logo web

on . Dilihat: 5818

Bekerja Ikhlash dan Profesional

Oleh : Abdul Manaf

Ada kisah yang populer di kalangan kaum santri. Adalah seorang santri yang berprofesi sebagai petani. Sebutlah Ahmad namanya, datang berkunjung ke Gurunya. “Pak Kyai ini ada sedikit hadiah dari hasil ladang saya,” ujar Ahmad. “O, saya suka sayuran kacang tersebut, Ahmad, terima kasih,” jawab Sang Kyai sambil membawa masuk pemberian dari muridnya ke dapur. Kemudian, setelah selesai perbincangan antara keduanya, Sang Kyai memberi hadiah seekor anak sapi kepada Ahmad, untuk dibawa pulang sebagai balasan atas ketulusannya.

Di tengah jalan, Ahmad bertemu temannya yang berprofesi sebagai peternak, sebutlah Budi namanya. “Ahmad ! Kamu habis membeli anakan sapi di mana?” tanya Budi. “Saya tidak membeli, tapi dapat hadiah dari Pak Kyai, saya habis berkunjung ke rumahnya, membawakan hadiah sayuran kacang hasil berladang” papar Ahmad.

Terbersit di hati Budi, kalau memberi hadiah sayuran kacang, mendapat seekor anak sapi, bagaimana kalau saya membawa hadiah seekor anak sapi, pasti akan mendapat yang lebih besar lagi. Otak bisnisnya berputar.

Budi langsung pulang ke rumah mengambil seekor anak sapi, diantarnya ke rumah gurunya. “Pak Kyai, ini ada sedikit hasil ternak saya, seekor anak sapi buat hadiah,” ujar Budi sambil berharap balasan dari gurunya. “O, terima kasih Budi, semoga usaha ternakmu semakin maju,” jawab kyainya sambil menuntun anak sapi ke kandang. Kemudian, setelah selesai perbincangan antara keduanya, sang guru membawakan sayuran kacang pemberian Ahmad buat dibawa pulang oleh Budi.

Perhatikan, pemberian yang tulus ikhlas, berupa sayuran kacang dibalas dengan anak sapi. Sementara pemberian yang penuh pamrih dan tamak, berupa anak sapi dibalas dengan sayuran kacang.

Seperti itulah kita yang bekerja di Peradilan Agama, hendaknya kembali meluruskan niat. Bahwa pekerjaan kita adalah ladang ibadah kita. Kita bekerja dengan sebaik-baiknya sebagai wujud pengabdian kita kepada Allah SWT. Kalau soal jabatan dalam pekerjaan kita, ibaratnya dia akan lari kalau dikejar, dan dia akan datang sesuai garis takdir kita masing-masing.

Flash back sewaktu menjalankan tugas-tugas pengawasan di beberapa pengadilan, masih ada ditemukan beberapa keterlambatan dalam hal bantuan pemanggilan. Bahkan, tidak jarang terjadi gap antara pengadilan di perkotaan dan pengadilan di plosok daerah. Banyak pengadilan di daerah terpencil, justru sangat kita apresiasi karena melaksanakan panggilan bantuan dengan segera. Ke depan, mulai tahun 2015 ini, semua pengadilan agama harus memberikan contoh yang baik dalam hal bantuan pemanggilan, sehingga tidak merugikan para pencari keadilan dalam proses persidangan yang sederhana, cepat dan biaya ringan.

Selain itu, keikhlasan kita dalam bekerja diwujudkan pula dalam profesionalitas pekerjaan kita. Belum lama, saya mendapatkan data temuan, ada sejumlah empat berkas perkara kasasi dan PK yang semuanya masih terdapat kekurangan, sehingga masih harus dilengkapi lagi. Dua contoh kasus tersebut di atas, harus menjadi perhatian kita semua, terutama pimpinan peradilan, agar terwujud lembaga peradilan agama yang profesional dan dipercaya masyarakat.

[am]

Comments  
# misbahul munir kupan 2015-01-26 17:06
semoga pak Kyai "Dirjen" yg baru bs menilai mana "santri2nya" yg ikhlas dan mana "santrinya" yg tamak....amin
Reply | Reply with quote | Quote
# Rus. PA.Mataram 2016-01-26 09:03
Semoga Bliau cermat menilai mana yang benar2 ikhlas, dan mana yang serakah,....... Amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# LA HATI-PTA MALUT 2015-01-27 05:49
MUDAH2AN SAJA MEMANG IKHLAS DALAM MELAKSANAKAN TUGAS BAGAIKAN TUYKANG KEBUN YANG SETIAP SAAT HANYA MENUNGGU RIDHA ALLAH SWT, TAUNYA HANYA NANAM TAPI BUAH/HASILNYA BLM TENTU ADA KECUALI KARENA RIDHA ALLAH, TAPI KENYATAANNYA HAMPIR 90% PNS YANG ADA SKRNG INI TDK BGTU ARTINYA BARU SAJA MASUK JADI PNS SDH TIMBUL DLM HATINYA KAPAN SAYA JADI PJBT DAN KNP BUKAN SAYA YANG DIANGKAT DISITU PDHL SY LBH DRI MRK.
Reply | Reply with quote | Quote
# sarwo mataram 2015-01-27 06:39
ada-ada saja cerita ini, tapi benar juga kalau direnungkan makanye kerja yang ihlas-ihlas saja, gk perlu pamrih/pujian dari pimpinan/orang lain pastilah setiap prestasi kita ada manfaatnye minimal untuk diri kita sukur buat orang lain.
Reply | Reply with quote | Quote
# uu.pakaranganyar 2015-01-27 08:43
TERIMA KASIH PAK NASIHATNYA
Reply | Reply with quote | Quote
# Fadly 2015-01-27 08:53
Tepat sekali Pak Dirjen. Siapapun yang pernah bekerja di daerah dan di kota merasakan hal yang sama. IT melalui Portal Tabayyun sudah membantu mengurangi gap tersebut, tinggal Komitmen dan Ketegasan dari SDMnya saja yang perlu dipacu lagi.
Reply | Reply with quote | Quote
# Masrinedi-PA Prm 2015-01-27 09:05
Jazakallah atas tausyiyahnya bapak Dirjen.
Semoga kita warga Badilag melakukan pekerjaan dengan Ikhlas dan profesional sehingga membawa kebaikan dan bermanfaat buat justice seekers. Aamiin YRA.....
Kami warga PA Pariaman mendo'akan semoga Bapak sukses dalam menahkodai Badilag ini. Aamiin YRA ......
Reply | Reply with quote | Quote
# Tamimudari PA Samari 2015-01-27 10:10
Ikhlas = Akhirat, dan Profesional = Dunia,
ikhlas = jiwa, dan Profesional = raga,
ikhlas = gaib, dan Profesinal = fakta,
ikhlas = immateri dan Profesianal = materi
kedua-duanya, idealnya harus seimbang,
akan tetapi berdasarkan al Quran, :

وللآخراة خير لك مناالآولى

والآخراة خير و أبقى

Tulisan dan pesan dari Bapak Dirjen Badilag ini merupakan perintah yang harus dilaksanakan; سمعنا و اطعنا, انشأالله
Reply | Reply with quote | Quote
# Mashudi PA Atambua 2015-01-27 10:41
Keihlasan dalam bekerja adalah modal dasar untuk hidup bahagia dan sejahtera, kita tidak boleh selalu melihat bahwa rezeki harus lewat sebuah tangan dan bisa dilihat oleh mata kita, karena banyak rezeki yang diberikan oleh Allah pada kita sedang kita tidak bisa melihatnya tapi kita bisa merasakannya, semoga peristiwa yang terjadi pada Ahmad dan Budi menjadi intropeksi bagi kita semua Amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# ikhwan PA Tasikmalay 2015-01-27 11:42
cerita di atas semoga menjadi ibroh bagi kita dan kita bekerja lebih berkualitas lagi dengan ikhlas dan profesional
Reply | Reply with quote | Quote
# Ahmad PA MTR 2015-01-28 11:36
sangat benar apa yang dilukiskan pak Dirjen termasuk jabatan yang diperoleh karena dedikasi dan kinerja yang tinggi akan membawa keikhlasan dalam menjalankannya dan memberi barokah.
semoga menjadi inspirasi bagi semua keluarga besar Pengadilan Agama amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Ahmad PA MTR 2015-01-28 11:53
Ikhlas dan profesional, enak di ucap dan indah didengar, akan tetapi tidak mudah diaplikasikan. Kenyataannya, prilaku Budi masih saja selalu terjadi.Semoga tausyiah pak Dirjen menjadi renungan dan dapat kita laksankan, tidak hanya sekedar di baca dan dikomentari. Ok Pak Dirjen, Ok Badilag.
Reply | Reply with quote | Quote
# mawarlis PA Rantaupr 2015-01-28 11:59
ikhlas yang diiringi rasa tanggung jawab tentu akan lebih memudahkan dalam pekerjaan, semoga reski yang kita makan jadi halalan thayyiban
Reply | Reply with quote | Quote
# zurniati pA.Tj.Pati 2015-01-29 09:52
Terima kasih banyak Pak nasehatnya, semoga dapat saya amalkan untuk amalan sehari-hari nsaya amin
Reply | Reply with quote | Quote
# mamat s pa sukabumi 2015-01-29 10:40
Semoga bekerja ikhlas itu tidak hanya seaktu bekerja dibawah departemen agama yang logonya ikhlas beramal, akan tetapi ikhlas itu hars dibawa kemanapun selama kita masih mampu beramal. Terima kasih Pak Dirjen atas nasihatnya, insya Allah semua warga peradilan agama dapat melaksanakannya .
Reply | Reply with quote | Quote
# Muchlis.PA.Muaraenim 2015-01-30 10:36
hidup ini akan selalu nikmat,jika semua aktivitas kita selalu dalam ridho Allah swt. terima kasih pak dirjen atas nasihatnya. tks
Reply | Reply with quote | Quote
# Fauziah PA. Selatan 2015-01-30 12:49
Terimakasih Pak Dirjen atas nasehatnya, bekerja tanpa pamrih dan istiqomah,suatu keikhlasan yang akan dipetik manis pada masanya.
Reply | Reply with quote | Quote
# Muhdi Kholil PA SAL3 2015-01-30 14:07
Benar Pak Kyai , kata Pak Kyai Ali juga bilang " An Naasu Haalikun Illa Al 'Alimun , Wal 'Alimuna Haalikun Illa Al 'Amilun, Wal 'Amiluna Haalikun Illa Al Mukhlisun, Wal Mukhlisuna Hathora, gitu Pak kyai, Semogga Pak Kyai diberi kekuatan dan kemampuan lahir batin dalam menahkodai Badilag MA RI yang kita cintai ini dengan memberi reward dan puniskment kepada para santrinya , mana diantara santri-santriny a yang terperosok ke jurang ketidakikhlasan , seperti Budi diberi punishment , serta mampu memberi reward kepada santri yang ikhlas seperti Ahmad, dan bukan sebaliknya, semoga, Amin
Reply | Reply with quote | Quote
# A.M.Salampessy PTA.A 2015-02-02 08:21
Mari kita simak dan laksanakan pesan Bpk.Dirjen dengan baik,bekerja dengan penuh keihlasan dan propesional niatnya selain mendapatkan sesuap nasi juga mendapat pahala Amien
Reply | Reply with quote | Quote
# Ahmad Syafruddin 2015-02-02 09:07
Besar harapan agar semangat dan tekad yang diuntai Pak Dirjen dalam buah tulisnya di atas dijadikan cemeti untuk berbuat yang terbaik bagi peradilan agama. Mewariskan yang terbaik bagi generasi peradilan agama bukan menjadikan peradilan agama sebagai warisan. PA. Sungai Penuh., 2022015.
Reply | Reply with quote | Quote
# Rusliansyah-Nunukan 2015-02-02 16:36
Motto Siadpa Plus: "Bekerja Keras, Bekerja Cerdas, Bekerja Ikhlas".
Sebuah kisah yang patut kita renungkan dari "Pojok Pak Dirjen" baru yang pertama. Sudahkah kita ikhlas selama ini? Jangan2 kita bekerja karena ingin dilihat atasan, karena jabatan, karena....!
Hanya kita yang bisa menjawabnya!
Reply | Reply with quote | Quote
# Taufik, Kefamenanu 2015-02-03 08:20
Amal perbuatan/peker jaan kita adalah laksana jasad tubuh kita yang tak bernyawa, meskipun gagah perkasa, cantik molek, tapi karena tak bernyawa maka tidaklah ada artinya sama sekali/mati, untuk menjadikan amal perbuatan/peker jaan kita hidup maka harus dengan nyawa, maka nyawa dari suatu amal/pekerjaan adalah wujuudu sirril ikhlaas. terima kasih kepada pak Dirjen yang baru atas kisahnya yang sangat bagus, semoga manfaat bagi kita semua. Amiiin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Dalih Effendy. PAJT 2015-02-03 08:41
" RIDHO DAN IKHLAS "
Apapun yang diberikan oleh orang lain termasuk yang diperintahkan dan yang ditaqdirkan oleh Allah kita rela menerimanya dengan senang hati, Inilah sikap ridha sebagai suatu jalan untuk mendapat keridhoan Allah. Apapun yang kita berikan kepada orang lain termasuk ibadah kita kepada Allah kita tulus menjalaninya hanya karena Allah dan inilah ikhlas sebagai jalan mendapat keberkahan dari Allah. Jadi ingin mendapat ridho Allah ridholah dengan apa yang ditaqdirkan Allah dan ingin mendapat keberkahan dari Allah ikhlaslah dalam bekerja hanya karena Allah.
Reply | Reply with quote | Quote
# syafiuddin.uddin@yah 2015-02-05 09:10
PA.PWT. Terimakasih Pak Kyai atas wejangannya semoga kita semua dapat mengamalkannya. Amien.
Reply | Reply with quote | Quote
# ILIYANSYAH 2015-02-06 09:41
Sekarang masih banyak yang belum Ikhlas dan Profesional karena remunerasi masih dianggapnya sayuran dan kacang sehingga yang dikerjakan sesuai harga sayuran dan kacang tidak untuk lebih karena tidak sesuai kuantitas dan kualitas hak kewajiban artinya masih mencari profit taking
Reply | Reply with quote | Quote
# ali - pta mataram 2015-02-12 06:59
Tidak sia sia jerih payah Pak Manaf yang dilakukan selama ini membuahkan hasil yang tak terduga oleh beliau, akhirnya diberi amanah memimpin peradilan agama....
Reply | Reply with quote | Quote
# Asni Falah 2015-02-24 09:27
memang jabatan yang kita peroleh dari hasil keikhlasan, doa dan nasib. "Jangan cari jabatan, tapi jangan lari dari jabatan", begitu kira-kira Imam Ali mengingatkan. Sentilan pak dirjen seyogyanya menjadikan kita semangat dan membuktikan bahwa hal tsb tidak terjadi lagi. Ayo bersama kita bisa. Syukran.
Reply | Reply with quote | Quote
# Muslih - PA.Lpk. 2015-02-25 10:34
Setuju sekali pojok Pak Dirjen ini. Ikhlas, modal utama dalam setiap pekerjaan.Tugas dg bersandarkan kpd peraturan perundang-undan gan agar terlihat profesional saja tidak cukup bahkan kita bisa juga terpeleset, namun sempurnakanlah dengan keikhlasan. Jika kita tersalah Insyaallah terlindungi Allah Swt berkat keikhlasan.
Reply | Reply with quote | Quote
# Zulkifli S/Indramayu 2015-02-25 14:51
Ya, benar yang mulia. Seperti yang sering kita dengar; "bekerja ikhlas, keras, cerdas dan tuntas". Kita semua insya Allah bisa.
Reply | Reply with quote | Quote
# fahrurrasyid5@gmail. 2015-03-11 11:04
Moga sukses slalu
Reply | Reply with quote | Quote
# marwoto. PA. Sleman 2015-03-19 10:37
crita klasik yg tetap relevan disepanjang zaman. IHLAS DAN PROFESIONAL ya pak Dirjend
Reply | Reply with quote | Quote
# mukti-manokwari 2015-03-31 10:15
dengan niat ikhlas pasti kedamaian dan ketentraman akan didapatkan....s ikap konsistensi dalam kebenaran akan terwujud....int egritas akan selalu melekat...
Reply | Reply with quote | Quote
# JEFFTI 2015-04-22 08:28
Tapi sekarang itu jabatan itu harus dicari dan harus sibuk ikut itu dan ini kalau lulus yah cepat atau lambat akan dapat.
Reply | Reply with quote | Quote
# SyamsulbahriSalihima 2015-06-01 14:17
..saya kira dari dulu itu... Ikhlas Beramal... tinggal sarana dan prasarana serta fasilitas yg perlu dibenahi agar hasil kerjanya bagus... kalau semua gedung sudah prototive, lalu komputernya lengkap apalagi.... personil pegawai memadai... Insya Allah sukses...
Reply | Reply with quote | Quote
# Rahmani, PA. Palopo 2015-08-19 10:11
Hasil kerja yg terbaik adalah yg dilaksanakan dg penuh keihklasan. Orang yg iklash tidak mutlak mendapatkan materi (uang, barang atau jabatan) tpi dia hanya mengharapkan ridlaNya...Org ikhlash itu tidak terlalu memikirkan balasan materi, cukup dg pahala dg pekerjaannya terbaik dan maksimal sudah puas.
Reply | Reply with quote | Quote
# Nas-PA.Tkl 2015-11-17 17:08
Sepakat Pak. Mari kita AMANAH, berjuang, bekerja ikhlas, profesional, dan mensyukuri segala karuniaNYA. Amin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Mamat S KPA Slawi 2015-11-30 12:56
Itulah buah hasil yang ikhlas dan yang pamrih, benar apa yang diibaratkab Pak Dirjen. Bekerja memang harus ikhlas,keras, cerdas, dan tuntas itulah gambaran orang yang beriman.
Reply | Reply with quote | Quote
# sarko-PA Merauke 2016-01-19 14:45
Semoga artikel ini dapat menggugah hati kita semua, sehingga selain bekerja untuk mencari nafkah, kita niatkan karena Alloh, sehingga dunia akhirat akan kita dapatkan
Reply | Reply with quote | Quote
# PA.Mataram 2016-01-26 08:45
Stiap hari pergi Kerja dgn Niat Ibadah karna Alloh, menjalankan tugas ikhlas karena Alloh, tidak mengharaf imbalan dari sesame kita, Bapak Dirjen mulai karier dari PA.NTT. karena keikhlasan bliau Alloh mengangkat Darajatnya, semoga bliau tetap sehat dan dilindungi Alloh, Amiiin.
Reply | Reply with quote | Quote
# Rus. PA.Mataram 2016-01-26 08:59
Bekerja berdasarkan ikhlas karna Alloh,semata mata mengharaf ridho Alloh, maka Alloh akan mengangkat Darajadnya setinggi tingginya, seperti Bapak Dirjen kita, Inspirasi bagi kita warga Peradilan;
Reply | Reply with quote | Quote
# aqli 2016-05-23 09:08
sip dah
Reply | Reply with quote | Quote
Add comment

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

Fanpage