuk menerima sekaligus memberi ceramah kepada para mahasiswa itu dapat memahami perasaan dan harapan mereka.

Meski demikian, menurutnya, hendaknya para mahasiswa fakultas syariah bisa memahami situasi saat ini. “Perjuangan masih panjang. Tahapannya banyak,” ujarnya.

Dirbinadmin mencontohkan perubahan-perubahan gelar lulusan fakultas syariah, dari Sarjana Agama (S.Ag), Sarjana Hukum Islam (S.H.I), Sarjana Syariah (S.Sy), hingga akhirnya kini menjadi SH.

“Itu perjuangan bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Saya tahu betul itu,” kata alumni IAIN Bandarlampung ini.

Hasbi Hasan justru lebih mengharapkan agar kalangan kampus Islam, seperti IAIN dan UIN, untuk meningkatkan mutu pendidikannya dengan cara memperbaiki kurikulum yang ada.

“Jangan menyandang gelar SH saja, tapi kurikulumnya juga harus mendukung,” ujarnya.

Ia menegaskan, gelar SH sesungguhnya memiliki banyak keuntungan. Namun sayangnya, kurikulum di fakultas-fakultas syariah belum sepenuhnya memenuhi harapan para mahasiswa maupun lembaga atau instansi yang akan merekrut para alumni fakultas syariah.

Tidak bisa tidak, menurutnya, kurikulum di fakultas syariah harus sudah berorientasi pada praktik, bukan lagi menitikberatkan pada teori. Dengan begitu, setelah lulus, para mahasiswa tidak kesulitan untuk menjadi praktisi di bidang hukum, seperti hakim, jaksa, advokat, notaris dan lainnya.

Mata kuliah-mata kuliah yang ada di fakultas hukum sedapat mungkin ada pula di fakultas syariah. Misalnya mata kuliah penyusunan produk-produk hukum (legal drafting) dan penemuan hukum (rechtvinding).

Di sisi lain, para mahasiswa fakultas syariah, supaya bisa berkompetisi dengan para mahasiswa fakultas hukum, harus terus menambah dan memperbarui pengetahuan hukumnya. “Para mahasiswa harus mengikuti perkembangan hukum terkini, mulai soal dana haji sampai soal pajak,” tuturnya.

Selebihnya, Hasbi Hasan mengingatkan supaya para alumni fakultas syariah tidak hanya terpaku pada profesi-profesi tertentu, misalnya menjadi hakim peradilan agama atau menjadi pegawai kementerian agama. Lulusan fakultas syariah bisa juga menjadi anggota DPR, menteri, dan jabatan-jabatan strategis lainnya.

Dekan Fakultas Syariah IAIN Surakarta Dr. M. Usman, S.Ag., M.Ag. sangat berterima kasih atas sambutan hangat yang diberikan pihak Ditjen Badilag. Secara khusus, ia berterima kasih kepada Dirbinadmin Badilag yang bersedia meluangkan waktu untuk menyampaikan ceramah sekaligus menyuntikkan motivasi berharga kepada para mahasiswa.

Bagi Fakultas Syariah IAIN Surakarta, kunjungan ke Badilag sudah menjadi agenda rutin tahunan. Tujuannya tentu saja supaya lebih memperluas wawasan mengenai perkembangan hukum terkini.

“Peradilan Agama dan fakultas syariah punya hubungan nasab. Wajar jika kami datang ke lembaga ini,” ujarnya.

Selain ke Ditjen Badilag—salah satu unit kerja eselon I di MA, pada KKL kali ini para Fakultas Syariah IAIN Surakarta juga mengadakan kunjungan ke MK dan KPK.

[hermansyah]

Comments  

 
# mwiaty@pta mdn 2017-10-12 13:28
harapan qita kedepan utk rekruitmen hakim agar sarjana Ekonomi Islam dapat diterima mengingat Sengketa Eko syar ADALAH WEWENANG PA TETAPI IRONI S1 Ekonomi utk tahap penye leksian berkas saja tidak diterima sebab ijazahnya tidak SH atau Syari'ah.ketika di konfirmasi ke BKN itu adalah kewenangan kementerian dan lembaga. syukrn
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Miharza,SH,MH,PA.Stb 2017-10-13 16:23
Semoga tetap Semangat berpacu untuk meningkatkan kualitas...Gapa i Prestasi tercapai Cita-cita...Pro justisi..Amin.s alam Sukses Selalu. Fakultas Hukum yes..Fakultas Syariah Yes..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Iwan 2017-10-20 10:04
Sukses fakultas syariah IAIN Surakarta
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Pembaruan MA

Layanan Info

BANNER SUBDIT HAKIM

hasil-tpm

Elearning

Banner majalah

tnde01

BANER WEB

simtalak