
CIREBON (04/11/2026) – Plt. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, (Drs. H. Muchlis, S.H., M.H.,) didampingi oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, (Sutarno, S.IP., M.M.) melaksanakan kunjungan kerja serta meninjau secara langsung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Pengadilan Agama Cirebon Kelas IB. Selain memantau fasilitas pelayanan secara langsung, agenda tersebut juga diisi dengan pembinaan komprehensif yang berfokus pada penguatan integritas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), akselerasi kinerja, serta komitmen menghadirkan pelayanan publik yang prima.

Dalam arahannya, Plt. Dirjen Badilag menegaskan bahwa integritas merupakan "harga mati" sekaligus urat nadi bagi setiap aparatur peradilan. Beliau mengingatkan bahwa sehebat apa pun inovasi dan sistem canggih yang dibangun, semuanya akan runtuh jika aparatur di dalamnya cacat integritas. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga nurani agar peradilan tetap dihormati.
Lebih lanjut, pembinaan ini menekankan tiga pilar utama bagi seluruh aparatur pengadilan. Pertama, terkait penguatan integritas dan penerapan zero tolerance terhadap praktik KKN. Seluruh aparatur diwajibkan untuk menghidupkan delapan nilai utama Mahkamah Agung yang mencakup kemandirian, integritas, kejujuran, akuntabilitas, responsibilitas, keterbukaan, ketidakberpihakan, dan perlakuan yang sama di hadapan hukum. Selain itu, komitmen anti-pungli, anti-gratifikasi, serta penolakan terhadap makelar kasus harus terus dijaga demi membudayakan rasa malu dalam melakukan pelanggaran kode etik. Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) juga diingatkan bukan sekadar pemenuhan dokumen eviden semata, melainkan wujud nyata perubahan mindset dan culture set dalam perilaku sehari-hari.
Kedua, peningkatan kualitas SDM diarahkan melalui penerapan core values ASN BerAKHLAK yang mencakup orientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Pimpinan mulai dari tingkat ketua, wakil, kepaniteraan, hingga kesekretariatan dituntut untuk menjadi teladan (role model) yang tidak hanya mengawasi, tetapi juga aktif membina, merangkul, dan memberikan solusi. Keberhasilan suatu satuan kerja juga diingatkan tidak bertumpu pada individu semata (Superman), melainkan melalui kerja sama tim yang solid (Super Team) demi menghindari friksi internal.
Ketiga, dalam hal budaya pelayanan prima (service excellence), Plt. Dirjen Badilag meninjau langsung area PTSP dan mengingatkan agar para petugas di garis depan, termasuk petugas PTSP, satpam, dan resepsionis konsisten mengimplementasikan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) yang dipadukan dengan Empati (1E). Mengingat sebagian besar masyarakat pencari keadilan datang dengan membawa beban psikologis akibat masalah keluarga maupun waris, aparatur diharapkan mampu menyambut mereka dengan kehangatan yang menenangkan.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi ajang apresiasi atas berbagai capaian gemilang dan prestasi yang telah diraih oleh PA Cirebon Kelas IB. Satuan kerja ini tercatat menduduki Peringkat 7 Nasional dengan perolehan skor 93,67 pada Penilaian Triwulan III. Di bidang administrasi teknis dan penanganan perkara, PA Cirebon sukses mencapai target 100% dalam pemanfaatan e-court untuk seluruh perkara masuk. Performa impresif juga ditunjukkan melalui tingkat keberhasilan mediasi yang mencapai 78% dari total perkara yang wajib dimediasi, di mana Plt. Dirjen Badilag menyebut keberhasilan mendamaikan pihak bersengketa sebagai sebuah kemuliaan yang dapat menyembuhkan luka sosial di masyarakat
Berbagai torehan positif ini menyempurnakan rekam jejak institusi yang sebelumnya juga telah mengantongi predikat WBK 2023 dari Kementerian PANRB, penghargaan Top Digital Implementation Bintang 4 tahun 2023, serta Peringkat 1 Website Terbaik. Mengakhiri rangkaian pembinaan, pimpinan kembali diingatkan agar senantiasa melakukan pengawasan melekat, siap hadir di tengah krisis, serta menanamkan keteladanan yang kuat karena integritas dan profesionalisme pimpinan akan menjadi cerminan bagi seluruh jajaran di bawahnya. (RW)