Drs. H. Muchlis, S.H., M.H.
Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai.” (Q.S. Al-Fajr: 27–28).

Terdapat ayat yang terasa menyentuh kedalaman hati. Ayat ini tidak hadir dengan nada peringatan, melainkan panggilan penuh kehangatan dari Tuhan kepada hamba-Nya. Seakan-akan suara penuh kasih memanggil dari kedalaman langit. Dalam panggilan itu tersimpan kedamaian yang mendalam, sebuah ajakan bagi jiwa yang tenang untuk kembali pulang kepada Sang Pencipta, tempat segala ketenteraman bermula dan berakhir. Jiwa yang tenang (an-nafs al-muthmainnah) adalah jiwa yang telah menemukan kedamaian di sisi Tuhan. Ia bukan jiwa yang bebas dari masalah atau ujian hidup, melainkan jiwa yang telah belajar menerima kehidupan dengan hati yang lapang. Ia memahami bahwa setiap peristiwa adalah bagian dari rencana Ilahi yang penuh hikmah.

Selengkapnya