Aceh/Medan/Padang — Hujan deras dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhirmenyebabkan banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Medan, dan Padang. Bencana ini tidak hanya berdampak pada pemukiman warga, tetapi juga memukul fasilitas peradilan di beberapa daerah, diantaranya Pengadilan Agama Sibolga, Pengadilan Agama Maninjau, Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong, Mahkamah Syar’iyah Meureudu dan satker lain yang terdampak musibah ini.

(Kondisi MS Lhoksukon)
Laporan awal dari sejumlah sumber yang masuk ke Ditjen Badilag menyebutkan sejumlah kantor dan rumah dinas pegawai (hakim, panitera, jurusita, serta ASN) mengalami kerusakan akibat terjangan banjir. Air yang masuk ke lingkungan kantor merendam ruang pelayanan, arsip, perangkat elektronik, dan perlengkapan administrasi. Beberapa rumah dinas pegawai juga mengalami kerusakan pada bagian dinding, lantai, dan perabotan.
Kerusakan ini berdampak langsung pada kelancaran pelayanan publik. Beberapa pengadilan melaporkan gangguan operasional, termasuk terhambatnya proses administrasi perkara dan layanan masyarakat akibat fasilitas yang tidak dapat difungsikan sementara waktu. Sejumlah pegawai terpaksa mengungsi dari rumah dinas mereka karena terendam air hingga setinggi pinggang.
Pihak pengadilan setempat saat ini tengah melakukan pendataan kerusakan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk percepatan penanganan darurat. Upaya pembersihan lingkungan kantor, penyelamatan arsip penting, dan pemulihan perangkat kerja
juga sedang berlangsung.

(Kondisi Rumah Dinas MS Meureudu)
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil. Pemerintah daerah di tiga provinsi tersebut juga terus memantau perkembangan situasi serta menyiapkan bantuan bagi instansi dan warga terdampak.
Semoga pemulihan dapat dilakukan secepatnya agar pelayanan peradilan kembali berjalan normal dan masyarakat dapat memperoleh akses layanan hukum tanpa hambatan. Atas kejadian ini, keluarga besar Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah ini. Badilag juga mengucapkan belasungkawa kepada seluruh pegawai dan keluarga yang terdampak, seraya berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat dan pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal.(ORTL)