WhatsApp Image 2026 03 15 at 20.43.05

Cirebon, Badilag – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., melanjutkan agenda kunjungan kerja dan pembinaannya dengan menyambangi Pengadilan Agama (PA) Cirebon. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan implementasi kebijakan strategis pimpinan Mahkamah Agung serta program prioritas Ditjen Badilag Tahun 2026 berjalan efektif di wilayah hukum PA Cirebon.

Kedatangan Dirjen disambut hangat oleh Ketua PA Cirebon, didampingi para hakim, panitera, sekretaris, serta seluruh staf dan aparatur pengadilan. Suasana penuh kekeluargaan khas peradilan agama tampak dalam penyambutan tersebut.

Peninjauan Langsung Fasilitas dan Pelayanan Publik

Dirjen Muchlis memulai rangkaian acara dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai fasilitas pelayanan publik di PA Cirebon. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa standar pelayanan prima benar-benar dijalankan. Beberapa titik yang menjadi perhatian adalah:

  1. Area Front Office dan PTSP: Dirjen mengamati secara langsung interaksi antara petugas dengan para pencari keadilan. Beliau mengecek kelengkapan informasi, kecepatan pelayanan, serta keramahan petugas dalam melayani masyarakat.
  2. Ruang Sidang Utama: Dirjen memeriksa kesiapan infrastruktur persidangan, terutama perangkat pendukung persidangan elektronik. Beliau menekankan pentingnya kesiapan teknologi untuk mendukung implementasi e-court dan e-litigasi yang optimal.
  3. Ruang Mediasi dan Fasilitas Pendukung: Mengecek kenyamanan ruang mediasi sebagai upaya mendukung optimalisasi perdamaian. Dirjen juga meninjau fasilitas ramah disabilitas, ruang bermain anak, dan sarana umum lainnya yang menjadi tolok ukur pengadilan yang humanis.
  4. Tempat Ibadah dan Kantin Kejujuran: Dirjen mengapresiasi keberadaan fasilitas ibadah yang representatif serta inisiatif kantin kejujuran yang mencerminkan budaya integritas di lingkungan PA Cirebon.

WhatsApp Image 2026 03 15 at 20.43.04

Arahan dan Pembinaan Dirjen Badilag

Memasuki acara inti, Dirjen Muchlis memberikan pembinaan kepada seluruh aparatur PA Cirebon di ruang sidang utama. Materi pembinaan yang disampaikan mengacu pada dokumen resmi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. Berikut pokok-pokok arahannya:

1. Mengamalkan Pesan Ketua Mahkamah Agung

Dirjen mengawali pembinaan dengan menyampaikan tiga pesan utama Ketua MA:

  • Jabatan sebagai Amanah: "Jabatan itu titipan, bukan milik. Tunaikan tugas dengan rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati. Jaga kedekatan dengan yang dipimpin dan hindari kesombongan."
  • Jabatan untuk Kemaslahatan: "Orientasi kepemimpinan harus bergeser dari dominasi menjadi dedikasi, dari minta dilayani menjadi melayani."
  • Menjadi Teladan: "Pimpinan harus mengutamakan keteladanan untuk membangun kewibawaan."

2. Integritas dan Kejujuran adalah Harga Mati

Menegaskan kembali bahwa Pengadilan Agama eksis hingga saat ini karena dua hal: integritas dan kejujuran. "Ini modal utama kita. Jika dua hal ini hilang, maka kepercayaan publik akan lenyap. Integritas adalah benteng terakhir tegaknya keadilan," ujar Dirjen dengan tegas.

3. Apresiasi dan Evaluasi Kinerja Berbasis Data

Dirjen memaparkan data capaian PA Cirebon yang tertuang dalam materi pembinaan. Berdasarkan data rekapitulasi per 9 Maret 2026, PA Cirebon mencatatkan 160 perkara diterima dengan 100% menggunakan e-court. Untuk kepatuhan upload putusan tahun 2026, PA Cirebon mencapai 100% dengan rata-rata upload 0.12 hari.

Yang paling menonjol dan mendapat apresiasi khusus adalah capaian mediasi. Berdasarkan data per 6 Maret 2026, PA Cirebon menempati peringkat ke-3 terbaik di wilayah PTA Bandung dengan tingkat keberhasilan mediasi 96% (24 berhasil dari 25 perkara yang dimediasi). "Ini prestasi luar biasa. Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada para mediator di PA Cirebon. Ini bukti kesungguhan dalam mengoptimalkan upaya perdamaian," puji Dirjen.

WhatsApp Image 2026 03 15 at 20.43.051

4. Perluasan Kewenangan dan Penguatan Kapasitas

Menyikapi terbitnya PERMA Nomor 4 Tahun 2025 tentang perluasan kewenangan Peradilan Agama di bidang ekonomi syariah, Dirjen mendorong PA Cirebon untuk mempersiapkan diri. "Tingkatkan kemampuan dan kapabilitas. Manfaatkan program pelatihan, baik di dalam negeri maupun peluang pelatihan ke luar negeri seperti yang telah dilaksanakan ke Universitas Islam Imam Muhammad Bin Saud, Riyadh," imbaunya.

5. Kewaspadaan di Era Digital

Dirjen mengingatkan agar seluruh aparatur bijak dalam menggunakan media sosial. Beliau mencontohkan adanya 7 hakim yang sedang diperiksa BAWAS terkait penggunaan media sosial. "Sadari bahwa setiap unggahan dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap integritas dan wibawa lembaga. Gunakan media sosial secara bijak," pesannya.

6. Program Prioritas 2026

Mengacu pada hasil Rakor Badilag, Dirjen menekankan lima program prioritas yang harus dijalankan:

  • Penguatan Integritas dan Akuntabilitas
  • Penguatan Kualitas Layanan Pengadilan (E-court, Mediasi, Eksekusi, Tepat Waktu)
  • Penguatan Kelembagaan
  • Penguatan Kualitas SDM
  • Penguatan Teknologi Informasi

Kunjungan dan pembinaan ini ditutup dengan foto bersama serta dialog interaktif antara Dirjen dan seluruh aparatur PA Cirebon. Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan tersebut. Ketua PA Cirebon menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan arahan yang diberikan, serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas sebagai wujud amanah yang diemban.