Meriahnya Reuni Akbar Cakim PA Angkatan I Tahun 1992 di Bali

Hakim Agung Ahmad Kamil dan Dirbinganis M. Fauzan Bersama Sebagian Alumni di Pintu Masuk Istana Kepresidenan Tampaksiring, Bali

Denpasar | www.pa-nunukan.go.id

Tak terasa 21 tahun sudah waktu terlewati sejak para mahasiswa/i Program Pendidikan Calon Hakim Pengadilan Agama (Cakim PA) angkatan I tahun 1992 yang mengikuti kuliah selama 1 tahun itu diwisuda Dr. H. M. Quraish Syihab, Rektor IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, saat itu, pada 28 Januari 1993.

Sejak itu mereka harus rela berpisah dan terpisah sesuai kontrak kerja yang telah mereka tanda tangani sendiri. Mereka ini kemudian bertebaran di PA-PA seluruh Indonesia menjalankan tugas sebagai abdi negara (PNS) dan pejabat negara (Hakim) dengan segala suka-dukanya.

Namun, sebagaimana waktu yang dahulu telah memisahkan mereka, ternyata waktu jualah yang akhirnya kembali mempertemukan mereka yang selama ini telah berpisah.

Setelah 21 tahun berpisah karena menjalankan tugas pengabdian di PA masing-masing, sebanyak 116 alumni yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua dan Hakim PA/MS itu kembali berkumpul di Denpasar, Bali, selama 3 hari, Jum’at s/d Minggu (18-20/4/2014), dalam acara Reuni Akbar Cakim PA angkatan I tahun 1992.

Reuni alumni Cakim PA angkatan ’92 di Bali ini bisa dibilang cukup meriah karena selain dihadiri sebagian besar alumni, juga dihadiri oleh Hakim Agung Dr. H. Ahmad Kamil, S.H., M.Hum., dan Dirjen Badilag Dr. H. Purwosusilo S.H., M.H.

Selain itu hadir juga 2 pejabat eselon II Mahkamah Agung RI, yaitu Direktur Pembinaan Administrasi PA Dr. H. Hasbi Hasan, M.H., dan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis PA Dr. H.M. Fauzan, S.H., M.M., M.H., yang juga merupakan salah seorang alumni Cakim PA angkatan ’92 ini.

Untuk informasi, bahwa pada saat yang sama, Cakim PA angkatan sebelumnya (1991) juga mengadakan acara reuni dan seminar di Kota Pelajar Yogyakarta, dengan menghadirkan Dirjen Badilag Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H.

Setelah Jum’at (18/4) siang dan sore itu mereka saling berdatangan dari kabupaten/kota asal tempat mereka bertugas dan melakukan check-in di Hotel Nirmala, Denpasar, Bali, di lobby hotel terlihat mereka saling bersalaman, berangkulan dan bertegur sapa satu sama lain melepaskan rasa rindu dan kangen yang telah tertahankan selama ini.

Sekalipun masih tampak aroma kelelahan sehabis menempuh perjalanan jauh dari hampir seluruh pelosok nusantara, malam harinya acara kangen-kangenan alumni Cakim PA  angkatan ’92 itu lebih seru lagi.

Malam Pertama Reuni Alumni di Bali

Bertempat di Convention Hall, Hotel Nirmala, saat makan malam, sebelum acara Seminar Nasional Ekonomi Syariah dimulai, kembali mereka melepaskan rasa rindu dengan mata hampir berkaca-kaca, berjabatan tangan bersalaman sambil saling menanyakan kabar masing-masing.

Memang, dari seluruhnya 249 alumni Cakim PA angkatan ‘92 itu, minus 14 yang telah meninggal dunia –semoga Allah merahmatinya— ke-116 Hakim PA yang hadir di Bali saat itu ada yang masih sering berkomunikasi atau biasa bertemu karena bertugas di satu PA atau satu PTA.

Atau karena ini adalah Reuni Cakim PA angkatan ‘92 yang ke-3 kalinya, ada di antara mereka yang sebelumnya pernah bertemu di ajang acara reuni pertama (Purwakarta) yang dihadiri H. Purwosusilo atau di reuni ke-2 (Bogor), atau pada kegiatan-kegiatan yang diadakan Ditjen Badilag atau Diklat Kumdil MA.

Namun tak sedikit juga dari mereka yang datang dari PA-PA seluruh Indonesia itu ternyata ada yang baru pertama kali inilah bertemu kembali di sini (Bali), sejak mereka meninggalkan kampus IAIN Ciputat, 21 tahun lalu.

Sudah Banyak Perubahan

Selama selang waktu 21 tahun, tentu sudah banyak yang berubah pada diri para alumni ini. Berumur rata-rata antara 45 hingga 55 tahun, status, fisik dan penampilan mereka sudah jauh berubah. Begitu pula dengan jabatan yang pernah atau sedang mereka sandang saat ini.

Menurut Ketua Alumni Cakim PA angkatan ’92 Drs. H. Zulkairnain, S.H., M.H., terdapat 38 alumni Cakim PA angkatan ’92 ini yang sudah jadi Ketua dan 72 orang yang sudah jadi Wakil Ketua PA/MS, baik itu di kelas IA, kelas IB maupun kelas II. Namun tak sedikit juga di antara alumni itu yang masih jadi Hakim biasa di PA/MS, tanpa jabatan.

Selain itu ada juga yang sudah jadi Ketua di PA-PA Jakarta, atau PA-PA di ibukota propinsi, jadi Asisten Hakim Agung, bahkan sudah ada yang jadi Direktur di Ditjen Badilag.

Tempat tuigas para alumni yang bereuni di Bali ini juga berbeda-beda dan berpindah-pindah dengan segala suka-dukanya. Ada yang pernah bertugas di daerah-daerah konflik seperti Timor Timur, Aceh, Ambon, Poso, sehingga pernah membuat perasaan jadi tidak aman karena nyawa terancam.

Ada juga yang harus rela berpindah-pindah PA karena mengikuti suami yang dimutasi. Selain itu, tak sedikit juga yang hanya berkutat di satu PTA dan tak pernah dimutasi keluar.

Status keluarga para alumni pun sudah banyak yang berubah. Yang dulu sudah berkeluarga, sekarang sudah tambah anak, bahkan ada yang sudah bercucu. Yang dulu masih single (jejaka/gadis), sekarang sudah punya istri/suami dan beberapa orang  anak.

Suasana di Convention Hall Saat Alumni Cakim PA ’92 Menyimak Pembinaan dari Hakim Agung

Yang menarik, “cinta lokasi” pun ada yang  sempat bersemi di antara sesama alumni Cakim PA angkatan ’92 ini atau juga dengan “adik kelas” mahasiswi IAIN Ciputat.  Di antaranya ada berlanjut ke jenjang pernikahan, tapi tak sedikit juga yang kandas sebelum pernikahan.

Selain itu, ada juga di antara alumni Cakim PA angkatan ’92 ini yang sudah mendahului rekan-rekannya menghadap Allah Swt.

“14 orang sudah mendahului kita,” ujar Dirbinganis H. M. Fauzan, salah seorang alumni Cakim PA ’92, dengan penuh perasaan.

Mereka itu adalah Bardis, Daroini, Ihin, Qomaruddin, Kartini, Muzdalifah, M. Jauhari Arifin, Rubangi, Sulastri Kasim, Syafrizal, Tamamul Abror, Unang Nur Iskandar, dan Zaenal Arifin.

Kunjungi Objek Wisata

Sabtu (19/4) pagi pukul 7.00 waktu setempat, setelah sarapan pagi di hotel, 2 unit mobil khusus Hakim Agung H. Ahmad Kamil dan Dirbinganis H.M. Fauzan, beserta iring-iringan 4 unit bus carteran meluncur menginggalkan hotel membawa rombongan alumni Cakim PA ’92 dan keluarganya menuju 3 objek wisata yang ada di Pulau Dewata Bali.

Dengan memakai seragam jaket berwarna kehitam-hitaman bertuliskan “Reuni Cakim PA Angkatan Pertama ’92 Bali 2014” di dada sebelah kiri jaket alumni, objek wisata pertama yang dikunjungi rombongan adalah Istana Kepresidenan Tampaksiring, di Gianyar, Bali. Satu-satunya Istana Kepresidenan yang dibangun setelah Indonesia merdeka (1957).

Setelah mendapatkan izin masuk khusus, dengan dipandu oleh 2 pemandu wisata (guide), rombongan reuni alumni mengunjungi dan mendapatkan penjelasan satu persatu mengenai tempat-tempat yang ada di kompleks Istana Kepresidenan Tampaksiring seluas 9,2 hektar itu.

Selain masing-masing alumni mengabadikan tempat-tempat yang dikunjungi, di sini seluruh rombongan alumni berfoto bersama dengan Hakim Agung H. Ahmad Kamil dan Dirbinganis H.M. Fauzan, sesaat sebelum meninggalkan Istana Kepresidenan Tampak Siring.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Bangli, tepatnya di Desa Penelokan, Kec. Kintamani, untuk berkunjung ke Geopark (taman bumi) pertama di Indonesia yang diakui oleh Unesco, September 2012 lalu.

Di sini rombongan reuni alumni menghabiskan rasa kangennya sambil melihat panorama indah menakjubkan Kintamani berupa Gunung dan Danau Batur yang berhawa sejuk di atas ketinggian 400 meter dari permukaan laut. Bahkan di malam hari udaranya bisa berubah menjadi sangat dingin di sekitar bukit Kintamani.

Di sini pula rombongan alumni melaksanakan shalat dan makan siang bersama di salah satu restoran berserfikat halal di lereng Gunung Batur yang masih akitf sambil menikmati panorama pemandangan alam yang sangat indah memukau dengan 2 kaldera yang dikelilingi Danau Batur berbentuk sabit, dengan hamparan luas bebatuan hitam bekas lava yang tak dapat ditumbuhi tanaman.

Tak sedikit juga dari rombongan alumni ini, terutama Ibu-ibu, yang “tergoda” dengan tawaran para penjaja kain dan baju kaos serta souvenir khas Bali yang banyak “berkeliaran” di sekitar objek wisata Kintamani untuk bekal oleh-oleh dibawa pulang ke tempat asal.

Dari kawasan obyek wisata Kintamani, rombongan alumni lalu beranjak menuju objek wisata terakhir yang dapat dikunjungi hari itu, yaitu pantai Pandawa di Desa Kutuh, Kec. Kuta, Kab. Badung, Bali.

Semula, sebelum ke pantai Pandawa, rombongan dijadwalkan mengunjungi objek wisata Taman Budaya “GWK” (Garuda Wishnu Kencana), di Nusa Dua, Badung, Bali. Namun karena waktu yang sangat sempit, akhirnya diputuskan langsung menuju pantai Pandawa.

Dari Kintamani, perjalanan menuju pantai Pandawa ini cukup memakan waktu karena jauh dan macet lagi. Setelah sempat melewati pemandangan jalan tol di atas air laut dan Taman Budaya “GWK”,  rombongan reun alumni itu akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 Wita.

Objek wisata pantai baru di Bali yang dikenal sebagai “Secret Beach” ini sebenarnya lebih indah dari pantai Kuta yang sudah terkenal itu. Tapi karena lokasinya yang tersembunyi di balik perbukitan tebing batu kapur terjal dan tinggi yang hanya ditumbuhi semak-belukar dan juga akses jalan yang sulit, menjadikan objek wisata ini hanya dikenal para peselancar asing dan domestik dengan gulungan ombakya yang memukau penglihatan.

Sebagian Alumni Berfoto di Istana Kepresidenan Tampaksiring

Menyadari potensi yang dapat ditawarkan objek wisata pantai Pandawa ini, pemerintah setempat lalu memapas tegak, memotong dan membelah tebing-tebing kapur, sebagian ada yang dibuat berundak, untuk akses jalan sepanjang 1,5 km menuju pantai Pandawa.

Mendekati jalan turun menuju bibir pantai, tebing-tebing tinggi kapur itu dilobangi dalam ukuran besar dan diletakkan 5 patung Pandawa Lima seperti dalam kisah Mahabharata: Arjuna; Yudhistira; Bima; Nakula; dan Sadewa.

Hujan gerimis sempat turun membasahi pantai Pandawa saat rombongan alumni tengah asyik-asyiknya menikmati gulungan gelombang dan pecahan ombak pantai disertai suara bergemuruh yang sangat bagus untuk berselancar.

Karena pas hari libur dan baru saja usai ujian nasional, lokasi objek wisata yang dikunjungi rombongan alumni hari itu penuh sesak oleh wisatawan domestik dan anak-anak sekolah dari pulau Jawa yang berlibur ke Bali.

Temu Kangen Bersama Petinggi MA

Sekitar pukul 17.30 Wita rombongan reuni alumni Cakim PA angkatan ‘92 ini beranjak meninggalkan pantai Pandawa dengan membawa sejuta kenangan di hati masing-masing menuju hotel tempat menginap untuk melanjutkan “temu kangen” di Convention Hall, Hotel Nirmala, Bali, bersama Hakim Agung, Dirjen Badilag dan 2 Direktur di Ditjen Badilag.

Sekalipun masih tampak kelelahan sehabis seharian berwisata di pulau Bali, sekitar pukul 20.00 Wita, setelah makan malam, ke-116 alumni Cakim PA angkatan ’92 ini mendapatkan pengarahan dan pembinaan dari Dirjen Badilag dan Hakim Agung.

Dipandu M. Fauzan, dan didampingi Hasbi Hasan, Dirjen Badilag H. Purwosusilo mendapatkan kesempatan pertama untuk memberikan pengarahan dan menyampaikan kebijakan umum Ditjen Badilag kepada alumni Cakim PA angkatan ’92 ini.

Hakim Agung Ahmad Kamil dan Dirjen Badilag Purwosusilo Didampingi Hasbi Hasan dan M. Fauzan

Dirjen Badilag mengucapkan selamat kepada Cakim PA angkatan ’92 ini yang sudah 3 kali ini mengadakan reuni. Karena menurut pengakuannya, Beliau sendiri belum pernah bereuni seperti ini, baik itu reuni sekolah, kampus, apalagi reuni alumni Cakim.

“Saya kadang-kadang sangat (merasa) iri,” ujar Pak Dirjen, sambil “usul” reuni ke-4 kalau bisa diadakan di Batam.

Menurut Pak Dirjen, mengenang waktu 21 tahun lalu itu sangat indah. Apalagi dulu itu yang laki masih ganteng-genteng dan yang wanita masih cantik-cantik. Sehingga, katanya, mungkin ada 1-2 yang cintanya bersemi pada saat pendidikan cakim itu.

“Tapi itu masa lalu. Jangan bersemi lagi di reuni ini,” kata Pak Dirjen diikuti tepuk tangan seluruh alumni.

“Dari tadi kok tepuk tangan terusm sepertinya ada yang kena ini,” seloroh Pak Dirjen yang kembali diikuti tepuk tangan dan suara tawa alumni.

Setelah H. Purwosusilo selesai memberikan pengarahannya, acara Reuni Akbar Cakim PA angkatan ’92 ini dilanjutkan dengan pembinaan dari Hakim Agung H. Ahmad Kamil, yang bersama-sama para alumni ini juga ikut berkunjung ke Istana Kepresidenan Tampak Siring, Bali.

Sebagai Hakim Agung yang sudah mengalami masa-masa sulit berjuang bersama PA, Beliau meminta dan menitipkan institusi PA kepada para alumni Cakim PA angkatan ’92 ini untuk terus diperjuangkan, sebagaimana yang sering Beliau sampaikan setiap ada pertemua atau pembinaan.

Hiburan

Setelah selesai pembinaan dari Hakim Agung, malam itu alumni Cakim PA ’92 ini juga disuguhi lagu-lagu “kebangsaan” masing-masing dengan iringan musik elektone yang menggema mengisi ruang Convention Hall, Hotel Nirmala, Bali.

Purwosusilo dan Istri Saat Menghibur Alumni Cakim PA ‘92

Tampil pertama adalah M. Fauzan menyanyikan lagu andalannya. Dilanjutkan nyanyian dari Pak Dirjen yang tampil ditemani istri. Tak cuma 1 lagu, tapi 2 lagu dinyanyikan istri Pak Dirjen yang ikut larut dalam suasana suka-cita “temu kangen” alumni Cakim PA angkatan ’92 ini.

Sekalipun malam sudah semakin larut, saat jam di tangan menunjukkan pukul 23.00, suasana meriah menyambut Reuni Akbar ini tambah semakin seru dengan tampilnya Ahmad Kamil di atas panggung menyanyikan sebuah lagu.

Diikuti kemudian sebuah lagu barat terdengar dari suara Hasbi Hasan menghibur para alumni yang tak ketinggalan mengabadikan moment-moment bersejarah ini dengan HP atau kamera digitalnya.

Perwakilan masing-masing PTA juga ikut menyumbangkan lagu-lagunya, mulai dari PTA Bandung, PTA Jakarta, PTA Semarang, dan PTA Surabaya.

Alumni Cakim PA ’92 Bergambar Bersama Hakim Agung, Dirjen Badilag, dan 2 Direktur

Selesai acara hiburan ini, seluruh alumni Cakim PA ’92 berfoto bersama dengan para petinggi MA yang hadir untuk mengabadikan pertemuan Reuni Akbar Cakim PA angkatan I tahun 1992 yang ke-3 ini sebagai kenang-kenangan sudah hadir di acara reuni yang sangat berkesan ini.

Selamat berpisah kawan dan sampai jumpa di Batam, Insya Allah!

(RENAFASYA)

.