"Dua Jempol untuk PA Ini"

Pekan terakhir bulan Mei 2014 dipenuhi dengan ‘hari kejepit’. Banyak tanggal merahnya. Biasanya hal ini berpengaruh pada kehadiran pegawai dan aktivitas kerja di kantor.

Pada saat itulah Mahkamah Agung, dalam hal ini Badan Pengawasan beserta Ditjen-Ditjen di bawah Sekretariat MA, mengadakan kunjungan mendadak ke pengadilan-pengadilan di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Saya termasuk yang ikut dalam rombongan yang melakukan sidak itu.

Sasaran kami adalah pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tingkat banding dari empat lingkungan peradilan di dua wilayah tersebut.

Setelah sidak, pada malam harinya dilaksanakan rapat pleno yang diikuti oleh seluruh tim. Pada sidak kemarin, secara keseluruhan ada delapan tim. Tiap tim memiliki lima anggota.

Rapat pleno itu diselenggarakan untuk melakukan evaluasi dan mendengarkan laporan dari masing-masing tim mengenai temuan di pengadilan yang menjadi objek pengawasan.

Saat penyampaian laporan itu, saya sebagai ketua salah satu tim hanya menyampaikan pengantar. Adapun laporan hasil temuan di lapangan dipaparkan oleh anggota tim saya dari Bawas dan Sekretariat MA.

Ini kami lakukan untuk menjaga objektivitas dan menjaga jangan sampai timbul kesan tidak objektif. Sebab, pada sidak kali ini, saya dan tim mendapatkan PA sebagai objek pengawasan. Ini berbeda dengan sidak-sidak sebelumnya, di mana saya dan tim datang ke PN sekaligus PA.

Malam itu, ada kejadian mengejutkan...

Selengkapnya, silakan baca DI SINI.

.