Delegasi MA RI Awali Kunjungan ke MA Sudan

 

Wakil Ketua MA Sudan sambut langsung Delegasi MA RI di VIP Loung Khartoum Int’l Airport

 

 

Khartoum | badilag.net

Delegasi Mahkamah Agung Indonesia menjejakkan kaki di Bandar Udara International Khartoum pada hari Ahad tanggal 7 September 2014 dan disambut langsung dengan protokoler kenegaraan oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Sudan Dr. Mohamed El Hassan Husein Sharfi dan rombongannya sesaat setelah delegasi MA RI menuruni pesawat yang ditumpanginya.

Kunjungan ini merupakan jawaban MA RI atas undangan MA Sudan yang pada beberapa waktu lalu juga mengunjungi Indonesia dan menyempatkan diri melihat dinamika pendidikan dan pelatihan calon hakim di Pusdiklat Mahkamah Agung RI di Megamendung.

Delegasi Indonesia kali ini sedikit berbeda dengan delegasi-delegasi sebelumnya, karena delegator dipilih dari para hakim muda angkatan VI yang berprestasi sesuai dengan permintaan dari petinggi Mahkamah Agung Sudan kala itu. Para delegator tersebut adalah:

1

Tukiran, SH, MM

Sekretaris Ditjen Badilag

2

Dr. Nasich Salam, Lc, LLM.

Hakim PA Cibinong

3

M. Natsir Asnawi, SHI,

Hakim PA Banjarbaru

4

Noor Faiz, SHI,

Hakim PA Badung

5

Rizkiansyah, SH,

Hakim PN Kabanjahe

6

Eldi Nasali, SH,

Hakim PN Tais

    Menginap di Coral Khartoum Hotel

    Setelah mendapatkan welcoming  drink dan menjalani sesi wawancara sejenak dengan media setempat, rombongan delegasi MA RI kemudian di antar langsung ke penginapan yang telah disediakan oleh MA Sudan yaitu Coral Hotel di pusat kota Khartoum untuk beristirahat sejenak.

    Mengetahui kedatangan delegasi MA RI tersebut, duta besar RI untuk Indonesia mengundang para delegator untuk datang ke Wisma Duta Besar RI di Sudan dan mempererat silaturahmi.

     

    Jadual kunjungan yang cukup padat dari MA Sudan

    Pihak Mahkamah Agung Sudan telah menyiapkan serangkaian kegiatan kunjungan yang cukup padat. Dari manual acara kunjungan selama enam hari, Delegasi MA RI dijadualkan mengunjungi beberapa tempat, antara lain Kantor Mahkamah Agung Sudan yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke tempat-tempat strategis seperti Supreme Court Library, Tasjilatul Aradhy, Supreme Court Museum, dan National Fiqh Academy (Pusat Kajian Hukum Nasional Sudan).

    Selain itu, Delegasi juga dijadualkan bertemu dan diterima langsung oleh Menteri Hukum dan HAM serta Civitas Akademika Law Faculty Khartoum University disamping beberapa tempat strategis lainnya.

    Diundang siturahmi oleh Duta Besar RI untuk Sudan


    Duta Besar RI, Burhanudin, menyambut langsung kedatangan para delegator MA RI di kantornya yang terletak di kota Khartoum. Dalam kunjungan kali ini, delegator dan duta besar membicarakan beberapa hal berkenaan dengan kerja sama Indonesia dengan Sudan dalam berbagai bidang, termasuk pula dalam bidang hukum dan peradilan.

    Pada sambutan awal, Burhanudin menjelaskan bahwa selain Sudan, ia juga merangkap sebagai duta besar Indonesia untuk Eritrea, namun kantornya tetap berbasis di Khartoum.

    Kerja sama antara Indonesia dan Sudan yang telah terjalin selama ini cukup erat dan menjangkau berbagai bidang, tidak terkecuali hukum. Satu hal yang cukup menarik dan tampaknya akan semakin dikembangkan dalam kerja sama tersebut adalah bidang pertanian.

    Burhanudin menambahkan, bahwa dengan topografi Sudan yang relatif datar, potensi pertanian sangat besar dan Indonesia sesungguhnya dapat berinvestasi bidang pertanian. Lebih lanjut, menurutnya bahwa saat ini telah ada parak pertanian yang melakukan riset kemungkinan dan kelayakan mengembangkan pertanian di Sudan yang nantinya akan memberikan laporan secara komprehensif untuk dapat ditindaklanjuti.

    Ketua tim delegasi MA RI, Tukiran, SH, MM, dalam paparan awalnya kepada Duta Besar RI menyampaikan bahwa kedatangan delegasi ini adalah jawaban atas undangan dari MA Sudan yang pernah menyempatkan diri mengunjungi Indonesia dan bahkan melihat langsung proses dan tahapan pendidikan dan pelatihan calon hakim angkatan VI.

    Sebagai bagian dari kunjungan kali ini pula, para delegator akan mempelajari lebih lanjut sistem hukum dan peradilan di Sudan karena Mahkamah Agung Sudan dikenal sebagai lembaga yudikatif yang sangat mandiri, bahkan anggarannya pun terpisah dari anggaran eksekutif. Ini akan menjadi bahan belajar yang sangat bermanfaat, tidak hanya bagi tim, tetapi juga para hakim dan seluruh stake holder Mahkamah Agung di Indonesia. “Kita akan belajar banyak pada sistem mereka dan mudah-mudahan ke depannya hasil kunjungan kali ini dapat menjadi langkah awal yang baik dan menginspirasi dalam mengupayakan kemandirian badan peradilan Indonesia ke depannya”, sambungnya.

    Duta Besar RI, Burhanudin, menanggapi dengan sangat baik tujuan kunjungan MA RI kali ini di Sudan. Kedutaan akan memfasilitasi segala kebutuhan tim delegasi, baik yang sifatnya informasi maupun akomodasi yang diperlukan.

    Ditambahkannya, bahwa kerja sama antara pemerintah Sudan dan Indonesia telah berjalan dalam kurun waktu yang cukup lama, dan yang cukup mengejutkan bagi kita sebenarnya adalah bahwa Indonesia ternyata memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Sudan. “Adalah Konferensi Asia Afrika di Bandung saat itu dan peran dari Indonesia yang menyuarakan pentingnya kesetaraan tiap bangsa mengilhami kemerdekaan Sudan dari Inggris saat itu. Karenanya, tidaklah mengherankan bila di Sudan sendiri, masyarakat maupun pemerintah akan antusias menyambut kedatangan delegasi Indonesia”, paparnya.

    Situasi geopolitik Sudan akhir-akhir ini sudah cukup kondusif pasca Sudan Selatan mengadakan referendum yang kemudian berakhir pada keputusan untuk memisahkan diri dari Republik Sudan, meski pada awalnya suhu politik cukup panas akibat tarik ulur kepentingan dalam hal eksplorasi dan distribusi minyak bumi.

    Namun, ditambahkan Burhanudin, dalam kurun satu tahun yang akan datang, situasi politik mungkin akan lebih dinamis karena April 2015 Sudan akan mengadakan pemilihan presiden. Karena itu, harapnya, tim dan bangsa Indonesia mendoakan agar pemilihan presiden tersebut berjalan lancar sehingga tidak mengganggu kerja sama erat antara Indonesia dengan Sudan yang telah terjalin cukup lama.

    Pada akhir sesi, delegasi MA RI menyerahkan plakat sebagai penghargaan atas sambutan hangat yang telah diberikan Kedutaan RI di Sudan kepada para delegator.

    *tim delegasi MA RI*

     

    .