Demikian salah satu pesan penting Dirjen Badilag Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., saat mengawali pengarahannya pada acara Reuni Akbar Cakim PA angkatan I tahun 1992, di Convention Hall, Hotel Nirmala, Denpasar, Bali, Sabtu (19/4/2014) malam, diikuti tepuk tangan alumni.

Dirjen Badilag Purwosusilo dan Hakim Agung Ahmad Kamil didampingi dua Direktur, M. Fauzan dan Hasbi Hasan.
“Dari tadi kok tepuk tangan terus, sepertinya ada yang kena ini,” ujar Dirjen Badilag berseloroh diikuti suara tawa dan lagi-lagi tepuk tangan para alumni.
Hal ini diungkapkan Purwosusilo untuk mengingatkan para alumni Cakim PA angkatan ’92 bahwa itu semua adalah masa lalu. Karena pernah terjadi gara-gara acara reuni seperti ini cinta lama itu bersemi kembali sehingga akibatnya rumah tangga jadi berantakan.
Selain Dirjen Badilag, hadir pula di ajang Reuni Akbar Cakim PA angkatan ’92 ini Hakim Agung Dr. H. Ahmad Kamil, S.H., M.Hum., Direktur Pembinaan Administrasi PA Dr. H. Hasbi Hasan, M.H., dan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis PA Dr. H.M. Fauzan, S.H., M.M., M.H., bersama keluarga.
Di hadapan 116 dari seluruhnya 249 alumni Cakim PA angkatan ’92 yang sudah banyak berubah dibandingkan 21 tahun lalu, Dirjen Badilag yang malam itu hadir bersama istri mengatakan bahwa para alumni harus selalu bersyukur masih diberi umur panjang, masih bisa bereuni, bahkan turut merasakan hasil perjuangan PA selama ini.
“Bapak-Ibu menjumpai IP tertinggi PA dewasa ini, yang harus tetap dipertahankan,” ungkap Dirjen Badilag pertama bergelar Doktor ini.
Di bagian lain pengarahannya, Purwosusilo berpesan kepada para alumni yang hadir malam itu agar dapat menjadi saksi untuk selalu menjaga kedisiplinan. Apalagi seluruhnya yang hadir ini adalah para Hakim PA dan banyak di antaranya yang menjadi pimpinan di PA.
“Tolong tidak main-main dengan disiplin (ini),” tegas Pak Dirjen yang lulus seleksi calon hakim agung tahap 2 yang dirilis Komisi Yudisial (KY), beberapa hari lalu.
Karena bulan Mei ini banyak “hari kejepit” (tanggal merah), yang biasa digunakan sidak oleh pimpinan, Beliau tidak ingin ada Ketua atau Hakim PA yang kena hukuman disiplin gara-gara “hari kejepit” ini.
Sebaliknya malahan Dirjen Badilag menginginkan agar para alumni Cakim PA angkatan ’92 ini dapat menjadi uswatun hasanah (contoh teladan) bagi pegawai-pegawai lain sehingga “kecemburuan” yang mungkin terjadi di tempat kerja masing-masing dapat diminimalisir dan tidak perlu ada terjadi mogok-mogokan.
“Saya mohon... saya mohon... saya mohon... sepulang dari acara reuni ini Anda semua harus jadi pioner dan contoh bagi yang lain dalam hal penegakan disiplin,” ujar Dirjen Badilag yang mengulanginya sampai 3 kali karena begitu menaruh harapan besarnya kepada Cakim PA angkatan ’92 ini.

Alumni Cakim PA ’92 Saat Reuni Akbar di Bali
Selain itu, Dirjen Badilag juga menginformasikan bahwa Badan Pengawasan (Bawas) yang turun ke daerah-daerah itu hanya akan memeriksa 2 hal, yaitu kedisiplinan dan kebersihan.
Juga biasanya turunnya Bawas yang tak terduga itu adalah di hari Jum’at. Karena hari Jum’at itu kesannya tak ada pelayanan sehingga hari itu banyak pegawai yang tidak disiplin, baik itu jam masuk kerja maupun dalam hal berpakaian.
“Masak sampai sore teman-teman masih pakai kaos,” ujar Purwosusilo mengingatkan.
Purwosusilo juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini akan ada tamu dari Australia yang akan datang ke PA melihat pelayanan terpadu satu atap yang sudah dilaksanakan sebagian PA. Hal ini setidaknya akan mengangkat nama PA di dunia internasional.
“Tolong di masing-masing PA (yang Saudara pimpin) diadakan pelayanan satu atap ini,” katanya meminta.
Mengakhiri pengarahannya malam itu, Purwosusilo atas nama Dirjen Badilag menyampaikan ucapan terima kasih kepada para alumni Cakim PA angkatan ’92 yang bereuni di Bali ini dengan biaya mandiri dan atas biaya sendiri sambil menikmati wisata di Bali.
Padahal menurutnya, acara reuni Cakim PA angkatan ’92 ini punya kontribusi yang luar biasa bagi perkembangan PA ke depan karena diisi dengan acara Seminar Nasional Ekonomi Syariah yang dihadiri Hakim-hakim PA seluruh Indonesia.
“Ini kan seperti mudik pulang kampung. Sekalipun keluar biaya banyak, tapi ada kepuasan tersendiri yang tak bisa dinilai dengan uang,” ujar Dirjen Badilag mengakhiri pengarahannya disambut applaus alumni Cakim PA angkatan ’92, malam itu.
(RENAFASYA l www.pa-nunukan.go.id)