WhatsApp Image 2026 04 20 at 09.04.06

Ambarawa, 20 April 2026– Suasana di halaman Kantor Pengadilan Agama (PA) Ambarawa pagi ini terasa berbeda. Seluruh aparatur peradilan, mulai dari Ketua, Wakil Ketua, para Hakim, Panitera, Sekretaris, hingga staf pelaksana dan tenaga outsourcing serta anak magang, berbaris rapi mengikuti Apel Pagi yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Dirjen Badilag) Mahkamah Agung RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H. Ini merupakan kunjungan kerja sekaligus pimpinan apel pertama bagi Dirjen di PA Ambarawa, yang menyedot perhatian dan semangat baru bagi seluruh keluarga besar pengadilan setempat.

Dalam amanatnya yang disampaikan dengan penuh semangat dan kehangatan, Dirjen Badilag menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan yang ditunjukkan oleh jajaran PA Ambarawa. Namun, di balik pujian tersebut, Dirjen menyelipkan pesan fundamental yang menjadi roh reformasi birokrasi di lingkungan peradilan agama: Internalisasi nilai-nilai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sertifikat Hanyalah Kertas, Implementasi adalah Jiwa

WhatsApp Image 2026 04 20 at 09.27.21

Dirjen secara tegas menyoroti fenomena yang kerap terjadi pasca diraihnya predikat Zona Integritas. Ia menegaskan bahwa perjuangan meraih predikat WBK/WBBM tidak berhenti pada seremoni penyerahan sertifikat. WBK yang sesungguhnya terjelma dalam layanan yang kita berikan kepada masyarakat.

Dengan nada serius, Dirjen mengingatkan bahwa tidak ada artinya secarik kertas penghargaan jika praktik di lapangan masih menyisakan celah pungutan liar, pelayanan yang berbelit, atau integritas yang luntur. "Percuma dinding kantor kita penuh piagam WBK, tapi masyarakat pencari keadilan masih mengeluhkan pelayanan yang tidak transparan atau masih ada oknum yang mencoba-coba mempermainkan kewenangan. Implementasi nilai-nilai WBK harus terasa dalam setiap tarikan napas pelayanan kita" imbuhnya.

Dua Pilar Utama: Integritas dan Kejujuran, Nafas Pengadilan Agama

zzxz

Lebih lanjut, Dirjen Badilag mengerucutkan arahannya pada dua nilai fundamental yang menjadi "Ruh dan Nafas" bagi eksistensi Pengadilan Agama di mata umat dan negara. Dua nilai itu adalah Integritas dan Kejujuran.

Menurutnya, aparatur Pengadilan, termasuk Pengadilan Agama adalah benteng terakhir pencari keadilan bagi masyarakat. Oleh karena itu, keteladanan moral menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. "Saya titip pesan, jaga integritas dan kejujuran ini. Ini adalah mahkota sekaligus zirah kita. Jika dua hal ini hilang, maka hancurlah kepercayaan publik kepada lembaga peradilan. Jangan pernah lelah untuk menjadi hakim, panitera, dan pegawai yang jujur. Karena kejujuran akan melahirkan ketenangan batin dan keberkahan dalam bekerja," ujarnya penuh wibawa.

Apresiasi untuk Kekompakan PA Ambarawa

WhatsApp Image 2026 04 20 at 09.27.21.jpegs

Di tengah pesan-pesan serius tersebut, Dirjen tak lupa menyelipkan rasa bahagia dan bangganya melihat atmosfer kerja di PA Ambarawa. Ia menilai kekompakan antara pimpinan, hakim, dan seluruh pegawai adalah modal sosial yang sangat berharga untuk membangun kinerja yang optimal.

"Saya melihat pagi ini wajah-wajah yang ceria dan semangat. Saya merasakan aura kekeluargaan yang kuat di sini. Saya bahagia dan bangga melihat kekompakan kalian," puji Dirjen yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari peserta apel.

Pesan Khusus untuk Pimpinan: “Sukses Bersama dan Sama-sama Sukses”

Di akhir arahannya, Dirjen Badilag menyampaikan pesan khusus kepada Ketua, Wakil Ketua, Hakim, dan seluruh jajaran, bahwa kunci utama dalam mengemban amanah peradilan adalah semangat "Sukses Bersama dan Sama-sama Sukses", yang berarti setiap keberhasilan individu maupun kolektif haruslah diraih dengan tetap menjaga integritas, kekompakan, dan saling mengingatkan satu sama lain akan pentingnya menjaga marwah pengadilan sebagai benteng keadilan yang tidak boleh ternoda oleh perilaku menyimpang atau tindakan tercela, sehingga kemajuan lembaga dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh komponen tanpa mengorbankan prinsip-prinsip kebenaran dan kehormatan.

WhatsApp Image 2026 04 20 at 09.27.20