“Sejak 11 Februari 2014, Jangan Panggil Saya Pak Wakil Ketua MA


Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial Dr. H. Ahmad Kamil, S.H., M.Hum diapit Ketua Kamar Agama Dr. H. Andi Syamsu Alam, S.H., M.H. dan Dirjen Badilag Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H. [Foto: Iwan Kartiwan]

Bandung l Badilag.net

Rapat kerja Badilag 2014 yang dilaksanakan di Bandung, 4-6 Februari 2014, menjadi momen yang istimewa buat Dr. H. Ahmad Kamil, S.H., M.Hum. Selain membuka acara tersebut, ia juga menyampaikan sejumlah pesan penting untuk aparat peradilan agama, sebelum ia melepas jabatannya sebagai Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial.

“Sejak 11 Februari 2014, saya minta, jangan panggil saya Pak Wakil Ketua MA lagi. Panggil saja Pak Ahmad Kamil,” ujarnya, sebelum membuka raker Badilag 2014, Selasa malam (4/2/2014).

Jabatan Ahmad Kamil sebagai Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial memang akan berakhir pada 10 Februari 2014. Ia akan digantikan oleh H. Suwardi, S.H., M.H., sesuai hasil pemilihan Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial yang berlangsung pada 21 Januari 2014 lalu.

Saat itu, dengan mekanisme one man one vote, Ahmad Kamil mendapatkan 19 suara dan Suwardi memperoleh 28 suara, dari total 47 suara yang diberikan oleh para hakim agung, termasuk pimpinan MA.

Meski mengaku terguncang, Ahmad Kamil tidak memaknai hasil pemilihan itu sebagai sebuah kekalahan yang harus diratapi. Ia justru melihat sisi positifnya.

“Hakim agung dari Kamar Agama hanya enam orang, tapi saya berhasil mendapatkan 19 suara. Itu luar biasa,” tuturnya.

Ahmad Kamil dapat memahami jika ada warga peradilan agama yang kecewa terhadap hasil pemilihan itu, namun ia meminta agar warga peradilan agama tidak putus asa dan tetap berjalan pada rel yang tepat. “Putus asa atau lari dari perjuangan bukan sifat seorang muslim,” ia menegaskan.

Ia juga mengingatkan, jabatan adalah aksesoris. Yang lebih penting adalah eksistensi untuk berprestasi.

“Entah saudara sebagai staf, hakim, pimpinan atau lainnya, siapapun saja perlu berlomba-lomba dalam kebaikan. Bukan hanya pimpinan, staf juga punya peluang untuk berprestasi dan beramal sholeh dalam hidupnya,” ia memberi nasehat.

Dalam kesempatan ini, Ahmad Kamil meminta maaf jika selama ini perhatiannya kepada peradilan agama terasa kurang.

“Saya minta maaf. Selama menduduki jabatan di MA, dari Wasekjen , Tuada Pembinaan, hingga sekarang jadi Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial selama 14 tahun, mungkin diri saya pecah jadi empat lingkungan, sehingga saya kurang dekat dengan lingkungan peradilan agama,” ungkapnya.

Ia juga berterima kasih atas dukungan dan kerjasama warga peradilan agama selama ini. Ia berharap warga peradilan agama tetap kompak dan tidak tercerai berai. “Mudah-mudahan Allah memberi pahala berganda kepada bapak dan ibu sekalian,” tuturnya.

[hermansyah]

.