Dirjen Badilag Buka Rakor PTA Jakarta: Integritas Menjadi Salah Satu Kunci Percepatan Penyelesaian Perkara

Jakarta, 6 April 2026: Sebuah mobil dinas berpelat merah berhenti perlahan di halaman kantor Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jakarta. Pintu terbuka, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., melangkah turun dengan mantap. Di ruang aula Pengadilan Tinggi Agama Jakarta telah berkumpul segenap jajaran Pengadilan Tinggi Agama Jakarta dan seluruh pimpinan pada pengadilan agama se-wilayah PTA Jakarta. Hari itu, Dirjen Badilag hadir tidak sekedar untuk membuka sebuah kegiatan rapat koordinasi, tapi untuk menyampaikan arahan dan motivasi bagi jajarannya di wilayah hukum PTA Jakarta.
“Pengadilan Agama sedari dulu hingga sekarang tidak pernah berhenti berjuang, nilai-nilai integritas dan kejujuran selalu menjadi pondasi utama kita, terus jaga dan perkuar pondasi ini, jangan sampai ada layanan pada lingkungan peradilan agama yang bersifat transaksional” tegas Dirjen Badilag dalam sambutan pembukaannya yang disambut hening oleh para peserta rapat di Aula PTA Jakarta, Senin (6/4/2026).

Arahan tersebut menjadi pembuka Rapat Koordinasi (Rakor) PTA Jakarta yang digelar di kantor PTA Jakarta. Acara yang dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, para Hakim Tinggi, serta pejabat kepaniteraan dan kesekretariatan PTA Jakarta, beserta seluruh Ketua Pengadilan Agama (PA) se-wilayah DKI Jakarta ini, menjadi momen krusial di tengah gencarnya pemberitaan soal integritas lembaga peradilan belakangan ini.
“Setiap individu yang terlibat dalam layanan bagi para pencari keadilan adalah benteng terdepan penjaga integritas peradilan. Sebuah kesalahan, kelalaian, atau—na’udzubillah—tindakan kecurangan, tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencemari nama baik dan martabat Peradilan Agama. Ia dapat menggugurkan wibawa peradilan agama dan seluruh jajaran pengadilan di mata pencari keadilan.” Pesan dirjen badilag sebelum menutup sambutannya.

Para peserta rakor tampak serius mencatat poin-poin penting. Beberapa ketua pengadilan agama saling berbisik, tampaknya sudah mulai menyusun strategi untuk menerapkan arahan tersebut di wilayahnya masing-masing.
Rakor yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB itu ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT memberikan kekuatan kepada seluruh aparatur peradilan agama untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya.