logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on . Dilihat: 630

Badilag Finalisasi Naskah Keprotokolan

Bekasi | badilag.mahkamahagung.go.id

Bagian Organisasi dan Tatalaksana, Sekretrariat Dijen Badilag melaksanakan kegiatan finalisasi naskah keprotokolan. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Amaroossa, Bekasi, ini berlangsung selama 3 hari Senin hingga Rabu (9-11/4), dan di ikuti 25 orang peserta.

Ahmad Sulaiman,SH.,MM, kabag rumah tangga Biro Umum BUA MA dan Mujiono, SH.,MH, Kasubag Protokol BUA MA dihadirkan untuk mengoreksi dan memberikan masukan-masukan terhadap draft keprotokolan yang telah disusun Badilag.

Pananggung jawab kegiatan,Bambang Subroto, SH.,MM dalam sambutannya berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat melengkapi tata naskah keprotokolan Ditjen Badilag yang telah disusun.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan yang kita laksanakan selama tiga hari ini dapat menghasilkan naskah keprotokolan yang kita pedomani dan nanti hasilnya akan kita cetak dan dapat kita laksanakan di Ditjen Badilag,”kata Bambang Subroto.

Pelaksana tugas Sekretaris Ditjen Badilag, Arief Gunawansyah.,SH,.MH mengatakan acuan terkait dengan keprotokolan sudah ada di Buku 1 sesuai SK KMA No 143 tahun 2007, tapi itu hanya terkait administrasi keprotokolan.

“Saya berharap dari kegiatan ini akan menghasilkan pedoman standar keprotokolan khusus di Ditjen Badilag,”kata Arief Gunawansyah ketika membuka acara.

“Walaupun di MA, mungkin belum ada standar atau pedoaman keprotokolan, tapi setidaknya kami berinisiatif ingin menyusun pedoman keprotokolan walaupun ruang lingkupnya hanya tingkat Ditjen. Maka dari itu kami mengundang keprotokolan MA dengan harapan dapat memberi masukan untuk menyusun pedoman keprotokolan ini,”tambahnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan, tahun 2010 terbit UU No 9 tentang keprotokolan yang di dalamnya terdapat 3 ruang lingkup yaitu, tata tempat, tata upacara dan tata kehormatan. Karena itu Arief menyarankan penyusunan pedoman keprotokolan ini paling tidak mengcover 3 lingkup tersebut.

Arief mencontohkan sering kali terjadi pada saat even-even atau kegiatan yang dilaksanakan oleh Ditjen Badilag belum mempunyai pola khusus, seperti saat pelantikan eselon 4. “Diunit eselon I MA tidak sama bahkan susunan acaranya berbeda,”katanya.

Contoh lain tentang masalah ajudan untuk eselon 1 tidak ada keseragaman, karena Dirjen Badilag sebelumnya tidak menggunakan ajudan dan dirjen sekarang memakai ajudan . Arief memandang ini sesuatu yang logis karena ketua PTA dan PT saja memakai ajudan, maka dari itu harus di rumuskan pedoman keprotokolannya.

“Setelah pedoman ini selesai disusun, nanti sebagai penggunanya adalah Bagian Umum yaitu terkait dengan penerimaan tamu dan di Bagian Kepegawaian yaitu terkait upacara pelantikan,”pungkasnya. (Ridwan l Hirpan Hilmi)

Comments  

 
# Sahlanudin12@gmail.c 2018-04-11 08:19
Semoga naskah keprotokolan tersebut cepat selesai bos, dan dapat dipergunakan Aamiin....khusu s untuk Pak Bos Bambang..hhhhh
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mwiaty@pta mdn 2018-04-12 09:33
Kami berharap pedoman keprotokolan ini nantinya di pakai juga utk tingkat PTA sebab selama ini masih menurut selera Panitia / tuan rumah semoga secepatnya naskah ini sempurna
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ka anwaruddin bjm 2018-04-12 10:20
Tentang keprotokolan ini di daerah terutama instansi pengundang acara di daerah, UU No. 9 Tahun 2010, masih banyak yang belum paham, banyak pimpinan PA tempat duduknya disejajarkan dengan camat, bahkan lurah, oleh karena itu UU tersebut perlu disosialisasika n karena masih banyak daerah yang belum tahu kedudukan PA bahkan PTA juga...
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Lokasi Kantor